Hujan

Tampilkan postingan dengan label The Gift : My Big Days. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Gift : My Big Days. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2019

Ramadhan Day 30: Menyambut Lebaran

Bismillahirrahmannirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Alhamdulillahirrabil 'alamin. Maka, nikmat Tuhan yang mana kah yang engkau dustakan?

Kita sudah sampai di Ramadhan hari terakhir. Ya, yang artinya jika nanti pemerintah sudah mengumumkan datangnya 1 Syawwal, maka kita akan bisa mendengarkan alunan takbir dari beberapa musalla atau masjid di sekitar kita. Allahu akbar. Gemuruh takbir kemudian juga akan memenuhi berbagi media televisi atau radio.

Mom, sudah ngapain saja buat menyambut lebaran besok? Well, pasti yang paling sibuk adalah para Mommy, yess! InsyaAllah sibuknya berkah dan lelahnya lillah ya. Sy -alhamdulillah- benar-benar merasa terbantu oleh keluarga terutama suami. Oke, di postingan blog challenge yang ini sy ingin sedikit curhat.

Jadi sebenarnya dari Selasa seminggu yang lalu Mas Fatan mulai diare. Panik, dong, sy! Sy mempunyai trauma dengan diare. Khawatir dehidrasi. Pengalaman Mas Farhan di usianya yang 15 bulan dulu pernah opname lima hari gegara dehidrasi. Alhamdulillah, Allah welas. Setelahnya sy sangat berhati-hati agar jangan sampai dehidrasi saat diare. Termasuk Mas Fatan. Besoknya sy membawa ke bu bidan dan ternyata vonis bidan adalah mejan dan ada nyeri perut. Alhamdulillah, ada perkembangan setelah minum obat, namun sepertinya nyeri perutnya masih ada hingga hari Sabtu (padahal waktu itu sy ada acara ater-ater lebaran/megengan. Alhamdulillah, pagi pagi sy telfon mb Pid -kakak- untuk membantu dan bisa). Ya, mb Pid lah yang memasak untuk ater-ater karena siangnya sy membawa Mas Fatan ke pijat bayi karena seperti masih ada nyeri perut yang dirasakan. Kata Mak Khot -tukang pijat- Mas Fatan banyak jatuh sambil duduk. Iya.. memang Mas Fatan anak yang aktif. Alhamdulillah setelahnya seperti tidak ada keluhan nyeri perut. Kata bulek sy, untuk mejan bisa dicoba memberikan sesendok seduhan kopi hitam diberi campuran tetesan kunyit kental. Sy pun mencobanya. Alhamdulillah juga membaik. Kini diarenya sudah berangsur pulih meski masih ada sedikit, sihh. Sy tetap memberikan sirup dari bu bidan dan larutan oralit setelah diare. Dan, asupan asi serta air minum juga lebih banyak agar tidak sampai diare. Sy juga membatalkan puasa sejak hari Rabu. Bismillah lillah. Semoga sy bisa mengqodho' dan membayar fisyah di hari setelah Ramadhan nanti. Kini Mas Fatan masih agak lesu. Ya, memang sejak hari itu nafsu makannya berkurang drastis. Eh.. kemarin berangsur pulih; sudah mau makan meski sedikit, sihhh. Semoga segera sehat. Ya Allah.. semoga Engkau limpahlan kesehatan kepada kami dan keluarga kami. Aamiin.

Dan, sebab drama di atas persiapan menyambut lebaran sy tidak seperti sebelumnya. Hehe.. gapapa lah. Eh, blkg challenge sy juga jafi agak complicated. Ah.. maaf adminnn! Yang seharusnya dipublish kemarin eh baru bisa hari ini. Kadang malah gak sempat publish. Ya wea lah. Kondisi juga sihh.

Alhamdulillah, si Mas membantu beberes dan beberaih rumah. Sy hanya harus menyiapkan kue lebaran dan sedikit kenduri untuk besok. Eh.. padahal sy sudah membeli bahan untuk membuat kue kering, tapi belum sempat buat. Hanya eggdrop dan kastengel saja yang sudah. Haha.. gapapa lah. Alhamduliah berbagai kue ready toko masih banyak.

Mom, bagaimana nih persiapn menyambut lebarannya? Semangat selalu ya. Semoga selalu sehat dan strong. Aamiin insyaAllah. :) eh.. jangan sampai lupa zakat fitrahnya ya. Semoga yang puasanya ada yang bolong bisa segera mengqodho' aamin.

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1440 H. Met Lebaran. Mohon maaf jika di blogpost sy ada yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat untuk sy khususnya dan untuk yang sudah baca. Aamiin. Terima kasih,mb Cantiq Admin Blogger Perempuan Network yang sudah memotivasi sy untuk mengisi blog ini lagi. Terima kasih yang sudah blogwalking. Semoga ada kebaikan yang kita petik dari blog challenge ini. InsyaAllah.

Minal 'aidin wal Faizin. Semoga Hari Raya kita menyenangkan dan bermakna ya. Selamat berkumpul dan beranjangsana bersama keluarga menikmati indah dan bahagia hari raya.

Wallahu muwaffiq ilaa aqwanitthariq. Wallahu a'lam bishawwab.

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 30

~from Rumah Teduh with Luv

Ramadhan Day 29; Doa dan Harapan

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Alhamdulillah, di Bulan Ramadhan tahun ini kita sampai di hari ke dua puluh sembilan. Artinya jika Allah masih memberi kesempatan, maka kita sudah hampir sebulan penuh bisa menikmati rangkaian ibadah di Bulan Ramadhan. Berpuasa, makan sahur dan berbuka puasa, salat tarawih, zakat, dan berbagai hal lain yang telah kita lakukan sebulan ini tentu saja akan sangat kita rindukan untuk kita lakukan di bulan Ramadhan tahun depan. Selain itu, masih akan ada banyak hal yang mungkin juga tetiba akan hilang dari kehidupan kita. Life story. Suara panggilan sahur, peringatan imsak, azan maghrib yang dinanti, riuhnya bilal, ☺serta tadarusan pasti juga akan perlahan memudar.

