Hujan

Tampilkan postingan dengan label The Gift: Kompetisi Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Gift: Kompetisi Blog. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2019

Bersih Bersahabat Bersama GoClean

Bismillahirrahmannirrahim
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Alhamdulillahirrabil 'alamin. :) sy blogging lagiiiiii. :D Apa kabar Mommies keren yang baik? Semoga selalu sehat, strong, dan bahagia, ya! :D Okeh, kali ini sy akan posting Review GoClean yang merupakan salah satu aplikasi yahud di GoLife nya Gojek. Yukk....

Menjadi ibu bekerja dengan dikaruniai dua anak shalih yang aktif itu masyaAllah. Alhamdulillah. Membuat hari-hari sy begitu sibuknya hingga merasa dua puluh empat jam sehari dan tujuh hari seminggu itu kurang, Gaes! Hihi... kurang maruk apa coba?
Well, ketika curhat hal itu sama si Mas, jawaban si Mas seringkali senada. Hmmm, itu masih dua anak, lhoh, Dek! Makjleb, lah! Secara sy memang masih berkeinginan melahirkan lagi, sih! :) Nyatanya, dengan masih momong Mas Farhan dan Mas Fatan saja sekarang pekerjaan rumah seringkali terpaksa terkerjakan atau terabaikan. Ah, bukan maksud malas, lhoh, Mom! Saat di rumah tuh rasanya badan udah pengen istirahat dan refreshing bersama dua ganteng. Masak iya masih sy abaikan demi bebersih rumah totally. Hihi... itulah makanya sy bilang di atas tuh 'pekerjaan rumah seringkali terpaksa terkerjakan atau terabaikan'. :D Walhasil, sy membutuhkan solusi segera untuk membantu agenda beberes dan bebersih rumah. Si Mas kadang juga membantu, sih! Tapi seringnya kami sama-sama tak sempat karena memang sama punya kesibukan. Untuk mempekerjakan ART juga bukan pilihan kami karena kebutuhan kebersihan tersebut tidak setiap hari juga. Hehe, kami masih keluarga kecil dengan rumah tak besar juga, gitu! Jadilah yang kami butuhkan sebenarnya adalah asisten tenaga yang ada saat urgently needed aja.#PastiAdaJalan Solusinya ternyata mudah, Gaes! GoClean. Ya, GoClean-nya Gojek itu, lhoh!

Tampilan awal GoLife

Tampilan awal Gojek
FYI, GoClean adalah salah satu layanan aplikasi GoLife yang juga bagian dari aplikasi Gojek. Jadi at least kita harus instal aplikasi Gojek dan aplikasi GoLife di hp, ya. Gak bisa cuman GoLife-nya. Dalam GoLife, ada berbagai layanan amazing yang tentunya sangat memudahkan aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Ya, salah satu yang sy ingin pakai adalah GoClean.

Pilih GoClean yaa :)
Berbagai tawaran asistensi kebersihan yang ditawarkan GoClean cukup beragam. Dari mulai menyapu sekalian sama mengelap dan mengepel, mencuci piring dan sekaligus membuat kinclong dapur, dan pekerjaan yang membuat clean lainnya. Tampak sangat membantu sekali, ya, secara berbagai kemudahan lain dari Gojek yang juga bisa kita dapatkan. Selain pilihan jenis bebersih, kita juga bisa memilih petugas kebersihan yang dalam GoClean disebut Mitra GoClean. Jadi kita bisa menentukan sendiri Mitra GoCleannya yang Wanita atau Pria. Hihi, kalau sy sih akan lebih memilih Wanita yang pasti bisa jadi teman curhat juga yaa.. *nah! :D Nanti akan kita tentukan, Mitra GiCleannya membawa peralatan kebersihan sendiri atau sudah kita sediakan di rumah. Hehe, jadi kalaupun ada perlengkapan dan peralatan kebersihan yang belum kita miliki, tidak usah panik. Pilih yang Mitra GoClean bawa peralatan sendiri. Kemudian, kita juga bisa menentukan durasi pengerjaan bebersihnya, ya, Mom! Ini juga nantinya yang menentukan tarif yang harus kita bayarkan. Jadi sepadan lah antara pelayanan yang kita dapatkan dan rupiah yang harus kita keluarkan. Eits, percaya, deh, kalau kita gak akan merasa kecewa karena dari beberapa pengalaman yang sy dengar, lebih banyak yang puas dengan layanan Mitra GoClean. Karena apa? Karena ternyata eh ternyata jadi Mitra GoClean itu tidak sembarangan, loh! Sudah ada training khusus. Pantas dong kalau setelahnya kita kasih bintang emat atau lima kepada Mitra GoClean yang jempolan itu, ya? Hmm, pantas saja ada garansi layanan dan asuransi layanan karena ada jaminan mitra berpengalaman. Asik, kan, Gaes? Dannnn, apalagi kalau sudah berlangganan pasti akan ada banyak tawaran voucher dan promo yang bisa kita dapatkan. Ahhh! Mantab!

Hiks, masih ini di lokasi sy
Hiks, hanya saja sy masih harus sedikit bersabar menunggu ada layanan GoClean di area yang terjangkau lokasi sy. Karena saat ini masih ready untuk Paket Apartemen saja yang GoClean itu. Padahal mupeng kepo pas dengar dari teman secara sepertinya pas banget dengan kebutuhan sy.
Padahal aplikasi Gojek sudah oke banget di sini. Customer sudah banyak yang puas. Berbagai inovasi sudah dilakukan dan sangat membantu.Asiyaplah sy top up Gopay, biar kalau GoClean Service ready, sy juga ready buat ordser :D

Sooooo... yukkk tunggu apa coba? yuk lah cek aplikasi GoClean, Mommies ya! Biar bersih bersahabat bersama GoClean jadi bikin kita tambah strong, sehat, dan bahagia. :)

*Blogpost ini diikutkan dalam Kompetisi Blog GoLife #PastiAdaJalan :) Selamat berakhir pekan, Gaes!

~from Rumah Teduh with Luv

Selasa, 04 Juni 2019

Ramadhan Day 30: Menyambut Lebaran

Bismillahirrahmannirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Alhamdulillahirrabil 'alamin. Maka, nikmat Tuhan yang mana kah yang engkau dustakan?

Kita sudah sampai di Ramadhan hari terakhir. Ya, yang artinya jika nanti pemerintah sudah mengumumkan datangnya 1 Syawwal, maka kita akan bisa mendengarkan alunan takbir dari beberapa musalla atau masjid di sekitar kita. Allahu akbar. Gemuruh takbir kemudian juga akan memenuhi berbagi media televisi atau radio.

Mom, sudah ngapain saja buat menyambut lebaran besok? Well, pasti yang paling sibuk adalah para Mommy, yess! InsyaAllah sibuknya berkah dan lelahnya lillah ya. Sy -alhamdulillah- benar-benar merasa terbantu oleh keluarga terutama suami. Oke, di postingan blog challenge yang ini sy ingin sedikit curhat.

Jadi sebenarnya dari Selasa seminggu yang lalu Mas Fatan mulai diare. Panik, dong, sy! Sy mempunyai trauma dengan diare. Khawatir dehidrasi. Pengalaman Mas Farhan di usianya yang 15 bulan dulu pernah opname lima hari gegara dehidrasi. Alhamdulillah, Allah welas. Setelahnya sy sangat berhati-hati agar jangan sampai dehidrasi saat diare. Termasuk Mas Fatan. Besoknya sy membawa ke bu bidan dan ternyata vonis bidan adalah mejan dan ada nyeri perut. Alhamdulillah, ada perkembangan setelah minum obat, namun sepertinya nyeri perutnya masih ada hingga hari Sabtu (padahal waktu itu sy ada acara ater-ater lebaran/megengan. Alhamdulillah, pagi pagi sy telfon mb Pid -kakak- untuk membantu dan bisa). Ya, mb Pid lah yang memasak untuk ater-ater karena siangnya sy membawa Mas Fatan ke pijat bayi karena seperti masih ada nyeri perut yang dirasakan. Kata Mak Khot -tukang pijat- Mas Fatan banyak jatuh sambil duduk. Iya.. memang Mas Fatan anak yang aktif. Alhamdulillah setelahnya seperti tidak ada keluhan nyeri perut. Kata bulek sy, untuk mejan bisa dicoba memberikan sesendok seduhan kopi hitam diberi campuran tetesan kunyit kental. Sy pun mencobanya. Alhamdulillah juga membaik. Kini diarenya sudah berangsur pulih meski masih ada sedikit, sihh. Sy tetap memberikan sirup dari bu bidan dan larutan oralit setelah diare. Dan, asupan asi serta air minum juga lebih banyak agar tidak sampai diare. Sy juga membatalkan puasa sejak hari Rabu. Bismillah lillah. Semoga sy bisa mengqodho' dan membayar fisyah di hari setelah Ramadhan nanti. Kini Mas Fatan masih agak lesu. Ya, memang sejak hari itu nafsu makannya berkurang drastis. Eh.. kemarin berangsur pulih; sudah mau makan meski sedikit, sihhh. Semoga segera sehat. Ya Allah.. semoga Engkau limpahlan kesehatan kepada kami dan keluarga kami. Aamiin.

Dan, sebab drama di atas persiapan menyambut lebaran sy tidak seperti sebelumnya. Hehe.. gapapa lah. Eh, blkg challenge sy juga jafi agak complicated. Ah.. maaf adminnn! Yang seharusnya dipublish kemarin eh baru bisa hari ini. Kadang malah gak sempat publish. Ya wea lah. Kondisi juga sihh.

Alhamdulillah, si Mas membantu beberes dan beberaih rumah. Sy hanya harus menyiapkan kue lebaran dan sedikit kenduri untuk besok. Eh.. padahal sy sudah membeli bahan untuk membuat kue kering, tapi belum sempat buat. Hanya eggdrop dan kastengel saja yang sudah. Haha.. gapapa lah. Alhamduliah berbagai kue ready toko masih banyak.

Mom, bagaimana nih persiapn menyambut lebarannya? Semangat selalu ya. Semoga selalu sehat dan strong. Aamiin insyaAllah. :) eh.. jangan sampai lupa zakat fitrahnya ya. Semoga yang puasanya ada yang bolong bisa segera mengqodho' aamin.

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1440 H. Met Lebaran. Mohon maaf jika di blogpost sy ada yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat untuk sy khususnya dan untuk yang sudah baca. Aamiin. Terima kasih,mb Cantiq Admin Blogger Perempuan Network yang sudah memotivasi sy untuk mengisi blog ini lagi. Terima kasih yang sudah blogwalking. Semoga ada kebaikan yang kita petik dari blog challenge ini. InsyaAllah.

Minal 'aidin wal Faizin. Semoga Hari Raya kita menyenangkan dan bermakna ya. Selamat berkumpul dan beranjangsana bersama keluarga menikmati indah dan bahagia hari raya.

Wallahu muwaffiq ilaa aqwanitthariq. Wallahu a'lam bishawwab.