Lantas apa yang kemudian kita lakukan? Yes, berdoa dan berharap kepada Allah swt dengan penuh keyakinan.  Berdoa semoga segala kesalahan kita selama sebulan ini diampuniNya. Semoga segala yang kita lakukan diterima Allah swt. Aamiin. Pun kita berdoa keberkahan dan kebaikan bulan Ramadhan kali ini.

Harapannya adalah semoga kita masih diberikan kesempatan dan umur untuk berjumpa Ramadhan tahun berikutnya. Harapan kita adalah kebaikan Ramadhan masih terus ada hingga bulan bulan berikutnya. Dan harapan kita juga semoga keistiqomahan kita saat Ramadhan tidak berhenti, namun tetap berimbas pyn setelah Ramadhan. Yakni kita tetap bangun pagi, Salat berjamaah, melaksanakan amalan sunnah, berbuat kebaikan, mengendalikan diri, tilawah, qiyamul lail, dan hal-hal lain yang disukai Allah.

Mom, Ramadhan adalah momen pengguggur dosa. Ramadhan adalah momen kita mengukur dan merefleksi diri. Kita mengukur apakah kita bisa menjadi insan yang bisa baik dan lebih baik atau sama saja dengan bulan-bulan yang biasanya. Dan bulan Ramadhan kita bisa merefleksi diri kita apakah kita selama ini sudah berusaha menjadi orang yang bisa mengendalikan diri. Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membawa perubahan kepada diri kita; secara lahir dan bathin.

Ya, sehingga kemudian kita akan bertemu Syawwal. Yakni bulan peningkatan si mana kita bisa mwngetahui hasil penggugguran dosa, hasil pengukuran dan perefleksian diri kita; berhasil atau kurang berhasil. Tentu saja, hasil yang diharapkan adalah baik, kan.

*tulisan ini diikutkan salam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 29

~from Rumah Teduh with Luv

Minggu, 02 Juni 2019

Berbagi Takjil Berbagi Kebaikan

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa dan bulan penuh kebaikan. Bahkan, kita 'diam' dan tidur saja ketika sedang berpuasa sudah dihitung sebuah kebaikan berpahala, apalagi jika kemudian kita melakukan hal-hal istimewa dan penuh kebaikan. Yes, Gaes.. sayang sekali kan jika momen Ramadhan kita harus sama dengan bulan-bulan yang lainnya. Oh.. oke oke, memang sih berbuat kebaikan tidak harus menanti Ramadhan ya, etapi maksudnya adalah sebaiknya kita berbuat sangat baik di bulan Ramadhan (melebihi bulan-bulan yang lainnya) karena di bulan ini Allah melipatgandakan pahala, menjanjikan surga, dan berbagai hal istimewa hanya ada di bulan Ramadhan; misalnya puasa.

Berpuasa merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam yang beriman. Orang yang berpuasa dia harus mengendalikan diri dari hal hal yang membatalkan puasa dan hal hal yang membuat puasa sia sia karena hanya haus dan lapar saja. Balasannya? Tentunya Allah lah yang akan membalasnya dengan segera. Yang bisa dirasakan orang yang berpuasa secara langsung adalah kebahagiaan. Disebutkan bahwa ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa; yakni saat ia berbuka puasa dan saat kelak ia akan bertemu Tuhannya di hari akhir. Nah, dari hadits tersebut menandakan bahwa kebahagiaan akan dirasakan oleh orang yang berpuasa ketika ia berbuka puasa. Ketika sudah sehari penuh seorang yang berpuasa menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal lain yang membatalkan puasa, maka saat azan maghrib berkumandang menandakan bahwa ia berhasil melaluinya. Apa yang bisa dilakukan seseorang di waktu itu? Yes, salah satunya adalah menyediakan free takjil bagi seorang yang berpuasa yang belum tiba di rumah hingga maghrib tiba.

Berbagi takjil merupakan agenda rutin di madrasah tempat sy mengabdi. Momen tersebut dilakukan di hari terakhir masuk sekolah sekaligus menutup serangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan yang berlangsung selama satu minggu. Meskipun bukan sy pribadi yang melakukannya, namun ada bahagia ketika kami bersama anak-anak (Osis) melakukannya bersama. Melihat mereka menumbuhkan karakter bekerja sama dan dermawan kepada sesama adalah bonus dari kebahagiaan lain di hari tersebut.

Meskipun hanya segelas es buah dan tiga butir kurma, namun acara berbagi takjil menjadi bermakna. Ada tawa anak-anak dan ada respon suka dari para penerima takjil tersebut. Mereka seakan tidak terganggu karena ada anak-anak yang menghentikan di tengah jalan. Alhasil, sekitar 400 paket free takjil alhamdulillah bisa terbagikan dalam waktu satu jam saja.

Ya, ada kebaikan dalam tiap takjil yang diterima. Kebaikan yang teraduk dalam paket takjil tersebut ketika anak-anak menyiapkannya.  Momen berbagi takjil itulah yang begitu berkesan saat Ramadhan kali ini. Setelahnya, kami para dewan guru dan staf satu yayasan dan anak-anak Osis kemudian berbuka bersama. Meskipun acara tidak berlanjut hingga tarawih bersama, namun tali silaturrahim tak terasa semakin erat saja. Lebih jauh yang terasa adalah ikatan batin kami semakin kuat dan merasa menjadi saudara dengan rekan kami satu yayasan.

Well, sebenarnya hampir setiap momen dalam bulan Ramadhan adalah mengesankan. Bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur, mengajari Mas Farhan sahur, mengajari Mas Farhan salat berjamaah, membiasakan tilawah, menyiapkan sajian berbuka, berburu persiapan lebaran, membuat kue lebaran, menjelaskan tentang zakat fitrah kepada Mas Farhan, mengajak Mas Farhan dan Mas Fatan salat tarawih, dll yang terkadang juga membuat godaan berpuasa semakin besar karena semua hal tadi ternyata belum berjalan mulus. Hehe.. apalagi yang tentang mengajari Mas Farhan yang begitu banyak pertanyaan dan jawaban.

But everything's okay, Mom. Let's try. Trial and error are possible but successfull is more possible, right!

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge bersama #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 28

~from Rumah Teduh with Luv

Jajanan Khas Hari Raya

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Mom, apa lagi nih yang khas saat hari raya? Weww.. bitul bingit. Ada berbagai kue lebaran di meja tentunya. Mulai dari yang asin hingga manis. Mulai dari yang made in pabrik hingga home made. Mulai dari yang kriuk kriuk sampai yang empuk. Mulai dari yang kekinian hingga yang jadul. Begitulah kebahagiaan hari raya. Memberikan banyak hal spesial, termasuk kue lebaran khas.

Bagi masyarakat desa (yang gak ndeso, lho!), jajanan khas hari raya adalah kue kering yang paling populer adalah 'jajan pan-(pan-an)'. Hihi, dinamakan seperti itu karena proses pembuatannya menggunakan pan atau yang istilah sekarang lebih dikenal dengan nama 'oven', well.. kalo di desa ovennya manual, ya, Gaes! Jadi proses pemanggangannya memakai kompor.

Btw, sedikit flashback nih, dulu banget, sewaktu Nenek Kakek di rumah masih ada, Ibuk biasanya membuat jajan pan dengan 'mbludak'. Hihi, begini maksudnya, karena kue kering tersebut jasi favoritnya si mbah, maka kalau membuatnya dengan porsi besar. Membuatnya pun terkadang sampai tiga hari an. Eh.. itu udah dari pagi sampai sore lhoh yaa. Karena kalo bikin sendiri rempong bingit, jadi biasanya Ibuk menyewa tukang khusus yang memang profesional di bidang perjajan-pan-pan-an :D Selain bahannya yang memang banyak (karena bikinnya banyak), prosesnya yang rumit, eh.. manual pula, lhoh! Proses pemanggangannya bukan di atas kompor memakai oven melainkan di atas tungku api, dikasih seng (apa yak dalam Bahasa Indonesia-nya?), trus dikasih batu bata buat menyangga satu seng lagi (agar jadi dua susun, untuk kepraktisan dan keefesienan waktu), dan di atasnya masih ditambahi arang untuk jadi api. Well, kebayang kan panas atas bawah :D

Selain jajan pan, ada pula jajanan khas hari raya satu lagi di rumah kami. Sagon. Nah, kalo itu sihh pasti banyak yang tak asing kan? Jajanan berbentuk oval yang manis berbahan dasar kelapa tersebut juga dulu hampir tiap tahun terpajang dalam toples lebaran di rumah. Rasanya yang khas, renyah namun empuk seakan pas menjadi cemilan si mbah. Tak beda dengan jajan pan di atas, sagon pun dibuat dalam jumlah besar. Hihi.. seakan tak akan habis hingga setahun, Gaes!!

Iyes, saking banyaknya kedua jajanan berbahan kelapa tersebut memang tak akan habis di hari raya. Biasanya jajanan tersebut akan baru habis setelah lebaran haji atau hari raya 'Idul Adha. Hah? Hehehe.. jangan khawatir soal rasa, jika penyimpanannya bagus, kualitas rasanya tidak akan berubah lhohh!! Meskipun tanpa bahan pengawet, hal tersebut bisa jadi karena proses pembuatannya yang ribet tadi, Gaes!!

Well, resepnya nunggu sy tanya Ibuk di rumah saja ya pas mudik. Hehe.. jadi kalau ntar sudah ada resepnya sy akan edit postingan ini. Sementara, gambarnya saja dulu yaaa ;)

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge bersama #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RqmadhanHari ke 27

~from Rumah Teduh with Luv

Jumat, 24 Mei 2019

Amalan di Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan istimewa yang pasti sudah begitu banyak diketahui kebaikannya bagi ummat Islam. Bulan Ramadhan ada bulan berpuasa, bulan penuh kebahagiaan, bulan ibadah, dan bulan penuh hikmah. Saat Ramadhan, kebaikan yang dilakukan seseorang akan dilipatgandakan pahalanya. Saat bulan Ramadhan, tidur pun dibalas dengan pahala (tentu saja tidurnya orang yang berpuasa). Saat bulan Ramadhan, bau mulut orang yang berpuasa menurut Allah akan lebih harum daripada bau misik. Saat bulan Ramadhan, ampunan Allah seakan mengalir terus untuk hambaNya yang memohon. Secara lengkap tentang istimewanya bulan Ramadhan bisa dibaca di sini.

Sebegitu istimewanya Bulan Ramadhan, maka sayang sekali, kan, jika dilewatkan hanya dengan menahan lapar dan dahaga saja? Alangkah baiknya jika selama bulan Ramadhan ini kita mengisi dengan berbagai kegiatan positif yang tentunya semua karena Allah. Lantas, amalan apa saja yang bisa kita lakukan? Berikut ini adalah beberapa amalan yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan.