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 30

~from Rumah Teduh with Luv

Ramadhan Day 29; Doa dan Harapan

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Alhamdulillah, di Bulan Ramadhan tahun ini kita sampai di hari ke dua puluh sembilan. Artinya jika Allah masih memberi kesempatan, maka kita sudah hampir sebulan penuh bisa menikmati rangkaian ibadah di Bulan Ramadhan. Berpuasa, makan sahur dan berbuka puasa, salat tarawih, zakat, dan berbagai hal lain yang telah kita lakukan sebulan ini tentu saja akan sangat kita rindukan untuk kita lakukan di bulan Ramadhan tahun depan. Selain itu, masih akan ada banyak hal yang mungkin juga tetiba akan hilang dari kehidupan kita. Life story. Suara panggilan sahur, peringatan imsak, azan maghrib yang dinanti, riuhnya bilal, ☺serta tadarusan pasti juga akan perlahan memudar.

Lantas apa yang kemudian kita lakukan? Yes, berdoa dan berharap kepada Allah swt dengan penuh keyakinan.  Berdoa semoga segala kesalahan kita selama sebulan ini diampuniNya. Semoga segala yang kita lakukan diterima Allah swt. Aamiin. Pun kita berdoa keberkahan dan kebaikan bulan Ramadhan kali ini.

Harapannya adalah semoga kita masih diberikan kesempatan dan umur untuk berjumpa Ramadhan tahun berikutnya. Harapan kita adalah kebaikan Ramadhan masih terus ada hingga bulan bulan berikutnya. Dan harapan kita juga semoga keistiqomahan kita saat Ramadhan tidak berhenti, namun tetap berimbas pyn setelah Ramadhan. Yakni kita tetap bangun pagi, Salat berjamaah, melaksanakan amalan sunnah, berbuat kebaikan, mengendalikan diri, tilawah, qiyamul lail, dan hal-hal lain yang disukai Allah.

Mom, Ramadhan adalah momen pengguggur dosa. Ramadhan adalah momen kita mengukur dan merefleksi diri. Kita mengukur apakah kita bisa menjadi insan yang bisa baik dan lebih baik atau sama saja dengan bulan-bulan yang biasanya. Dan bulan Ramadhan kita bisa merefleksi diri kita apakah kita selama ini sudah berusaha menjadi orang yang bisa mengendalikan diri. Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membawa perubahan kepada diri kita; secara lahir dan bathin.

Ya, sehingga kemudian kita akan bertemu Syawwal. Yakni bulan peningkatan si mana kita bisa mwngetahui hasil penggugguran dosa, hasil pengukuran dan perefleksian diri kita; berhasil atau kurang berhasil. Tentu saja, hasil yang diharapkan adalah baik, kan.

*tulisan ini diikutkan salam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 29

~from Rumah Teduh with Luv

Minggu, 02 Juni 2019

Berbagi Takjil Berbagi Kebaikan

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa dan bulan penuh kebaikan. Bahkan, kita 'diam' dan tidur saja ketika sedang berpuasa sudah dihitung sebuah kebaikan berpahala, apalagi jika kemudian kita melakukan hal-hal istimewa dan penuh kebaikan. Yes, Gaes.. sayang sekali kan jika momen Ramadhan kita harus sama dengan bulan-bulan yang lainnya. Oh.. oke oke, memang sih berbuat kebaikan tidak harus menanti Ramadhan ya, etapi maksudnya adalah sebaiknya kita berbuat sangat baik di bulan Ramadhan (melebihi bulan-bulan yang lainnya) karena di bulan ini Allah melipatgandakan pahala, menjanjikan surga, dan berbagai hal istimewa hanya ada di bulan Ramadhan; misalnya puasa.

Berpuasa merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam yang beriman. Orang yang berpuasa dia harus mengendalikan diri dari hal hal yang membatalkan puasa dan hal hal yang membuat puasa sia sia karena hanya haus dan lapar saja. Balasannya? Tentunya Allah lah yang akan membalasnya dengan segera. Yang bisa dirasakan orang yang berpuasa secara langsung adalah kebahagiaan. Disebutkan bahwa ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa; yakni saat ia berbuka puasa dan saat kelak ia akan bertemu Tuhannya di hari akhir. Nah, dari hadits tersebut menandakan bahwa kebahagiaan akan dirasakan oleh orang yang berpuasa ketika ia berbuka puasa. Ketika sudah sehari penuh seorang yang berpuasa menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal lain yang membatalkan puasa, maka saat azan maghrib berkumandang menandakan bahwa ia berhasil melaluinya. Apa yang bisa dilakukan seseorang di waktu itu? Yes, salah satunya adalah menyediakan free takjil bagi seorang yang berpuasa yang belum tiba di rumah hingga maghrib tiba.

Berbagi takjil merupakan agenda rutin di madrasah tempat sy mengabdi. Momen tersebut dilakukan di hari terakhir masuk sekolah sekaligus menutup serangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan yang berlangsung selama satu minggu. Meskipun bukan sy pribadi yang melakukannya, namun ada bahagia ketika kami bersama anak-anak (Osis) melakukannya bersama. Melihat mereka menumbuhkan karakter bekerja sama dan dermawan kepada sesama adalah bonus dari kebahagiaan lain di hari tersebut.

Meskipun hanya segelas es buah dan tiga butir kurma, namun acara berbagi takjil menjadi bermakna. Ada tawa anak-anak dan ada respon suka dari para penerima takjil tersebut. Mereka seakan tidak terganggu karena ada anak-anak yang menghentikan di tengah jalan. Alhasil, sekitar 400 paket free takjil alhamdulillah bisa terbagikan dalam waktu satu jam saja.

Ya, ada kebaikan dalam tiap takjil yang diterima. Kebaikan yang teraduk dalam paket takjil tersebut ketika anak-anak menyiapkannya.  Momen berbagi takjil itulah yang begitu berkesan saat Ramadhan kali ini. Setelahnya, kami para dewan guru dan staf satu yayasan dan anak-anak Osis kemudian berbuka bersama. Meskipun acara tidak berlanjut hingga tarawih bersama, namun tali silaturrahim tak terasa semakin erat saja. Lebih jauh yang terasa adalah ikatan batin kami semakin kuat dan merasa menjadi saudara dengan rekan kami satu yayasan.

Well, sebenarnya hampir setiap momen dalam bulan Ramadhan adalah mengesankan. Bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur, mengajari Mas Farhan sahur, mengajari Mas Farhan salat berjamaah, membiasakan tilawah, menyiapkan sajian berbuka, berburu persiapan lebaran, membuat kue lebaran, menjelaskan tentang zakat fitrah kepada Mas Farhan, mengajak Mas Farhan dan Mas Fatan salat tarawih, dll yang terkadang juga membuat godaan berpuasa semakin besar karena semua hal tadi ternyata belum berjalan mulus. Hehe.. apalagi yang tentang mengajari Mas Farhan yang begitu banyak pertanyaan dan jawaban.

But everything's okay, Mom. Let's try. Trial and error are possible but successfull is more possible, right!

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge bersama #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 28

~from Rumah Teduh with Luv

Jajanan Khas Hari Raya

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Mom, apa lagi nih yang khas saat hari raya? Weww.. bitul bingit. Ada berbagai kue lebaran di meja tentunya. Mulai dari yang asin hingga manis. Mulai dari yang made in pabrik hingga home made. Mulai dari yang kriuk kriuk sampai yang empuk. Mulai dari yang kekinian hingga yang jadul. Begitulah kebahagiaan hari raya. Memberikan banyak hal spesial, termasuk kue lebaran khas.

Bagi masyarakat desa (yang gak ndeso, lho!), jajanan khas hari raya adalah kue kering yang paling populer adalah 'jajan pan-(pan-an)'. Hihi, dinamakan seperti itu karena proses pembuatannya menggunakan pan atau yang istilah sekarang lebih dikenal dengan nama 'oven', well.. kalo di desa ovennya manual, ya, Gaes! Jadi proses pemanggangannya memakai kompor.

Btw, sedikit flashback nih, dulu banget, sewaktu Nenek Kakek di rumah masih ada, Ibuk biasanya membuat jajan pan dengan 'mbludak'. Hihi, begini maksudnya, karena kue kering tersebut jasi favoritnya si mbah, maka kalau membuatnya dengan porsi besar. Membuatnya pun terkadang sampai tiga hari an. Eh.. itu udah dari pagi sampai sore lhoh yaa. Karena kalo bikin sendiri rempong bingit, jadi biasanya Ibuk menyewa tukang khusus yang memang profesional di bidang perjajan-pan-pan-an :D Selain bahannya yang memang banyak (karena bikinnya banyak), prosesnya yang rumit, eh.. manual pula, lhoh! Proses pemanggangannya bukan di atas kompor memakai oven melainkan di atas tungku api, dikasih seng (apa yak dalam Bahasa Indonesia-nya?), trus dikasih batu bata buat menyangga satu seng lagi (agar jadi dua susun, untuk kepraktisan dan keefesienan waktu), dan di atasnya masih ditambahi arang untuk jadi api. Well, kebayang kan panas atas bawah :D

Selain jajan pan, ada pula jajanan khas hari raya satu lagi di rumah kami. Sagon. Nah, kalo itu sihh pasti banyak yang tak asing kan? Jajanan berbentuk oval yang manis berbahan dasar kelapa tersebut juga dulu hampir tiap tahun terpajang dalam toples lebaran di rumah. Rasanya yang khas, renyah namun empuk seakan pas menjadi cemilan si mbah. Tak beda dengan jajan pan di atas, sagon pun dibuat dalam jumlah besar. Hihi.. seakan tak akan habis hingga setahun, Gaes!!

Iyes, saking banyaknya kedua jajanan berbahan kelapa tersebut memang tak akan habis di hari raya. Biasanya jajanan tersebut akan baru habis setelah lebaran haji atau hari raya 'Idul Adha. Hah? Hehehe.. jangan khawatir soal rasa, jika penyimpanannya bagus, kualitas rasanya tidak akan berubah lhohh!! Meskipun tanpa bahan pengawet, hal tersebut bisa jadi karena proses pembuatannya yang ribet tadi, Gaes!!

Well, resepnya nunggu sy tanya Ibuk di rumah saja ya pas mudik. Hehe.. jadi kalau ntar sudah ada resepnya sy akan edit postingan ini. Sementara, gambarnya saja dulu yaaa ;)

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge bersama #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RqmadhanHari ke 27

~from Rumah Teduh with Luv

Sabtu, 01 Juni 2019

Mengisi Waktu Saat Puasa

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Saat puasa adalah saat di mana kita harus bisa mengendalikan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa. Selain itu, kita juga diharapkan bisa mengendalikan diri dari segala hal yang sia-sia; baik itu terhadap fisik kita maupun terhadap batin kita.

Secara fisik  kita melakukan aktivitas fisik secara berlebih. Nah kan, tentu hal tersebut akan melelahkan dan membuat tenaga kita mudah terkuras, lelah, haus, dan lapar. Secara batin misalnya kita melakukan sesuatu yang tercela; misalnya ghibah atau membicarakan aib orang lain, marah-marah, atau pun hal lain yang dilarang agama. Meskipun tidak membatalkan puasa namun sayang kan jika puasa kita hanya haus dan lapar saja tanpa pahala?