1. Bangun untuk sahur

Sahur adalah hal sunnah yang di dalamnya penuh keberkahan. Begitu anjurkannya seorang yang berpuasa untuk makan sahur dan mengakhirkannya. Hikmah dari makan sahur tentu adalah kebaikan diri secara fisik sehingga seseorang bisa kuat berpuasa

2. Memperbanyak membaca al Quran

Ramadhan adalah syahrul Qur an; bulan di mana Al Qur an diturunkan. Banyaknya seseorang yang tadarrus al Qur an dan berbondong untuk menghafalkannya serta mengkhatamkannya di bulan Ramadhan adalah merupakan tanda bahwa istimewa sekali membaca Al Qur an di bulan Ramadhan

3  Memperbanyak beramal shalih

Beramal shalih atau berbuat kebaikan di bulan Ramadhan memang dijanjikan dengan pahala berlipat ganda. Jika berbuat baik di bulan selain Ramadhan saja begitu disukai oleh Allah, apalagi dilakukan di bulan Ramadhan. Amal shalih tersebut bisa termasuk memberikan sedekah, mengeluarkan infaq, menolong muslim yang lainnya, dsb.

4. Memperbanyak ibadah kepada Allah

Ada ibadah yang hanya bisa dilaksanakan saat Ramadhan. Misalnya: salat tarawih. Maka, begitu rugi jika seseorang meninggalkan salat tarawih yang hanya ada di bulan Ramadhan.

Ibadah lainnya berupa salat sunnah (dukha, tahajjud, qiyamul lail saat mencari lailatul qadr, dsb).

5. Membayar zakat

Zakat yang wajib dibayarkan adalah zakat fitrah. Tentang penjelasan zakat fitrah ada di postingan sy berjudul Menjadi Dermawan di Bulan Ramadhan

Ya, itulah beberapa amalan yang bisa dilakukan. Ada yang khuaus dilaksanakan di bulan Ramadhan dan ada yang bersifat umum. Bagaimana pun, amalan tersebut adalah karena Allah dan membuat hubungan antara Tuhan dengan manusia baik serta hubungan manusia dengan manusia juga menjadi baik.

*tulisan inidiikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHarike 19

~from Rumah Teduh with Luv

Kamis, 23 Mei 2019

Mudik Asyik

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Salah satu hal yang identik dengan lebaran adalah mudik. Yess, Gaes.. MUDIK. Pasti saat mudik atau pulang kampung merupakan saat yang sudah sangat terencana dengan baik; terencana secara moril, spirituil, and pastinya materiil. Hihi.. iya sih iyya, bagi yang mudik saja. Bagi yang rumahnya dekat orang tua, dekat mertua, tak merantau di luar kota, tak sedang jauh dari keluarga, mungkin mudik hanya ada di cerita rekan-rekannya dan menjadi angan-angan saja. That's, Gaes! Disyukuri saja ya kalau Anda; mommy-mommy kece, termasuk masyarakat yang mudiknya bahkan bisa hanya jalan kaki langsung cus nyampai. Begitulah, kadang pengalaman tidak harus dialami sendiri kan ya kan yaaa. Ingat, Mommmm.. ada lhoh orang di luar sana yang merana karena saat hari raya tidak bisa mudik dan bertemu keluarga entah karena alasan apa. Ada. Dan mungkin mereka baru bisa mudik setelah tiga atau lima tahun. Kasihan, kan!

Oke. Kembali ke cerita mudik. Tradisi pulang kampung saat hari raya memang dialami sebagian besar masyarakat. Ada yang jauh, cukup jauh, dekat, dan cukup dekat. Karena itu, seperti sy tulis di atas, ada beberapa orang yang entah karena alasan jarak atau dana atau apa terpaksa tidak bisa pulang kampung saat hari raya. Bersyukur alhamdulillah, sy termasuk orang yang bisa mudik di setiap hari raya. Sy punya pengalaman mudik dan rempongnya jelang mudik. Saat masih nyantri dan saat sekarang ini (meski sebenarnya yang sekarang ini 'mudik' sy mudik dalam tanda petik). Seberapapun jarak yang ditempuh saat mudik, persiapannya pun juga rempong, Gaes! Jadi jangan sepelekan mudik yaa. 'Halah, dekat juga pake acara ribet mo mudik sgala',  itu misalnya. :D

Sy lahir dan besar di desa hingga kemudian saat di Sekolah Menengah Atas sy merantau ke kota. Jauh, kah? Ya, menurut sy waktu itu. Jarak tempuh sejam lebih dengan sepeda motor dan hampir dua jam jika naik angkot bisa sy katagorikan jauh, kan, ya? :) bersekolah di sekolah umum (MAN Malang 1 angkatan 2004, hehe.. adakah mommy mommy or pembaca yang teman sesekolah sama sy?) dan sambil mondok di pesantren membuat sy tidak harus pulang pergi setiap hari dan well, saat mudik pun menjadi saat asyik yang dinanti sepanjang tahun *tsah! Tahun pertama, kedua, dan ketiga sy menunggu jemputan untuk pulang dan diantar saat balik pesantren. Tapi setelahnya, saat sudah kuliah, sy pun sudah terbiasa ngangkot untuk mudik dan balik. Alhamdulillah, sy termasuk mahluk yang enjoy enjoy aja tuh tinggal di pesantren yang penuh keajaiban ehhh.. gak ding, penuh peraturan. Salah satu peraturan pentingnya adalah hanya bisa pulang saat libur pesantren; yakni saat hari raya (H-9 s/d H+9) dan setelah ujian diniyah (yang dilaksanakan pas sekolah gak libur. Heu.. jadi tetep gak bisa pulang, deh!). Karena berharganya waktu mudik, maka mudik dan segala kerempongannya menjadi asyik, Gaes! ;)

Mudik asyik harus sudah dipersiapkan sematang mungkin, lho! Antara lain: membersihkan semuanya. Dari mulai pakaian (jangan sampai ada pakaian kotor yang akan ditinggal sekitar dua minggu), lemari dan isinya (pastikan rapi dan semuanya saved), kamar (ini dikerjakan bareng sama teman sekamar), dan penting: pastikan barang yang akan dibawa mudik sudah masuk ke dalam ransel. Gak usah bawa pakaian yang dipakai di pesantren, biar ranselnya gak terlalu sengsara.. hehe. Oh ya, pastikan pula membawa beberapa buku pelajaran sekolah (hihi..ini sy bingit). Malam haru jelang mudik, kami saling bercerita dan bergadang bersama teman seakan setelahnya kami akan terpisah dalam waktu yang lama (haha.. padahal hanya sua minggu). Besoknya, kami akan berbondong antri mengisi buku dan kartu pulang; pastikan tidak terlambat balik pesantren). Setelah berdoa dan berpamitan kepada Pak Yai, waktunya menunggu jemputan..duh sensasi dah dig dug mau pulang benar-benar asyik.