Yes, menyiasati hal tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Beberapa aktivitas yang bisa digunakan untuk mengisi saat berpuasa antara lain;

1. Membersihkan rumah

Oke. Ini mungkin akan sedikit membuat kita mengeluarkan keringat, namun membersihkan rumah dengan tenaga yang dihemat tentu tak apa kan? Well, momen Ramadhan adalah momen jelang lebaran yang biasanya akan identik dengan teman dan kerabat yang anjangsana
Maka rumah bersih adalah keharusan. Hihi.. gak mau kan jadi bahan olokan karena rumah kotor?

2. Bermain sambil belajar

Saat puasa dan sudah liburan bagi seorang ibu bekerja adalah termasuk momen langka yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin momen tersebut untuk digunakan bersama anak anak. Supaya lebih bermanfaat, kita bisa mengajak anak belajar sambil bermain.

3. Membuat Kue Lebaran

Hihi.. ini seakan menjadi aktivitas wajib saat puasa. Membuat berbagai kue kering untuk lebaran bisa menjadi aktivitas mengasyikan lhoh. Anak-anak menjadi lebih kreatif.

4. Shopping

Haha. Ini juga yang bisa dilakukan di bulan puasa untuk menyambut lebaran. Kita bisa mencarikan baju baru, dll.

5. Perbanyak ibadah

Ini selain menenangkan juga berpahala. Lakukan bersama anak-anak untuk mengajari mereka tentang ibadah di bulan puasa

Nah, Gaes! Itu tadi berbagai pilihan hal bermafaat yang bisa dilakukan saat pussa.

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge bersama #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 26
~from Rumah Teduh with Luv

Kamis, 30 Mei 2019

Tradisi Lebaran

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Mom, sudah siap apa saja, nih, di rumah jelang lebaran? And sudah siap ngapain saja, nih, di rumah jelang lebaran? Hmm.. pasti yang sibuk bingit ya Mommy-mommy kan yaa. Dari mulai urusan logistik hingga urusan domistik *haha*, dari mulai badan sendiri sampe seluruh family *halah..hihi*. Well, begitulah setiap lebaran, kita pasti akan punya berbagai tradisi yang mungkin sama atau bisa jadi berbeda tapi tetap saja garis besarnya adalah Bahagia dan Sibuk. Termasuk sy 😊

Yess. Bahagia dan sibuk seakan menjadi tradisi jelang lebaran yang kemudian dilanjut dengan perayaan hari raya 'Idul Fitri. Sy harus bangun jam tiga pagi untuk memasak, Mom! Hihi. Iyes. Masih ada kenduri bergiliran di kampung kami. Meski memasak sederhana saja, tapi jika tidak terburu bangun mungkin sy jadi tidak bisa ikut salat 'Id. Sayang, kan? Jadi secepat mungkin sy harus sudah menyiapkan semuanya. Jam lima pagi giliran menyiapkan Mas Farhan dan Mas Fatan, baru kemudian me myself :) setelah salat 'Id, sy kembali pulang dan menata tujuh belas paket nasi n lauk di meja tamu untuk dikendurikan. *ah.. berasa jadi tukang catering. Haha. Kebetulan Rumah Teduh berada paling ujung yang artinya akan mendapatkan giliran terakhir. Sementara menunggu si Mas dan para tetangga yang akan kenduri di rumah, sy menyempatkan sedikit beberes dan menyiapakan bawaan untuk mudik *hihi..kalo boleh sy bilang mudik sihhhh. Wong ya dekat. Sudah sy tulis di postingan Mudik Asyik.

Sekitar jam sembilan akhirnya si Mas dan tetangga datang ke rumah. Well.. kebayang gak sih, Gaes, apa yang dibawa si Mas? Yuppp.. enam belas paket nasi dan lauk. *glek. Diapain coba? Yaaaa.. dikumpulin aja. Hanya sy bereskan di atas meja (karena keburu mudik), dan biasanya akan sy bawa beberapa ke rumah orang tua.

Begitulah setiap tahun :) Alhamdulillah banyak makanan banyak rezeki. Biasanya sepulang mudik (sore atau malam), sy baru memilah antara lauk kering (tahu tempe), ayam goreng, lauk basah, nasi, dan kue. Kemudian sy masukan lemari pendingin untuk lauk keringnya. Nasinya dipanaskan. Lauk basah dihangatkan. Dan well, tunggu besok-besoknya aja sih mau diapain. Yang jelas sy sudah sedia kecap, petis, dan bumbu dasar di rumah.

Nasinya? Kalo longgar ya bisa jadi kerupuk. Kalo sibuk ya... ada deh. Hehe.

Begitulah salah satu tradisi lebarang di kampung sy yang masih saja lekat hingga sekarang  padahal di seminggu kemudian akan ada lagi lebaran ketupat. Nahh.. ini nihh.. ada tradisi ater-ater keliling kampung; lontong, ketupat, lepet, dan dilengkapi kuah sayur seger ;)

Akhirnya.. selain tambah rekat tali silaturrahim dengan saling anjangsana, kumpulin'sangu' hari raya buat anak-anak, kami juga tambah seger dan makur karena banyak makanan di hari lebaran. :)

Moms tradisi lebarannya bagaimana?

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHarike 25

~from Rumah Teduh with Luv

Minggu, 26 Mei 2019

Puasa Menyenangkan Untuk Anak-anak

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Mom, mengenalkan puasa kepada anak-anak sangatlah dianjurkan sedini mungkin. Ketika mereka sudah dapat faham apa itu puasa di bulan Ramadhan, bagaimana makan sahur dan berbuka, apa saja yang dianjurkan dan dilarang jetika sedang berpuasa, maka mengajarkan anak berpuasa adalah sebuah keharusan bagi orang tua. Biarkanlah mereka ikut makan sahur. Mengajari salat Shubuh berjamaah. Dan membiasakan berpuasa meskipun hanya setengah hari kemudian sudah atau setengah hari kemudian bersambung. Yes, ala bisa karena biasa. Kemudian, mereka pun akan dengan sendirinya mengerti tentang puasa dan hal-hal baik di dalamnya, serta di tahun selanjutnya mereka akan mengerti tentang kewajiban berpuasa bagi setiap Muslim sehingga ketika mereka menunaikan kewajiban itu tak ada beban dan tak sampai membuat puasa mereka 'bolong' karena godaan. Hehe.. banyak lhoh bukti nyata di depan mata tentang puasa remaja atau pun orang dewasa yang 'bolong'! Kelihatannya puasa, bilang orangtuanya puasa, ehhhh.. di jarak sekian kilometer ternyata mereka sudah berbuka lebih awal dengan teman-teman sebayanya. Trus, pulang ke rumah bilangnya masih tetap puasa. Na'udzubillah.

Mom, lantas bagaimana membuat anak-anak dan remaja (bahkan mungkin orang dewasa) jujur kepada diri mereka sendiri dan orang lain bahwa mereka benar-benar menunaikan puasanya? Hmm.. sy rasa semua dimulai sejak dini; sejak mereka mulai belajar berpuasa. Well, seperti sy tulis di atas bahwa mereka tidak terbebani saat berpuasa tapi yang ada malah senang berpuasa. ;)

Untuk membuat mereka senang berpuasa dan berpuasa menyenangkan, sy akan berbagj tips yang bisa diterapkan, ya, Mom :) ehh.. sy menerapkan beberapa yang mungkin kepada Mas Farhan, lho! Secara tahun ini adalah tahun pertama Mas Farhan belajar berpuasa rutin meski hanya sampai jam 10/11 (haha.. tak sampai setengah hari, Gaes!)

Tips berpuasa menyenangkan bagi anak-anak adalah:

1. Mengenalkan dan mengajak makan sahur dengan menu kesukaan mereka.

Iyes, Mom. Penting sekali membiarkan anak-anak memilih menu makan sahur mereka supaya mereka bersemangat untuk bangun dan makan sahur. Iya, lhoh! Membuat anak-anak bangun sahir saja itu berat, Gaes!! Makanya tetep semangat. Oke lah, kita akan sedikit repot dengan hal ini, tapi demi anak-anak kita mulai belajar sepertinya tak salah jika kita sedikit mengalah ya kan ya kaann! Selanjutnya seiring waktu berjalan, kita mengenalkan dan mengajarkan anak sahur dengan menu keluarga yaa.. :)

2. Mengajarkan ibadah yang mudah

Sebenarnya sih tak ada ibadah yang sulit, hanya saja terkadang anak-anak merasa bahwa salat dan mengaji itu termasuk hal yang aduhai membosankannya. Nahh, inilah tugas kita, Mom. Yang dibutuhkan anak-anak adalah contoh nyata karena mereka itu masih tergolong imitator sejati. Hihi.. jadi kalau kita ingin mengenalkan salat dan mengaji, yaaa.. kita lakukan bersama anak-anak ya.

3. Memberikan aktivitas yang menyenangkan.

Ya. Anak-anak akan banyak tergoda dengan berbagai makanan dan minuman meskipun kadang mereka merasa takblapar. Maka tugas kita lah mengalihkan perhatian mereka dari makanan dan minuman di sekitar mereka. Caranya dengan memberikan aktivitas menyenangkan. Misalnya: belajar bersama, menonton televisi bersama, bermain bersama, atau mungkin membersihkan rumah bersama. Ya, kebersamaan itulah yang sebenarnya menyenangkan bagi anak-anak. Apalagi saat itu kita sekaligus dapat menyelipkan pengetahuan tentang hal yang kita lakukan bersama tersebut kepada anak-anak kita. Tapi perli diingat ya.. aktivitas apapun jangan sampai yang membuat capek bingit!

4. Luangkan istirahat cukup.

Salah satu hal yang malas dilakukan anak-anak adalah tidur siang. Haha.. sy kadang ngantuk dan tertidur duluan eh anak-anak udah nyelip keluar buat bermain aja. Di sinilah ketelatenan itu diperlukan. Kita bisa merayu anak-anak agar mau tidur siang dengan beberapa cara, misalnya: "nanti bangun tidur kita nyiram bunga bersama yaa" (hihi, anak-anak paling suka mainan air, Mom) atau dengan bilang "ntar kalau mau tidur siang ibuk masakin kue kesukaannya Adek yaa". Konsekuensinya, ya pasti kita harus menepati janji itu, dunk! Kalau sudah terbiasa tidur siang, sy yakin mereka akan rutin tidur siang tanpa adegan rayuan.

5. Ajak anak menyiapkan menu berbuka puasa

Ini juga agak sedikit rempong, Mom :) menyiapkan menu berbuka puasa sama anak-anak tuh kadang membuat apa yang kita kerjakan berasa lebih lama. Haha.. tapi mau gimana lagi coba! Atau kalau memungkinkan, ada suami yang menemani anak-anak dan kita memasak. Hihi.. itu yang lebih baik. Pun sesekali mengajak anak untuk ngabuburit dan berbuka puasa di luar juga akan menjadi hal baru dan tak monoton bagi anak-anak. Anak-anak senang, mommy apalagi!! *haha.. secara jadi gak masak, gitu, lhoh!!