Saat sudah kuliah, hampir tak jauh beda sebenarnya. Sy juga sempat tinggal di asrama wajib maba UIN selama setahun. Setelah bebas asrama wajib, sy kembali lagi tinggal di pesantren. Usia yang beranjak dewasa dan pengalaman beberapa tahun menjadi penghuni kota membuat sy tak lagi mudik dijemput Abah. Tapi ngangkot. Persiapan mudik dengan angkot yang hanya tiga kali ganti angkot tidaklah seberat teman-teman yang harus naik bus atau kereta api. Sy perhatikan mereka harus bersiap lebih ekstra karena harus sudah membeli tiket di beberapa hari sebelumnya kalau perjalanan mudik mereka tak ingin tertunda. Mudik naik angkot juga asyik karena sy bisa sambil menikmati perjalanan yang muter muter kota dulu. Hehe. Karena itu sy harus memastikan untuk tidak membawa banyak barang dalam ransel. Biar tidak berat seperti Dilan menahan rindu *ehh.. apaan coba!

Itu mudik asyik saat masih nyantri yang untuk baliknya harus benar-benar memaksa diri karen jujur, Gaes! Kalo udah di rumah tuh rasanya jadi gak pengen balik ke pesantren. Hehehe.. kehidupan penuh kemudahan di rumah terlalu nyaman untuk berganti menjadi mandiri kembali dan bisa survive di pesantren. Alhamdulillah, sy melewati tujuh tahun merantau di luar kota dengan penuh hal-hal bermanfaat yang menyenangkan.

Lulus kuliah sy pamit pondok dan mulailah mengabdi di salah satu yayasan di desa. Beberapa tahun pun tak ada cerita mudik melainkan cerita kopdar dan reunian di waktu senggang. :) Hingga lima tahun berikutnya sy menikah dan pindah ke rumah si Mas.

Rumah Teduh kami tak begitu jauh sebenarnya, hanya sekitar 11 kilo-an. Apalagi setiap hari sy masih mengajar di yayasan yang lama. Jadi hampir bisa dipastikan waktu pagi hingga sore sy ada di desa sy dan malam hari baru pulang ke rumah. Hampir begitu setiap hari kecuali hari libir tentunya. Namun tetap saja selalu ada cerita mudik di hari raya.

Lain lubuk lain ikannya. Meski hanya berjarak sebelas kiloan ternyata tradisi hari raya dua tempat tersebut bisa berbeda, Gaes! Di desa sy sekarang, masih ada tradisi kenduren satu kampung door to door. Jadi setiap hari raya sy harus bangun sebelum shubub untuk memasak, menyiapkan berkat kenduri, menyiapkan anak-anak, si Mas, dan sy untuk salat 'Id, dan menyiapkan mudik ke rumah orangtua. Ah.. sy berasa jadi orang paling sibuk saat itu. Selepas salat 'Id sambil menunggu kenduri selesai, sy membersihkan rumah dan beberes. Rumah Teduh kami terletak paling ujung, jadi rumah kami adalah rumah terakhir yang didatangi kenduri bergiliran tersebut. Daannn...kabar baiknya adalah Mas sudah datang dengan membawa bungkusan besar berisi berkat dari tujuh belas rumah yang tadi sudah bergiliran kenduri. Isinya? Nasi dan lauk pauk. Alhamdulillah. Rizki dari Allah. :) dan diapakan nasi dan lauk sebanyak itu? Hihi... itu urusan nantinya, karena setelah acara kenduri selesai adalah waktunya mudik ;) Well, sesegera mungkin sy menyiapkan diri dan anak-anak untuk mudik ke rumah orangtua. Alhamdulillah, tetangga sudah hafal. Jadi kalo ada tamu saat itu dan rumah terkunci; maka tetangga akan bilang: mb Dewi mudik. Haha.. padahal tiap hari juga udah ke rumah orangtua sih. Karena itu yang ini 'mudik' dalam tanda petik.

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari Ke 18

~from Rumah Teduh with Luv

Selasa, 21 Mei 2019

Menjadi Dermawan di Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***
Salah satu hikmah kebaikan seseorang yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah menjadi lebih dermawan. Yes, Mom. Bulan yang mulia ini seakan memberikan kesempatan kepada ummat Islam untuk berbuat baim sebanyak mungkin dan beribadah seistiqomah mungkin. Hikmahnya pun berlanjut: semoga kebaikan kebaikannya berlanjut di bulan-bulan setelah Ramadhan.

Menjadi dermawan di bulan Ramadhan mempunyai banyak cara. Diantaranya adalah dengan mengeluarkan zakat, infaq, dan sodaqoh. Well, secara sekilas ketiga derma tersebut mempunyai maksud yang hampir sama: yakni memberikan sesuatu untuk orang lain lillahi ta'ala, karena Allah. Noted ya.. pemberian tersebut adalah karena Allah. Jadi hindari niat lain dalam memberikan sesuatu untuk orang lain; misalnya berniat pamer atau menginginkan pujian orang lain. Ah, Gaess! Itu semua sudah jadul. Hehe.. sebenarnya, jika kita berniat karena Allah, maka otomatis orang lain yang mengetahui hal tersebut pun akan menilai dan mengapresiasi kebaikan kita; tanpa diminta. So, mari kita tekankan bersama niat memberi sesuatu karena Allah ya.
Oke. Kembali tentang zakat, infaq, dan sodaqoh. Selain persamaan seperti yang sy sebutkan di atas, ketiga bentuk derma tersebut mempunyai beberapa perbedaan. Berikut penjelasan singkat dan sederhananya.