6. Tidur malam lebih awal.

Ini penting sekali, lhoh! Tidur lebih awal tentu akan memudahkan kita bangun lebih awal dan anak-anak juga mudah untuk dibangunkan sahur. Setelah tarawih dan mengaji, ajaklah anak-anak belajar dan tidur lebih awal. Jangan biasakan nyalakan tivi setelah isya ya, Mom.. kenapa eh kenapa? Iya.. karena menurut pengalaman sy, anak-anak akan lebih sulit tidur ketika mereka bersiap tidur terlalu larut. Istilah orang Jawa adalah "kejugrak". :D

7. Kasih tahu anak-anak bahwa ada hal spesial di hari istimewa (Ramadhan dan Lebaran)

Anak-anak akan sangat suka dengan kabar gembira. ;) Mengajari anak-anak tentang zakat fitrah, sedekah, dan beribadah di bulan Ramadhan akan sangat dicintai Allah pasti membuat anak-anak semangat untuk berpuasa. Kemudian berkisah tentang lebaran juga pasti membuat anak-anak antusias menyambutnya. Euforianya, beli baju baru, persiapan kue lebaran, anjangsana ke kerabat dan teman, pasti akan menjadi hal yang dinanti anak-anak.

Oke, Mom! Itu tadi tips berpuasa menyenangkan untuk anak-anak yang mudah diterapkannya kan ya? Semoga berguna bagi kita semua. Semoga puasa kita diberikan kelancaran dan kemudahan. Aamiin. Berkah untuk kita, anak-anak, dan keluarga. Happy fasting, Mom!

*tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 21

~from Rumah Teduh with Luv

Ketika Saya Online di Bulan Ramadhan


Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Mom, masih online kan saat puasa di bulan Ramadhan kali ini? Hihihi... pasti iyes, lah. Mommy milenial kan ya kan yaaaa :) Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang kebaikannya akan dibalas dengan pahala berlipat ganda. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang seharusnya dipenuhi dengan ibadah yang istiqomah.


Jumat, 24 Mei 2019

Amalan di Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan istimewa yang pasti sudah begitu banyak diketahui kebaikannya bagi ummat Islam. Bulan Ramadhan ada bulan berpuasa, bulan penuh kebahagiaan, bulan ibadah, dan bulan penuh hikmah. Saat Ramadhan, kebaikan yang dilakukan seseorang akan dilipatgandakan pahalanya. Saat bulan Ramadhan, tidur pun dibalas dengan pahala (tentu saja tidurnya orang yang berpuasa). Saat bulan Ramadhan, bau mulut orang yang berpuasa menurut Allah akan lebih harum daripada bau misik. Saat bulan Ramadhan, ampunan Allah seakan mengalir terus untuk hambaNya yang memohon. Secara lengkap tentang istimewanya bulan Ramadhan bisa dibaca di sini.

Sebegitu istimewanya Bulan Ramadhan, maka sayang sekali, kan, jika dilewatkan hanya dengan menahan lapar dan dahaga saja? Alangkah baiknya jika selama bulan Ramadhan ini kita mengisi dengan berbagai kegiatan positif yang tentunya semua karena Allah. Lantas, amalan apa saja yang bisa kita lakukan? Berikut ini adalah beberapa amalan yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan.

1. Bangun untuk sahur

Sahur adalah hal sunnah yang di dalamnya penuh keberkahan. Begitu anjurkannya seorang yang berpuasa untuk makan sahur dan mengakhirkannya. Hikmah dari makan sahur tentu adalah kebaikan diri secara fisik sehingga seseorang bisa kuat berpuasa

2. Memperbanyak membaca al Quran

Ramadhan adalah syahrul Qur an; bulan di mana Al Qur an diturunkan. Banyaknya seseorang yang tadarrus al Qur an dan berbondong untuk menghafalkannya serta mengkhatamkannya di bulan Ramadhan adalah merupakan tanda bahwa istimewa sekali membaca Al Qur an di bulan Ramadhan

3  Memperbanyak beramal shalih

Beramal shalih atau berbuat kebaikan di bulan Ramadhan memang dijanjikan dengan pahala berlipat ganda. Jika berbuat baik di bulan selain Ramadhan saja begitu disukai oleh Allah, apalagi dilakukan di bulan Ramadhan. Amal shalih tersebut bisa termasuk memberikan sedekah, mengeluarkan infaq, menolong muslim yang lainnya, dsb.

4. Memperbanyak ibadah kepada Allah

Ada ibadah yang hanya bisa dilaksanakan saat Ramadhan. Misalnya: salat tarawih. Maka, begitu rugi jika seseorang meninggalkan salat tarawih yang hanya ada di bulan Ramadhan.

Ibadah lainnya berupa salat sunnah (dukha, tahajjud, qiyamul lail saat mencari lailatul qadr, dsb).

5. Membayar zakat

Zakat yang wajib dibayarkan adalah zakat fitrah. Tentang penjelasan zakat fitrah ada di postingan sy berjudul Menjadi Dermawan di Bulan Ramadhan

Ya, itulah beberapa amalan yang bisa dilakukan. Ada yang khuaus dilaksanakan di bulan Ramadhan dan ada yang bersifat umum. Bagaimana pun, amalan tersebut adalah karena Allah dan membuat hubungan antara Tuhan dengan manusia baik serta hubungan manusia dengan manusia juga menjadi baik.

*tulisan inidiikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHarike 19

~from Rumah Teduh with Luv

Kamis, 23 Mei 2019

Mudik Asyik

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Salah satu hal yang identik dengan lebaran adalah mudik. Yess, Gaes.. MUDIK. Pasti saat mudik atau pulang kampung merupakan saat yang sudah sangat terencana dengan baik; terencana secara moril, spirituil, and pastinya materiil. Hihi.. iya sih iyya, bagi yang mudik saja. Bagi yang rumahnya dekat orang tua, dekat mertua, tak merantau di luar kota, tak sedang jauh dari keluarga, mungkin mudik hanya ada di cerita rekan-rekannya dan menjadi angan-angan saja. That's, Gaes! Disyukuri saja ya kalau Anda; mommy-mommy kece, termasuk masyarakat yang mudiknya bahkan bisa hanya jalan kaki langsung cus nyampai. Begitulah, kadang pengalaman tidak harus dialami sendiri kan ya kan yaaa. Ingat, Mommmm.. ada lhoh orang di luar sana yang merana karena saat hari raya tidak bisa mudik dan bertemu keluarga entah karena alasan apa. Ada. Dan mungkin mereka baru bisa mudik setelah tiga atau lima tahun. Kasihan, kan!

Oke. Kembali ke cerita mudik. Tradisi pulang kampung saat hari raya memang dialami sebagian besar masyarakat. Ada yang jauh, cukup jauh, dekat, dan cukup dekat. Karena itu, seperti sy tulis di atas, ada beberapa orang yang entah karena alasan jarak atau dana atau apa terpaksa tidak bisa pulang kampung saat hari raya. Bersyukur alhamdulillah, sy termasuk orang yang bisa mudik di setiap hari raya. Sy punya pengalaman mudik dan rempongnya jelang mudik. Saat masih nyantri dan saat sekarang ini (meski sebenarnya yang sekarang ini 'mudik' sy mudik dalam tanda petik). Seberapapun jarak yang ditempuh saat mudik, persiapannya pun juga rempong, Gaes! Jadi jangan sepelekan mudik yaa. 'Halah, dekat juga pake acara ribet mo mudik sgala',  itu misalnya. :D

Sy lahir dan besar di desa hingga kemudian saat di Sekolah Menengah Atas sy merantau ke kota. Jauh, kah? Ya, menurut sy waktu itu. Jarak tempuh sejam lebih dengan sepeda motor dan hampir dua jam jika naik angkot bisa sy katagorikan jauh, kan, ya? :) bersekolah di sekolah umum (MAN Malang 1 angkatan 2004, hehe.. adakah mommy mommy or pembaca yang teman sesekolah sama sy?) dan sambil mondok di pesantren membuat sy tidak harus pulang pergi setiap hari dan well, saat mudik pun menjadi saat asyik yang dinanti sepanjang tahun *tsah! Tahun pertama, kedua, dan ketiga sy menunggu jemputan untuk pulang dan diantar saat balik pesantren. Tapi setelahnya, saat sudah kuliah, sy pun sudah terbiasa ngangkot untuk mudik dan balik. Alhamdulillah, sy termasuk mahluk yang enjoy enjoy aja tuh tinggal di pesantren yang penuh keajaiban ehhh.. gak ding, penuh peraturan. Salah satu peraturan pentingnya adalah hanya bisa pulang saat libur pesantren; yakni saat hari raya (H-9 s/d H+9) dan setelah ujian diniyah (yang dilaksanakan pas sekolah gak libur. Heu.. jadi tetep gak bisa pulang, deh!). Karena berharganya waktu mudik, maka mudik dan segala kerempongannya menjadi asyik, Gaes! ;)

Mudik asyik harus sudah dipersiapkan sematang mungkin, lho! Antara lain: membersihkan semuanya. Dari mulai pakaian (jangan sampai ada pakaian kotor yang akan ditinggal sekitar dua minggu), lemari dan isinya (pastikan rapi dan semuanya saved), kamar (ini dikerjakan bareng sama teman sekamar), dan penting: pastikan barang yang akan dibawa mudik sudah masuk ke dalam ransel. Gak usah bawa pakaian yang dipakai di pesantren, biar ranselnya gak terlalu sengsara.. hehe. Oh ya, pastikan pula membawa beberapa buku pelajaran sekolah (hihi..ini sy bingit). Malam haru jelang mudik, kami saling bercerita dan bergadang bersama teman seakan setelahnya kami akan terpisah dalam waktu yang lama (haha.. padahal hanya sua minggu). Besoknya, kami akan berbondong antri mengisi buku dan kartu pulang; pastikan tidak terlambat balik pesantren). Setelah berdoa dan berpamitan kepada Pak Yai, waktunya menunggu jemputan..duh sensasi dah dig dug mau pulang benar-benar asyik.

Saat sudah kuliah, hampir tak jauh beda sebenarnya. Sy juga sempat tinggal di asrama wajib maba UIN selama setahun. Setelah bebas asrama wajib, sy kembali lagi tinggal di pesantren. Usia yang beranjak dewasa dan pengalaman beberapa tahun menjadi penghuni kota membuat sy tak lagi mudik dijemput Abah. Tapi ngangkot. Persiapan mudik dengan angkot yang hanya tiga kali ganti angkot tidaklah seberat teman-teman yang harus naik bus atau kereta api. Sy perhatikan mereka harus bersiap lebih ekstra karena harus sudah membeli tiket di beberapa hari sebelumnya kalau perjalanan mudik mereka tak ingin tertunda. Mudik naik angkot juga asyik karena sy bisa sambil menikmati perjalanan yang muter muter kota dulu. Hehe. Karena itu sy harus memastikan untuk tidak membawa banyak barang dalam ransel. Biar tidak berat seperti Dilan menahan rindu *ehh.. apaan coba!

Itu mudik asyik saat masih nyantri yang untuk baliknya harus benar-benar memaksa diri karen jujur, Gaes! Kalo udah di rumah tuh rasanya jadi gak pengen balik ke pesantren. Hehehe.. kehidupan penuh kemudahan di rumah terlalu nyaman untuk berganti menjadi mandiri kembali dan bisa survive di pesantren. Alhamdulillah, sy melewati tujuh tahun merantau di luar kota dengan penuh hal-hal bermanfaat yang menyenangkan.

Lulus kuliah sy pamit pondok dan mulailah mengabdi di salah satu yayasan di desa. Beberapa tahun pun tak ada cerita mudik melainkan cerita kopdar dan reunian di waktu senggang. :) Hingga lima tahun berikutnya sy menikah dan pindah ke rumah si Mas.

Rumah Teduh kami tak begitu jauh sebenarnya, hanya sekitar 11 kilo-an. Apalagi setiap hari sy masih mengajar di yayasan yang lama. Jadi hampir bisa dipastikan waktu pagi hingga sore sy ada di desa sy dan malam hari baru pulang ke rumah. Hampir begitu setiap hari kecuali hari libir tentunya. Namun tetap saja selalu ada cerita mudik di hari raya.

Lain lubuk lain ikannya. Meski hanya berjarak sebelas kiloan ternyata tradisi hari raya dua tempat tersebut bisa berbeda, Gaes! Di desa sy sekarang, masih ada tradisi kenduren satu kampung door to door. Jadi setiap hari raya sy harus bangun sebelum shubub untuk memasak, menyiapkan berkat kenduri, menyiapkan anak-anak, si Mas, dan sy untuk salat 'Id, dan menyiapkan mudik ke rumah orangtua. Ah.. sy berasa jadi orang paling sibuk saat itu. Selepas salat 'Id sambil menunggu kenduri selesai, sy membersihkan rumah dan beberes. Rumah Teduh kami terletak paling ujung, jadi rumah kami adalah rumah terakhir yang didatangi kenduri bergiliran tersebut. Daannn...kabar baiknya adalah Mas sudah datang dengan membawa bungkusan besar berisi berkat dari tujuh belas rumah yang tadi sudah bergiliran kenduri. Isinya? Nasi dan lauk pauk. Alhamdulillah. Rizki dari Allah. :) dan diapakan nasi dan lauk sebanyak itu? Hihi... itu urusan nantinya, karena setelah acara kenduri selesai adalah waktunya mudik ;) Well, sesegera mungkin sy menyiapkan diri dan anak-anak untuk mudik ke rumah orangtua. Alhamdulillah, tetangga sudah hafal. Jadi kalo ada tamu saat itu dan rumah terkunci; maka tetangga akan bilang: mb Dewi mudik. Haha.. padahal tiap hari juga udah ke rumah orangtua sih. Karena itu yang ini 'mudik' dalam tanda petik.

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari Ke 18

~from Rumah Teduh with Luv

Rabu, 22 Mei 2019

Ramadhan Saat Masa Kecil

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Ramadhan bagi anak-anak adalah salah satu momen yang selalu dinanti dan juga untuk dikenang -unforgotable-. Karena saat Ramadhan adalah saat jam sekolah menjadi lebih pendek, saat kegiatan mengaji libur (haha, duluuuuu.. mengaji rutin di tpq diganti tadarusan di masjid), saat dapat uang saku tapi gak dipakai jajan, saat bisa beli baju baru, saat bisa makan berbagai kue saat bantu Ibu menyiapkan kue lebaran, dan pastinya saat menuju hari lebaran tiba. Hihi.. mana mungkin ada anak-anak yang tidak menyukai saat seperti itu? Berpuasakah mereka? Iya. Ada yang berpuasa setengah hari terus sudah. Ada yang berpuasa setengah hari dan lanjut lagi sampai maghrib. Dan ada yang berpuasa penuh yang memang patut dikasih standing applause karena sy termasuk yang ini, lhoh!! *hehe..maap maruk.

Well, mengingat kembali saat berpuasa di masa anak-anak tetiba membawa sy ke masa sekitaran kelas 2 atau 3 MI, sy cukup baik mengingat saat itu. Ah, sy bahkan sudah mulai berpuasa penuh. Kuat kah? Iyes. Sepertinya sy sudah tersugesti untuk kuat berpuasa saat dulu Ibu bercerita bahwa sy dilahirkan di hari ke dua puluh satu Ramadhan. Saat itu dini hari waktunya orang sahur. Nenek sy bahkan makan sahur di rumah bersalin yang lumayan jauh jaraknya dari rumah kami, beda kecamatan pula. Ya, karena cerita itu sy selalu merasa bersemangat untuk bangun dan makan sahur serta kemudian berpuasa hingga sehari penuh. Dan istimewanya juga, sy bukan tipe pembangkang yang diam-diam hobi mokel (makan secara sembunyi-sembunyi saat berpuasa). *hihi..maapkan maruk lagi, Gaessss!

Setelah bangun sahur sy pergi ke masjid dekat rumah untuk melaksanakan salat Shubuh berjamaah. Akan ada kultum di sana. Yes, sy suka mendengarkan kultum..hihi.. sampai saat ini sy suka mendengar kultum. Bagi sy, ceramah tidak harus panjang dan lama hingga terkantuk-kantuk, tapi sampaikan yang penting secara ringkas dan padat. That's all. Maka setelahnya sy juga akan bertemu dengan teman-teman sebaya untuk janjian jalan-jalan pagi. Dan ternyata tradisi itu masih ada hingga sekarang, Gaes! Kebayang gak sih jalan kaki sekitar 1 km kadang lebih lahh. Ehh.. di sini sekarang sy suka tak habis pikir dengan anak-anak. Saat puasa di pagi hari bukannya menyimpan tenaga untuk sehari nanti eh ini malah di pagi hari sudah dihabiskan untuk jalan kaki dan jauh pula. Di jalan nantinya memang akan banyak bertemu teman-teman lain yang sebaya. Kadang malah bisa mampir ke pasar untuk membeli something untuk dimakan saat berbuka nanti. Duh duh.. perencanaan yang terlalu pagi. Tapi itu kenyataannua, sih, yang dilakukan hampir sebulan penuh. Padahal tuh yaa.. di luar Ramadhan jarang bingit ada yang jalan-jalan pagi kalau tidak saat hari libur sekolah aja, sih!

Saat Ramadhan juga jam sekolah menjadi lebih pendek. Yes, ini peraturan pemerintah karena sekarang saat sy menjadi guru sy baru tahu bahwa sudah ada kalender pendidikan yang ditetapkan di awal tahun ajaran baru, jadi sekolah tidak boleh seenaknya sendiri menentukan kegiatan belajar mengajar, kegiatan lain, dan waktu libur. Selain lebih pendek, kegiatan belajar pun seakan lebih santai di Bulan Ramadhan. Apalagi hanya beberapa hari saja pelajaran berlangsung karena akan ada kegiatan pesantren Ramadhan yang diisi dengan beberapa kajian dan kegiatan zakat fitrah yang kemudian berakhir dengan buka bersama. Setelahnya, libur, dunk! Haha..dari dulu hari favorit sy tuh ya hari libur, Gaes!

Pulang sekolah, salat Dhuhur, tidur siang. Nikmatnya saat itu. Memang masa anak-anak seakan masa tanpa beban kecuali ada tugas sekolah. :) Saat bangun, akan ada film kartun yang biasa sy tonton sambil membantu Ibuk menyiapkan menu berbuka atau sambil momong adek. Eh, Gaes!! Saat itu kayaknya lagi booming kartun sailormoon atau wedding dress yang diputar sore hari. Jadi belum ada acara spesial Ramadhan seperti saat ini yang bisa sehari full. Hihi.. sy besar dengan berbagai fantasi princess dan superhero Jepang. Bahkan kalau saja saat ini sy punya banyak waktu luang, mungkin sy akan tetap menjadi fans-nya K-Pop drama, lho! :D Setelah selesai membantu Ibuk sekadarnya sy akan bersiap mandi, pergi ke masjid (dan tadarus sebentar), dan bermain bersama teman (haha..ini yang lama; gobak sodor, betengan, petak umpet, dan berbagai permainan yang menguras keringat, Gaes! Heran bingit lah sama pikiran anak-anak yang kayak ginih inih!). Pulang menjelang Maghrib biasanya sy ngisis supaya keringat kering sambil mengecek menu di meja makan. Hmmm.. seakan sebentar lagi semua yang tersaji akan ludes lumer ke dalam mulut. Nyatanya...

Ya, nyatanya saat berbuka tiba dan makan ya tetap secukupnya. Perut juga tidak mau dipaksa kali yaa. Hihi. Menunggu salat Isya dan Tarawih seakan tak butuh waktu lama. Ditinggal mengaji sebentar, nyemil, nonton tivi, alhamdulillah azan Isya berkumandang. Bergegas kami sekeluarga akan pergi ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Ah... senang rasanya berjamaah di masjid yang penuh dengan orang dan anak-anak. Ramai tak seramai biasanya. Dan karena menemani Ibuk tadarusan, sy biasanya pulang hampir jam sembilan malam. Eh.. kadang sihh. Karena lebih seringnya lebih tergoda untuk pulang duluan karena tergoda nonton tivi. Hehe.

Di hari-hari tertentu (biasanya setelah hari ke duapuluh satu Ramadhan), Ibuk sudah mulai sibuk membuat kue lebaran. Kami anak-anaknya akan dengan asyik dan senang hati menemani. Pun ada saat di mana Abah Ibuk membawa kami ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju baru. Duh, senangnya masyaAllah. Dulu bagi kami membeli baju baru identik dengan lebaran. Jadi jangan bayangkan seperti saat ini yang dikit-dikit ke online shop terus order baju yang lucu yang unik yang promo yang ini itu.. hehe. Zaman dahulu membeli baju itu istimewa, Gaes! Sepulangnya, sy dan adek akan begitu kemaruknya mencoba baju baru tersebut; tak hanya sekali dua kali. Hihi. Apalagi kalau ada kerabat yang baik hati membelikan kami sendal atau sepatu atau bahkan setelan baju baru. Wahhhhhh..senangnya bukan main kalau punya lebih dari sepasang!

Ya, Ramadhan saat masa kecil dulu sungguh indah dikenang. Tak ada gadget ataupun acara tivi sebanyak sekarang. Pun suasana Ramadhan begitu terasa, suara petasan dan juga suara tadarusan hingga larut malam.

Anda, Gaes! Pasti Ramadhan saat masa kecil Anda juga tak kalah mengesankan, kan?