Zakat.
Secara umum, ada dua jenis zakat; yakni zakat fitrah dan zakat maal (zakat harta benda). Namun yang wajib dibayarkan oleh setiap muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Ya, zakat ini wajib hukumnya berdasarkan hadits Rasulullah saw, "Diriwayatkan dari Ibnu Umar, sungguh Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan kepada manusia sejumlah satu sha' kurma atau gandum bagi setiap orang merdeka ataupun budak, lelaki atau perempuan muslim dari kaum muslimin," (Shahih Muslim).

Mengapa diwajibkan? Karena hikmah sesungguhnya dari Zakat Fitrah adalah 1) untuk menyucikan jiwa di bulan Ramadhan -hal ini termaktub dalam niat mengeluarkan zakat fitrah, dan 2) untuk menyempurnakan pahala puasa Ramadhan, karena dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa kata Rasul, puasa seseorang akan bergantung di antara langit dan bumi sampai ia mengeluarkan zakat dan kemudian baru di angkat ke langit.

Syarat wajib mengeluarkan zakat fitrah

1. Orang Islam
2. Menjumpai akhir Ramadhan dan awal Syawwal. Jika ada orang yang meninggal setelah Maghrib di akhir Ramadhan, ia masih tetap harus membayar zakat, karena saat itu sudah masuk satu Syawwal. Dan jika ada bayi yang lahir setelah Maghrib di akhir Ramadhan, ia tidak wajib membayar zakat karena ia tidaklah mengalami saat Ramadhan.

Jenis dan Kadar Zakat Fitrah
Benda yang digunakan untuk zakat fitrah adalah makanan pokok sehari-hari (di Indonesia, makanan pokoknya adalah nasi, jadi zakatnya adalah beras. Jika memang ada yang mengeluarkan zakat berupa uang, maka harus baginya membelikan beras dengan uang tersebut. Besaran 1 sha' yang disebutkan di hadits di atas menurut kesepakatan ulama' adalah 2,5 hingga 3 kg.

Waktu dan niat mengeluarkan zakat fitrah
Waktu diperbolehkannya mengeluarkan zakat fitrah adalah dari 1 Ramadhan hingga 1 Syawwal. Yang lebih utama adalah mengeluarkan zakat fitrah setelah Shubuh di 1 Syawwal. Namun jika khawatir, yang wajib adalah di malam 1 Syawwal. Jadi hindarilah waktu yang makruh yakni 1 Syawwal setelah salat 'Id hingga malam.

Niat Zakat Fitrah
Dikutip dari zakat.or.id, berikut kumpulan niat zakat fitrah untuk diri sendiri maupun keluarga :
1. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”
2. Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”
3. Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
4. Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
5. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”
6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”
Doa Menerima Zakat Fitrah
Orang-orang yang menerima zakat fitrah disunnahkan untuk mendoakan pemberi zakat dengan doa yang baik.
Berikut contoh doa yang bisa dilafalkan oleh penerima zakat, dikutip dari Tribun Style :
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

☆Penerima Zakat Fitrah
Sesuai surah at-Taubah ayat 60,ada delapan golongan yang termasuk dalam mustahiq zakat atau orang orang yang berhak menerima zakat fitrah, yakni: 1) Faqir 2) Miskin 3) Amil atau panitia zakat yang ditetapkan imam atau pemerintah untuk menerima dan menyalurkan zakat 4)Mualaf atau orang yang baru masuk Islam 5)Budak untuk memerdekakan Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”
5. Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰntuk 
kebaikan

Infaq
Infaq berarti membelanjakan harta baik untuk kepentingam sendiri maupun untuk kepentingan sosial. Mengeluarkan infaq juga tidak harus saat bulan Ramadhan. 
Infaq biasanya berupa harta benda.

Sodaqoh.
Secara istilah sodaqoh juga berarti memberikan atau membelanjakan sesuatu kepada orang lain. Namun sodaqoh lebih ditujukan untuk kebaikan diri  sendiri. Mengenai sodaqoh, Allah bahkan menjanjikan pahala berlipat ganda. Sodaqoh lebih mudah dilakukan. Misalnya menyingkirkan duri di jalan dan tersenyum pun termasuk sodaqoh. Di bulan yang istimewa ini, banyak orang yang berlomba lomba bersodaqoh untuk meningkatkan kebaikannya. Misalnya dengan berbagi takjil di jalan atau masjid, dengan memberikan makanan untuk berbuka puasa, dan lainnya.

Yaa.. marilah kita perbanyak amal kebaikan kita di bulan Ramadhan kali ini agar kebailannya senantiasa mengalir dan menimbulkan kebaikan yang sama di bulan bulan setelahnya. Marilah kita menjadi dermawan di bulan Ramadhan kali ini untuk  kemudian kedermawanan itu menjadi karakter kita di bulan bulan berikutnya.

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHari ke 16

from Rumah Teduh with Luv ~

Kamis, 07 Juli 2011

Tentang si Ijo [#2]

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
***
Nah, ini ada lagi testimoni dari Mas Ibnu. sebuah kejutan yang maniiiiisss banget. Thanks, Mas Ibnu..
aku copas dari Pondok Hati-nya yang super keren.

From Pondok Kupu-kupu with Love

Posted: 31 Mei 2011 by pondokhati in BUKU

Tag:, ,
Seekor kupu-kupu terbang dari pondoknya yang berwarna hijau toska. Membawa sekeping hati. Dirangkainya sekeping demi sekeping membentuk sebuah mozaik serupa lukisan Pablo Picasso. Dan setelah tampak sempurna, mozaik itu pecah menjelma embun (dew). Menetes. Satu. Dua. Menyirami dahaga jiwa-jiwa yang rindu kisah indah, di sini. Di pondok hati. Akhirnya, aku tahu. Embun tak selalu muncul pagi hari. Seperti yang kualami hari itu. Saat terik mentari menyinari, seekor kupu-kupu itu datang membawakanku setetes embun menyejukkan. Cess…

Jumat, 08 April 2011

[Behind the Scene]

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan nama Allah  yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
***

Ah, sy bahkan tidak tau harus mengawalinya dari mana. Euforia, ya..sy sedang menikmati euforia. Maka kali ini akan tentang si Ijo yang hari ini sy terima.
Jum’at yang indah. Tak kalah indah dengan Jum’at seminggu yang lalu.

Mozaik Sekeping Hati. Itulah si Ijo yang sy maksud. Kabar ‘kelahiran’nya sy terima seminggu yg lalu tapi hari inilah sy benar-benar menyentuh dan membuka tiap lembar halaman novel perdana sy itu. Dan, wow!! Rasanya hati sy ingin terus mengucap syukur padaNya. Allah yang Maha Baik.

Senin, 31 Mei 2010

-- Lagi, deh..AREMA INDONESIA Jadi Juara!!! --

Lagi, deh..AREMA INDONESIA jadi juara!!!


Mau gimana lagi, coba..??!! Diintip dari celah manapun, AREMA INDONESIA emang pantas menang.

Ow..ow.. maaf kalo ada yang gak setuju, ya.. tapi ini kenyataan yang harus diterima dengan hati yang lapang dan i’tikad baik..*hihi, keinget mapel PPKn jaman pake seragam putih ijo dulu*

Eits, yang mau kasih tepuk tangan juga silakan. Ato, mau toss juga coz kita sama² AREMANIA/NITA? Yuk, dah..*Give Five, Toss!!*



Eniwei, ngomongin soal AREMANIA/NITA, jadi serasa ada backsound terngiang², muter² di labirin, trus menggelitik gendang telinga, nih..*iih, ileg, Ker!!* (Bagi yg bkn AREMA tolong bacanya dibalik, ya..).



arema..arema..kita di sini arema..arema..arema..kita di sini arema..



Ini nih, yang juga identik dengan cowok tapi udah menjamur di kalangan cewek.

Kalo udah ngobrolin sepak bola, -apalagi AREMA-, maka bakal sulit nemuin ujungnya.

Sesuai pengalamanku nih ya, -berdasarkan riset singkat dan apa adanya-, dari mulai bayi, anak² ingusan, remaja bau kencur, orang dewasa, paruh baya, sampe manula, semua bakal tertarik dan penuh antusias memperbincangkan siapa saja nama pemain AREMA, siapa striker yang udah njebol gawang, siapa lini depan-samping-tengah-belakang, siapa dia dan siapa dia..bla..bla..padahal kan mereka sama² nonton, gitu, lho..!!



Anak² pun seakan tak mau kalah. Coba aja tanya siapa Bustomi, Riduwan, Roman, Njanka, Alam Shah, de el el.. !! pasti mereka akan dapat nilai sepuluh karena bisa jawab semuanya. Tapi kalo ditanya tentang Sayuti Melik, H.O.S Cokroaminoto, Ki Hajar Dewantoro, de es be.. pasti jawabnya lama be ge te..huft, ironis!!



Berdasarkan pengalaman lagi nih, ya.. kalo AREMA udah maen, wuik.. bisa sepi deh kampung. Gak ada lagi anak² yang gaduh, maen² di depan rumah. Gak ada lagi remaja tanggung yang nongkrong di pinggir jalan. Yang ada, semua tipi nyala, channel yang sama, dan langsung GOOOOOOOOOOLLLLLLLL, koor panjang tanpa tuntunan dirijen langsung membahana di seantero kampung kalo ada yang berhasil menggiring bola menubruk gawang.. Nasib dah, tuh buat para AREMA elektronik.



Saking cintrongnya anak² ingusan tuh sama para pemain AREMA, mereka rela nyisihin uang jajan demi ngumpulin posternya AREMA, ngoleksi kaos AREMA yang penuh tanda tangan para pemain, ngelirik topi AREMA, dan berbagai marchandise biru putih dengan motif Singo Edan khas AREMA.



Lebih lagi, adekku sendiri, nih, ya.. yang masih bau kencur..(tapi agak ilang, ding, bau kencurnya.. kan kemarin nyemprotin Casablanca), si Idris Fivers, bela²in googling buat dapetin jadwal ISL trus dipajang di tembok, ngalahin jadwal pelajarannya. Huh, sebel juga liatnya..!!



Ngebaca note ini, pasti semua ngira aku terkagum² sama AREMA dan merupakan AREMANITA sejati. Iya, kan?

Tapi maaf bgt, Sobat.. kayaknya tuh tebakannya meleset, deh..

Aku emang Arek Malang, sejak dalam kandungan sampe sekarang. Tapi aku bukan AREMANITA sejati. Sungguh. Pengen tau kenapa bisa kayak gitu?

Ehm, di note berikutnya aja kali, ya?



Kalo yang ini, khusus buat AREMA INDONESIA yang sore kemarin menggegapgempitakan GBK, membuat PERSIJA harus berlapang dada menerima 5-1.

Buat para AREMANIA yang membirukan Jakarta dan membuat para d’Jackmania kehilangan sedikit semangat.*sungguh tak tega melihatnya*



God luvs us.

AREMA INDONESIA memang pantas jadi Juara.

Salam Satu Jiwa, AREMA INDONESIA.



p.s.