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHarike 17

~from Rumah Teduh with Luv

Selasa, 21 Mei 2019

Menjadi Dermawan di Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***
Salah satu hikmah kebaikan seseorang yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah menjadi lebih dermawan. Yes, Mom. Bulan yang mulia ini seakan memberikan kesempatan kepada ummat Islam untuk berbuat baim sebanyak mungkin dan beribadah seistiqomah mungkin. Hikmahnya pun berlanjut: semoga kebaikan kebaikannya berlanjut di bulan-bulan setelah Ramadhan.

Menjadi dermawan di bulan Ramadhan mempunyai banyak cara. Diantaranya adalah dengan mengeluarkan zakat, infaq, dan sodaqoh. Well, secara sekilas ketiga derma tersebut mempunyai maksud yang hampir sama: yakni memberikan sesuatu untuk orang lain lillahi ta'ala, karena Allah. Noted ya.. pemberian tersebut adalah karena Allah. Jadi hindari niat lain dalam memberikan sesuatu untuk orang lain; misalnya berniat pamer atau menginginkan pujian orang lain. Ah, Gaess! Itu semua sudah jadul. Hehe.. sebenarnya, jika kita berniat karena Allah, maka otomatis orang lain yang mengetahui hal tersebut pun akan menilai dan mengapresiasi kebaikan kita; tanpa diminta. So, mari kita tekankan bersama niat memberi sesuatu karena Allah ya.
Oke. Kembali tentang zakat, infaq, dan sodaqoh. Selain persamaan seperti yang sy sebutkan di atas, ketiga bentuk derma tersebut mempunyai beberapa perbedaan. Berikut penjelasan singkat dan sederhananya.

Zakat.
Secara umum, ada dua jenis zakat; yakni zakat fitrah dan zakat maal (zakat harta benda). Namun yang wajib dibayarkan oleh setiap muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Ya, zakat ini wajib hukumnya berdasarkan hadits Rasulullah saw, "Diriwayatkan dari Ibnu Umar, sungguh Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan kepada manusia sejumlah satu sha' kurma atau gandum bagi setiap orang merdeka ataupun budak, lelaki atau perempuan muslim dari kaum muslimin," (Shahih Muslim).

Mengapa diwajibkan? Karena hikmah sesungguhnya dari Zakat Fitrah adalah 1) untuk menyucikan jiwa di bulan Ramadhan -hal ini termaktub dalam niat mengeluarkan zakat fitrah, dan 2) untuk menyempurnakan pahala puasa Ramadhan, karena dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa kata Rasul, puasa seseorang akan bergantung di antara langit dan bumi sampai ia mengeluarkan zakat dan kemudian baru di angkat ke langit.

Syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah

1. Orang Islam
2. Menjumpai akhir Ramadhan dan awal Syawwal. Jika ada orang yang meninggal setelah Maghrib di akhir Ramadhan, ia masih tetap harus membayar zakat, karena saat itu sudah masuk satu Syawwal. Dan jika ada bayi yang lahir setelah Maghrib di akhir Ramadhan, ia tidak wajib membayar zakat karena ia tidaklah mengalami saat Ramadhan.

Jenis dan Kadar Zakat Fitrah
Benda yang digunakan untuk zakat fitrah adalah makanan pokok sehari-hari (di Indonesia, makanan pokoknya adalah nasi, jadi zakatnya adalah beras. Jika memang ada yang mengeluarkan zakat berupa uang, maka harus baginya membelikan beras dengan uang tersebut. Besaran 1 sha' yang disebutkan di hadits di atas menurut kesepakatan ulama' adalah 2,5 hingga 3 kg.

Waktu dan niat mengeluarkan zakat fitrah
Waktu diperbolehkannya mengeluarkan zakat fitrah adalah dari 1 Ramadhan hingga 1 Syawwal. Yang lebih utama adalah mengeluarkan zakat fitrah setelah Shubuh di 1 Syawwal. Namun jika khawatir, yang wajib adalah di malam 1 Syawwal. Jadi hindarilah waktu yang makruh yakni 1 Syawwal setelah salat 'Id hingga malam.

Niat Zakat Fitrah
Dikutip dari zakat.or.id, berikut kumpulan niat zakat fitrah untuk diri sendiri maupun keluarga :
1. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”
2. Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”
3. Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
4. Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
5. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”
6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”
Doa Menerima Zakat Fitrah
Orang-orang yang menerima zakat fitrah disunnahkan untuk mendoakan pemberi zakat dengan doa yang baik.
Berikut contoh doa yang bisa dilafalkan oleh penerima zakat, dikutip dari Tribun Style :
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

☆Penerima Zakat Fitrah
Sesuai surah at-Taubah ayat 60,ada delapan golongan yang termasuk dalam mustahiq zakat atau orang orang yang berhak menerima zakat fitrah, yakni: 1) Faqir 2) Miskin 3) Amil atau panitia zakat yang ditetapkan imam atau pemerintah untuk menerima dan menyalurkan zakat 4)Mualaf atau orang yang baru masuk Islam 5)Budak untuk memerdekakan Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
5. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰntuk 
kebaikan

Infaq
Infaq berarti membelanjakan harta baik untuk kepentingam sendiri maupun untuk kepentingan sosial. Mengeluarkan infaq juga tidak harus saat bulan Ramadhan. 
Infaq biasanya berupa harta benda.

Sodaqoh.
Secara istilah sodaqoh juga berarti memberikan atau membelanjakan sesuatu kepada orang lain. Namun sodaqoh lebih ditujukan untuk kebaikan diri  sendiri. Mengenai sodaqoh, Allah bahkan menjanjikan pahala berlipat ganda. Sodaqoh lebih mudah dilakukan. Misalnya menyingkirkan duri di jalan dan tersenyum pun termasuk sodaqoh. Di bulan yang istimewa ini, banyak orang yang berlomba lomba bersodaqoh untuk meningkatkan kebaikannya. Misalnya dengan berbagi takjil di jalan atau masjid, dengan memberikan makanan untuk berbuka puasa, dan lainnya.

Yaa.. marilah kita perbanyak amal kebaikan kita di bulan Ramadhan kali ini agar kebailannya senantiasa mengalir dan menimbulkan kebaikan yang sama di bulan bulan setelahnya. Marilah kita menjadi dermawan di bulan Ramadhan kali ini untuk  kemudian kedermawanan itu menjadi karakter kita di bulan bulan berikutnya.

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 16

from Rumah Teduh with Luv ~

Senin, 20 Mei 2019

Kenapa Memilih Bedak Wardah?

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Memakai bedak adalah hal lumrah dan hampir wajib untuk para wanita. Bahkan, mungkin bermake up menjadi belum sempurna jika belum memakai bedak di sentuhan akhirnya. Tak hanya untuk keperluan penting saja, lhoh, wanita harus memakai bedak. Sy ingat bagaimana nenek sy suka menegur jika sy tak memakai bedak setelah mandi. Hihi.. jadi seakan-akan, memakai bedak adalah salah satu indikator kita sudah mandi apa belum. Haha.. itu menurut nenek sy, lhoh, Mom!

Time flies. Hingga di masa senja-nya pun nenek sy masih rajin memakai bedak setelah mandi ataupun setelah sekadar mencuci muka. Ahh.. bagi nenek nenek saja tampil cantik itu perlu, Mom. Apalagi, bagi kita? Ye kan ye kaaannn? Well, berbedak juga salah satu usaha tampil cantik bagi seorang wanita. Apalagi saat ini, ketika berbagai produk kecantikan (termasuk bedak) begitu ramainya menghiasi layar televisi kita. Hampir semuanya menawarkan hal yang sama; yakni mempercantik wajah. Hmm.. siapa yang tidak kesengsem dengan tawaran para wanita cantik bintang iklannya, Mom? Yes. Pasti yang terbayang saat melihat iklan tersebut adalah bahwa kita akan bisa tampil secantik bintang iklan kosmetik itu. Haha.. possible, sih! Tapi yak lihat sikon dulu kali yaa. Bagaimanapu  kita harus bisa memilih produk yang sesuai dengan wajah kita..eh.. juga jangan lupa sesuaikan budget, Mom.

Salah satu produk kecantikan wajah yang sy rekomendasikan adalah yang bintang iklannya punya nama yang sama dengan sy *aihhh..haha.. apaan, coba! Well.. mungkin Mommy tahu Dewi Sandra. Iyya.. Dewi Sandra dan bukan Sandra Dewi, lho! Dewi Sandra adalah salah satu public figure yang wajahnya tak asing lagi dalam iklan produk Wardah. Dan untuk bedak, sy memilih Bedak Wardah.

Bedak Wardah mempunyai beberapa varian yang bisa dipilih berdasarkan jenis kulit Anda. Seperti yang sy baca dari review bedak Wardah di bukalapak.com, berikut ini adalah 10 jenis bedak Wardah beserta keunggulannya yang bisa menjadi referensi.

1. Wardah Instaperfect Matte Fit Powder Foundation, mampu menyamarkan tampilan pori-pori

Tentu kita ingin tampak flawless dan cerah saat menghadiri acara. Nah, Wardah Instaperfect Matte Fit Powder Foundation ini bisa menjadi pilihan kita karena compact powder ini hadir dengan kandungan foundation bertingkat coverage tinggi.

Bedak Wardah ini juga mampu memberikan efek mencerahkan, dan memiliki formula yang ringan, sehingga hasilnya mampu menyamarkan pori-pori karena teksturnya yang halus. Powder foundation yang memiliki kandungan superfine minerals ini hadir dalam tiga pilihan shades yang seluruhnya bisa menjadi pilihan warna kulit perempuan Indonesia. Harga bedak Wardah terbaru ini kisaran Rp95 ribu.

2. Wardah Everyday Shine Free BB Loose Powder, cocok untuk kulit berminyak

Produk ini adalah bedak tabur transparan yang mengandung oil absorber yang mampu membantu mengendalikan minyak berlebih pada wajah. Wardah Everyday Shine Free BB Loose Powder memiliki tekstur ringan dengan partikel light-reflecting, dan hasil akhirnya adalah soft focus yang membantu menyamarkan garis halus pada wajah.

Karena kemasannya yang kecil, bedak tabur ini bisa dibawa kemana mana untuk touch up saat wajah sudah mulai mengilap. Wardah Everyday Shine Free BB Loose Powder bisa dobeli dengan kisaran harga Rp52 ribu

3. Wardah Acne Face Powder, mengandung salicylid acid yang cocok untuk kulit berjerawat

Mungkin ini adalah salah satu bedak yang jarang terdengar namun bukan berarti produk ini tidak bagus, lho! Wardah menghadirkan Acne Face Powder yang cocok untuk kulit sensitif dan berjerawat. Berbeda dengan jenis bedak Wardah lainnya, kandungan salicylic acid  dalam bedak ini adalah bahan utama sebagai obat anti-acne.

Kandungan lainnya yakni triclosan yang membantu melawan bakteri penyebab jerawat. Wardah Acne Face Powder bisa dibeli dengan harga kisaran Rp35 ribu.

4. Wardah Acnederm Face Powder, hasil matte cocok untuk kulit sensitif

Untuk kulit yang sedang sensitif, terkadang sangat sulit bagi kita menentukan bedak tabur yang cocok. selain Wardah Acne Face Powder, bedak Wardah Acnederm juga cocok untuk kulit yang sedang sensitif atau berjerawat. butiran dari loose powder ini halus sehingga mampu mengunci base make up dengan natural yang akhirnya menjadi matte.

Selain itu, bedak ini juga mampu membantu mencerahkan kulit dari dan menyerap minyak berlebih sehingga wajah tidak mudah mengilap. bedak tabur Wardah ini bisa dibeli dengan kisaran harga Rp40 ribu.

5. Wardah Lightening BB Cake Powder, formulanya ringan dan cocok untuk sehari-hari

Bedak Wardah Lightening BB Cake Powder adalah salah satu bedak yang bisa dipakai sehari-hari. Formulanya seperti BB cream yang ringan di kulit dan mampu meratakan warna kulit dengan natural. Bedak Wardah ini mengandung SPF 15 PA++ mengandung oil-balancing beads dan UV filter agents yang membantu kulit wajah normal cenderung berminyak tampak bebas kilap, matte, cerah alami sepanjang hari.

Formula bedak yang seperti inilah yang sesuai digunakan sehari-hari tanpa menggunakan foundation atau BB cream sebelumnya. Cukup aplikasikan bedak ini untuk menghasilkan no makeup makeup look. Bedak ini bisa dibeli dengan harga kisaran Rp46 ribu.

6. Wardah Lightening Two Way Cake Light Feel, perpaduan bedak dan foundation yang terasa ringan

Bedak Wardah Lightening Two Way Cake Light Feel ini adalah perpaduan bedak dan foundation. Teksturnya yang halus dan lembut ini mampu bertahan lama saat digunakan pada wajah apalagi buat yang memiliki kulit wajah kombinasi dan berminyak.

Selain itu, bedak Wardah Lightening Two Way Cake Light Feel ini juga dilengkapi dengan ekstrak licorice, UV Protection dan juga vitamin E yang dapat sekaligus menjaga kesehatan kulit wajahu Harga yang ditawarkan juga masih cukup terjangkau yaitu kisaran Rp50 ribu.

7. Wardah Exclusive Two Way Cake, hasil matte yang memiliki tekstur lembut

Sesuai dengan namanya, bedak Wardah Exclusive Two Way Cake ini memiliki keunggulan yaitu dapat menutupi noda-noda di wajah secara sempurna. Bedak yang merupakan perpaduan foundation ini juga tahan seharian jika digunakan untuk berbagai aktifitas, lho. Hasil akhir Wardah Exclusive Two Way Cake tetap terlihat matte dan mempunyai tekstur lembut dan halus ketika digunakan pada wajah.

Ada lima pilihan shade yang bisa disesuaikan dengan wajah Anda yaitu, light beige, sheer pink, sandy beige, natural dan coffee beige. Produk ini ditwarkan dengan kisaran harga Rp85 ribu, dan untuk refill kisaran Rp55 ribu.

8. Wardah Lightening Two Way Cake Extra Cover, mampu membuat kulitmu setingkat lebih cerah

Teksturnya halus dan ringan di wajah. Bedak ini juga dapat menutupi noda hitam pada wajah. Sehingga sesuai sekalibuat Anda yang punya noda hitam bekas jerawat dan butuh bedak dengan daya coverage tinggi.

Bedak ini juga bisa digunakan untuk wajah berminyak karena bedak ini bisa membuat wajah bebas kilap seharian, halus, dan membuat kulit tampak setingkat lebih cerah. Wardah Lightening Two Way Cake Extra Cover hadir dengan empat pilihan warna yaitu, light beige, golden beige, sheer dan natural yang bisa didapatkan dengan harga Rp55 ribu.

9. Wardah Everyday Luminous Compact Powder, tekstur yang halus di kulit

Wardah Luminous Compact Powder memiliki partikel bedak yang halus dan aman untuk dipakai buat yang memiliki kulit sensitif karena kandungan micronized powder di dalamnya. Terlebih, Wardah Luminous Compact Powder juga memiliki oil control untuk membuat wajah bebas kilap.

Teksturnya sangat ringan bahkan terasa seperti tak berbedak. Bedak ini bisa dibeli dengan kisaran harga Rp30 ribu.

10. Wardah Luminous Face Powder, mengandung micropowder sehingga hasilnya menyatu di kulit

Salah satu bedak tabur yang patut dicoba adalah Wardah Luminous Face Powder yang memiliki kandungan oil control untuk membuat wajah bebas kilap seharian. Sesuai untuk pemilik kulit wajah berminyak dan berjerawat.

Keunggulannya adalah memiliki partikel micropowder sehingga dapat menempel dengan baik dan sempurna pada wajahmu. Jadi, wajah terlihat dan terasa halus lembut selama pemakaian. Harganya berkisar Rp46 ribu.

Nah, sudah sedikit banyak tahu, kan, pilihan bedak Wardah yang sesuai dengan wajah kita, Mom?

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari 15

~from Rumah Teduh with Luv

Minggu, 19 Mei 2019

Menanti THR


Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***
Iya, Gaes! 😊 kalau kita seorang pegawai or karyawan, salah satu hal yang dinanti saat Ramadhan seperti sekarang adalah THR. Termasuk Anda mommy-mommy kece, kan, ya? Pasti pun menanti THR dari suami tercinta. Hehe.. gapapa kali, udah lumrah dan umum juga, sih!

Sabtu, 18 Mei 2019

Mom, Lindungi Anakmu dari Gaya Rambut yang Dilarang Nabi!

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Bahkan, putra pertama sy yang berusia belum genap tujuh tahun sudah sangat care terhadap rambutnya.

Well, benar sekali, Mom. Emang udah jamannya; jaman now! Ketika anak-anak semakin lincah dan melek teknologi. Maka, urusan potong rambut pun kadang adalah pilihan mereka. Yes. Tak lagi seperti zaman dahulu ketikan seorang anak manut apa kata orang tua. Sekarang, mereka lebih pandai berinisiatif dan berpendapat serta memutuskan mana yang -menurut mereka- tepat dengan mereka sendiri.

Oke. Kembali ke judul postingan kali ini, Mom. Pasti sadar tidak sadar kita harus mengakui bahwa anak-anak kita adalah digital native yang sudah tak asing lagi dengan berbagai kemajuan di zaman ini. Informasi yang sebegitu cepatnya sampai ke mereka mau tak mau memengaruhi mereka; entah berupa pemikiran, gaya hidup, habit, dan.... gaya rambut *haha..nyambung gak, sihh? Ya wes lahh.. lanjut yak!!

Gaya rambut merupakan bagian penting dari style anak jaman now. Apalagi anak lelaki yang notabene lebih leluasa menata rambut mereka ketika anak perempuan sudah dibiasakan berhijab sejak dini. Kalau anak perempuan, gaya rambut yang begitu beragam tak akan berpengaruh banyak pada perubahan rambut mereka *ehh.. complicated gak, sih, maksud sy inihh? :D dan anak lelaki tak beda jauh sebenarnya. Ketika mereka sudah bisa memilih model rambut ketika bercukur atau ke barbershop, maka pasti kebanyakan dari mereka akan memilih yang sedang tren saat ini. Dan salah satunya adalah model rambut bercukur sebagian dengan pelontos sementara sebagian lainnya dibiarkan saja rambut yang tumbuh tersebut. Maka hal itulah yang disebut Qaza'. Maka dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Nafi’ rahimahullah (salah seorang ulama dari kalangan tabi’in), dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qaza’.”

Perawi yang meriwayatkan hadits ini dari Nafi’ bertanya kepada Nafi’, “Apa itu qaza’?”

Nafi’ berkata,

يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِيِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ

“Dicukur habis (dipelontos) sebagian rambut kepala anak kecil, dan dibiarkan sebagian yang lain.” (HR. Bukhari no. 5921 dan Muslim no. 2120)

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/9865-parenting-islami-30-larangan-mencukur-rambut-dengan-model-qaza.html

Ya. Pasti Mommy sudah tahu kan model rambut tersebut. Meskipun anak kita mengatakan bahwa gaya rambut seperti itu adalah kekinian, tapi pastikan kita melarang mereka, ya. Melarang dan mengarahkannya agar mereka pun mengerti jika dalam Islam, gaya rambut qaza' dilarang. Ah, masih banyak kan gaya rambut yang lebih stylish dan membuat anak-anak menjadi keren. Gaya rambut yang sesuai dengan anak adalah gaya rambut yang pas dengan kepala dan bentuk wajah mereka. Gaya rambut yang rapi dan tentu saja enak dipandang.

Mom, menjadi Ibu memang kadang kita harus melek informasi agar tak kalah sama anak-anak kita. Eh, bukannya maksud tak kalah di sini adalah kita harus menang lhoh, ya.. tapi kalah dalam artian kita tidak ketinggalan info dan menjadi mudah 'diakali' anak. Karena itu, hayuk, dah, kita belajar selalu agar tetap menjadi obu yang smart ya.

Semoga di bulan yang penuh kebaikan ini, kita juga belajar banyak hal, ya! Keep beimg strong n smart, Mommy!!

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

*Ramadhan Hari 13

~from Rumah Teduh with Luv

Jumat, 17 Mei 2019

Cantik dengan Tunik

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Tunik. Mommy pasti sudah tak asing dengan kata tersebut, kan? Yess... kata tersebut sudah mengakrabi para wanita jika membahas tentang fashion. Ada banyak model pakaian yang menjadi pilihan. Dari mulai dress panjang, baju tanpa lengan, busana casual, hingga pakaian resmi, maka tunik bisa menjadi bagian netral yang bisa digunakan di waktu yang fleksibel untuk segala usia. Yup, dari anak-anak, remaja, wanita dewasa, hingga nenek-nenek bisa, lhoh, memakai tunik. Hehehe.

Tunik merupakan baju longgar panjang hingga sekitaran lutut. Jika mengingat masa kecil, maka sebutan tunik saat ini hanyalah trend yang berulang, dulu ibu sy menyebut baju longgar panjang sekitaran lutut dengan istilah 'baju kurung'. Nahh.. sekarang model baju seperti itu in kembali karena bisa dipadupadankan dengan berbagai bawahan, bisa dengan atau tanpa hijab (mungkin jika untuk non muslim), bisa menyesuaikan moment saat kita memakainya. Btw, kebayang Kak Ros di Upin Ipin, kan? :)

Seperti yang dilansir dalam Griya Clothes ada berbagai macam tunik yang bisa menjadi referensi berbusana Anda.

1. Tunik Simple
Untuk busana casual sehari-hari, tunik sederhana (longgar dan panjang tanpa terlalu banyak aksen) bisa menjadi pilihan. Padupadankan dengan jilbab senada untuk menambah tampilan Anda lebih menarik, ya, Mom. Tunik simple bisa dipasangkan dengan  bawahan celana ataupun rok span.

2. Tunik Peplum
Tunik peplum pas untuk Mommy yang feminim. Bisa dipadupadankan dengan celana jeans atau bahan. Tunik jenis ini juga cocok untuk digunakan sehari-hari.

3. Tunik Chiffon
Tuni dengan bahan chiffon yang lembut, motif dan degradasi warnanya sesuai menjadikan tunin chiffon banyak diminati.

4. Tunik Vest Atau Tunik Rompi
Ini merupakan tunik dengan outer yang bisa membuat pemaikainya tampak elegan namun santai.

5. Tunik Asimetris
Tunik berbentuk asimetris yang pas bisa membuat salah satu medel baju yang tak biasa namun fashionable.

6. Tunik Dress
Seperti namanya, tunik dress mempunyai model seperti dress pada umumnya namun lebih panjang.

7. Tunik Atasan
Untuk tunik atasan, bagian depan lebih pendek (bahkan seperti baju biasa) namun dengan bagian belakang yang panjang munkin hingga di bawah pinggul. Untuk tunik jenis ini, jangan gunakan celana ketat, ya, Mom.

8. Tunik Abaya
Ini adalah kombinasi antara tunik dan abaya. Jadi secara desain, ini adalah abaya yang menyerupai tunik. Jadi secara biasanya abaya dipakai di acara formal, maka karena dimodel seperti tunik, tunik abaya juga akan pas dipakai saat santai.

Well, itu tadi beberapa referensi tanpa gambar (haha.. sy belum mempunyai banyak referensi gambar; belum sempat buatnya, Mom.. heu, rebutan hape mulu sama si kecil shalih), ya.. yang mungkin bisa menjadi panduan dan pertimbangan mommy kece jika ingin memakai tunik.

Oh ya, penting juga, buatlah tunik yang pas di  badan ya. Tidak terlalu ketat, lho! Jadi tunik tersebut juga akan sesuai dipakai dengan hijab dan bawahan rok atau celana. InsyaAllah, tunik yang pas dipakai tersebut tidak akan menyalahi syariat Islam, kok, Mom. :)

*tulisan ini diikutkan dalam Blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

Semoga  bermanfaat, ya. :)

~from Rumah Teduh with Luv

Kamis, 16 Mei 2019

Memasak Ketupat Lezat Secara Cepat

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Ingat 'Idul Fitri, ingat ketupat, dunk!! Hehe.. Iya, kan, Mom? Salah satu hal yang identik dengan lebaran ya adanya ketupat di daftar sajian meja makan. Memasak ketupat yang sudah menjadi tradisi Idul Fitri mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Menurut asalnya, tradisi memasak ketupat dimulai di masa Sunan Kalijaga. Ketupat yang dalam Bahasa Jawa disebut kupat berarti ngaku lepat (mengaku bersalah) karena saat Idul Fitri adalah momen yang sangat ditunggu untuk bermaaf-maafan. Karena itu, saat bulan Syawal adalah saat yang pas untuk membuat ketupat.

Memasak ketupat tidaklah semudah memasak nasi pada umumnya meskipun bahan dasar membuat ketupat adalah beras. Begitu pula caranya yang agak ribet membuat mommy-mommy milenial lebih suka 'beli jadi' daripada memasak sendiri. Hehe.. padahal sebenarnya sekarang membuat ketupat tak lagi memerlukan waktu semalam suntuk seperti yang dilakukan nenek sewaktu sy kecil, lhoh! Yes, ada cara praktis dan higienis untuk memasak ketupat sehingga tak sampai dua jam, sajian ketupat bisa dinikmati oleh seluruh keluarga

Yupp, memasak ketupat cepat menggunakan panci presto 😊

Bahan-bahan yang diperlukan adalah:

1. Beras 1 Kg untuk isian ketupat
2. Janur kelapa *usahakan yang segar* untuk pengemasnya yaa.

Cara membuatnya adalah:

1, Cucilah beras hingga bersih kemudian tiriskan.

2. Anyamlah ketupat (wadah) dari janur. Cuci bersih kemudian gantunglah supaya airnya tiris.

3. Isikan beras yang sudah disiapkan tadi melalui sudut ketupat, setelah setengah terisi, rapatkan anyaman agar rapat dan menghindarkan kebocoran sehingga beras tidak berkurang. Takaran beras akan berpengaruh pada ketupat; jika terlalu banyak, ketupat akan sangat akas dan jika terlalu sedikit, ketupat akan mengencer tidak pulen.

4. Kumpulkan ketupat isian beras tadi; misalnya masing-masing sepuluh buah untuk kemudian diikat menjadi satu. Jika sudah, siram dengan air. * sebenarnya, proses menyiram ini bertujuan membersihkan daun janurnya. Jika sebelum memasukan beras daun janur sudah dicuci, tidak perlu menyiram ketupat mentah dengan air yaa. Sisihkan.

5. Siapkan panci presto di atas kompor. Isilah air kurang lebih setengah bagian.

6. Masukan ketupat mentah ke dalam panci. Jika belum terendam semua, tambahkan air. Jangan terlalu penuh, ya..

7. Tutuplah panci dengan rapat. Gunakan api agak besar.

8. Tunggu kurang lebih dua jam. Ketupat sudah siap disajikan dengan teman opor ayam atau yang lainnya.

Nah, Mom, lebih cepat, kan? Jika menggunakan panci biasa bisa hingga enam jam, lhoh, matangnya. :)

Oh ya, satu kilogram beras tadi bisa untuk kira-kira dua puluh buah ketupat. Fyi, ketupat sebenarnya tidak begitu tahan lama di udara luar. Karena itu, lebih cepat habis juga lebih baik. Jika dimasukan ke dalam lemari pendingin mungkin akan bisa lebih tahan lama, tapi menikmati ketupat yang tidak dimasukan kulkas ternyata lebih lezat, yes!

Oke. Selamat mencoba, ya, Mom!

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge bersama #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN
#RamadhanHari ke 11

~from Rumah Teduh with Luv

Rabu, 15 Mei 2019

Bau Mulut Saat Berpuasa; Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Mom, pernah gak merasa kurang pede saat ngobrol di kala berpuasa? Hmm... wajar saja, kok. Hehe.. pengalaman sy juga, sih! Masalah mulut berbau kurang sedap sering dialami oleh orang yang sedang berpuasa di rush hour ehh.. di saat siang hari bulan puasa. Akibatnya kita merasa minder ketika harus berbicara, khawatir jika lawan bicara tidak nyaman berada di dekat kita. Well, tentu saja hal itu sangat mengganggu, kan? Bagaimana jika pembicaraan itu penting? Bisa-bisa terjadilah pembicaraan yang tidak fokus karena kita tidak percaya diri ketika mengungkapkan pembicaraan sementara lawan bicara kita tidak  nyaman berada di dekat kita.

Bau mulut yang tidak sedap atau halitosis seringkali berhubungan dengan kesehatan mulut kita. Biasanya bau mulut timbul karena sisa makanan, bakteri, dan kotoran yang ada dalam mulut. Sisa makanan di dalam mulut yang terlalu lama akan dihancurkan oleh bakteri sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Begitu juga dengan kesehatan gigi yang buruk yakni gigi berlubang dan masalah gusi berdarah juga bisa membuat nafas dan mulut berbau kurang sedap.

Penyebab Bau Mulut

Menurut artikel yang dilansir Pepsodent, beberapa masalah kesehatan mulut, gigi, dan gusi yang bisa menyebabkan bau mulut yang tidak sedap banyak :

1. Sinusitis

Sinusitis atau peradangan di sekitar rongga hidung ternyata tanpa disadari penderitanya juga bisa menyebabkan bau mulut yang tidak sedap saat berbicara. Mengapa? Karena sinusitis menghasilkan lendir kental berbau yang mengalir dari rongga sinus ke tenggorokan. Parahnya, saat sinusitis menyerang, penderita tidak bisa membau dengan baik, sehingga sering luput mendeteksi apakah ia memiliki bau mulut atau tidak.

Penyebab utama sinusitis biasanya adalah virus flu yang menyebabkan infeksi. Selain infeksi virus flu, penyebab lainnya antara lain bakteri jamur, infeksi gigi, atau aktivitas merokok yang rutin. Sinusitis juga bisa menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Biasanya, anak-anak mudah tertular dengan cara ini.

2. Xerostomia

Xerostomia atau mulut kering adalah suatu kondisi gangguan kesehatan yang kadang terjadi karena hal–hal kecil yang terlupakan. Mulut kering bisa terjadi karena kurangnya kandungan air liur dalam mulut. Selain itu, penyebab lain dari mulut kering adalah dehidrasi (apalagi saat berpuasa), sedang mengkonsumsi obat, atau sedang pilek. Saat pilek, seseorang harus bernafas melalui mulut, sehingga air liur mengering dan terjadi xerostomia.

Keringnya mulut karena ketiadaan air liur bisa membuat mulut mengeluarkan bau tidak sedap. Air liur dalam mulut berperan untuk membunuh bakteri berlebih sehingga tidak sampai mengeluarkan bau tidak sedap. Ya, jika mulut kering dan tidak mengandung air liur, maka perkembangan bakteri di mulut jadi tidak terkendali dan menyebabkan bau mulut tidak sedap.

3. Gangguan Saluran Pencernaan

Penyebab ketiga ini adalah yang lebih serius dari munculnya bau mulut tak sedap, yakni gangguan saluran pencernaan. Gangguan pencernaan yang paling umum adalah maag dan penyakit asam lambung atau GERD. Saat terkena penyakit asam lambung, lingkaran otot bawah Esofagus biasanya sudah tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan asam lambung keluar dari lambung dan naik kembali ke Esofagus, bahkan ke mulut. Sehingga ketika asam naik sampai ke mulut dan tertinggal di mulut hal tersebutlah yang akan menyebabkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu.

Penyakit asam lambung merupakan kondisi penyakit kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat Indonesia, jadi sebaiknya kita waspada, ya, Mom! Mengurangi makanan yang berlemak dan makanan pedas adalah salah satu cara menghindari asam lambung. Dengan demikian, kita dapat menghindari munculnya bau mulut tak sedap karena asam lambung tersebut.

Nahh..sekarang kita sudah sedikit mengerti kan mengenai penyebab bau mulut tak sedap. Karena itu patutlah kiranya kita bisa mencegah bau mulut tak sedap meskipun sedang berpuasa. Misalnya dengan menggosok gigi dengan cermat sehingga tak ada sisa makanan tertinggal. Ehh.. menggosok giginya setelah sahur, lhoh, yaa.. *ada di blogpost sy kemarin di sini. Selain itu perbanyak minum agar tidak sampai dehidrasi. Dan penting juga memilih dan memilah makanan untuk sahur dan berbuka puasa.

Iya iyaaa.. bau mulut orang yang berpuasa dalam sebuah hadits dikatakan bahwa menurut Allah bau mulut orang yang berpuasa akan lebih wangi dari bau misik, tapi bukan berarti kita harus membuatnya bau, kan? Hehe.. tetap nafas segar saat berpuasa malah lebih baik, lhoh!!

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge bersama #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN
#RamadhanHari ke 10

~from Rumah Teduh with Luv