Terima kasih AREMA INDONESIA. Aku jadi berasa dapat kado milad yang hebat dari kalian. *PeDe MODE:ON
                                 Jadwal ISL
 
                                                   Adek yang AREMANIA

-- Aku dan 24 Tahunku: Harapan Baru --

‘ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ ’

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
--Q.S. Ibrahim(14): Ayat 7—

Nah, apalagi yang bisa aku katakan selain Alhamdulillah wasyukrulillah. Terima kasih ya Rabb, untuk 24 Tahun yang telah Engkau anugerahkan.


Aku, 24 Tahun..


Berkurang setahun lagi kesempatan untuk hanya sekedar singgah di dunia ini. Tapi itu artinya, Allah telah memberi kesempatan untukku memperbaiki diri setelah setahun yang lalu.

24 tahun, angka yang seharusnya sudah berarti lebih dewasa dan lebih matang, dalam apapun. Itulah yang ada di benakku saat ini. Angka yang membuat aku harus bersyukur akan banyak hal sekaligus bersabar untuk banyak hal.

Ya, seperti sebuah sms yang pernah dikirim seorang teman:

Tuhan menjawab setiap doa dengan tiga cara. Dia jawab ’Ya’ dan memberi sesuatu yang baik buat kita. Dia jawab ’Tidak’ dan memberikan yang lebih baik. Dia jawab ’Tunggu’ dan memberi kita yang terbaik

24 tahun. Mungkin bagi beberapa orang ini ’hanyalah’ soal angka. Tapi bagiku, ini adalah angka yang aku harapkan bisa lebih mengingatkanku banyak hal. Tentang apa yang sudah aku alami. Tentang banyak hal yang menjadi impian.

Untuk Sang Maha Besar, Tuhan semesta alam, Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
Untuk seluruh keluarga besar,
Untuk seluruh handai taulan,
Untuk semua teman,
Untuk seseorang,
Dan untuk kalian semua yang aku sayangi..

Terima kasih.

Selasa, 22 Desember 2009

For Every Mom...

Dari Abu Hurairah R.A., ia berkata, seorang laki-laki bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak kuberbakti dengan baik?” Rasul menjawab, “Ibumu”, “Lalu siapa lagi?” “Ibumu.”, jawab Rasul, dia berkata, “Kemudian siapa?”, “Ibumu”, dan ia bertanya lagi, “Lantas siapa?”Rasul menjawab “Ayahmu” (H.R. Bukhori Muslim)

Meskipun seorang pria yang diciptakan pertama kali, dan meskipun seorang wanita ‘hanya’ diciptakan dari tulang rusuk-yang bengkok- seorang pria, tapi tetap saja seorang wanita-lah yang begitu dimuliakan dalam agama.

Seorang wanita, seorang ibu, begitu tinggi kedudukannya. Berbagai ayat, bermacam hadits, ataupun kata² mutiara selalu menunjukkan bahwa wanita, ibu, adalah hal terbaik yang ada di dunia. Bahkan akhirat kelak.

Seorang wanita, seorang ibu, adalah seseorang yang berdiri di balik kesuksesan seorang pria, dan anak²nya.

Karena itulah, para wanita, yang sudah menjadi ibu ataupun kelak akan menjadi ibu, seharusnya kita bangga. Karena Allah SWT memilih kita menjadi seorang wanita.

Semoga kita benar² bisa menjadi perhiasan dunia. Menjadi seorang mar’atus sholikhah.
Menjadi seorang ibu terbaik bagi putra-putri kita. Yang mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Semoga kita bisa meneladani Ibu² yang hebat. Seperti Ibunda Nabi Musa a.s., Ibunda Nabi Isma’il a.s., Ibunda Nabi Ishaq, a.s., Ibunda Nabi Isa, a.s., Ibunda Nabi Muhammad SAW, dan Ibunda² lain yang membuat putra²nya begitu dicintai oleh Allah SWT.


Sebuah puisi untuk para Ibu.

(Puisi Ayatul Husna dalam Ketika Cinta Bertasbih 2, karya Kang Abik. Hal. 131-132)

Kau mencintaiku seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.
Tak pernah lelah menanggung beban derita
Tak pernah lelah menghisap luka.

Kau mencintaiku seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah membagi cercah cahaya
Tak pernah lelah menghangatkan jiwa

Kau mencintaiku seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah membersihkan lara
Tak pernah lelah menyejukkan dahaga

Kau mencintaiku seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah meneduhkan gelisah nyala

Kepada seluruh Ibu di dunia, yang mencintai putra-putrinya, yang mendidik dan membuat putra-putrinya semakin mencintai Tuhannya, yang di telapak kakinya terletak surga, Selamat Hari Ibu.

Kamis, 17 Desember 2009

Hepi nu year

Alhamdulillah. Allah SWT selalu begitu baik. Hingga saat ini-pun Dia memberi kesempatan pada kita untuk merasakan tahun baru.

Yupz, setahun telah berlalu lagi dan kini kita telah berada di tahun yang baru. Tahun 1431 Hijriyyah.

Muhasabah, itulah yang mungkin harus kita lakukan. Meski seharusnya hal itu tidak kita lakukan saat tahun baru saja tentunya.

Muhasabah, kembali menegok ke belakang sebentar. Bukan untuk menyesali apa yang telah terjadi. Tapi untuk melihat apa saja yang perlu diperbaiki.

Hijriyyah, hijrah, berpindah. Semoga setelah menengok ke belakang kita bisa berhijrah dari segala keburukan kita.

Pernah baca kata² bijak berikut??

‘Kemasyhuran seseorang bukan terletak pada kenyataan bahwa ia tidak pernah jatuh. Tapi pada kenyataan bahwa ia bangkit lagi setelah jatuh’

Benarkan? Seharusnya kita memang harus selalu bangkit setiap kali kita jatuh. Dan memperbaiki kesalahan. Karna bagaimanapun, kita tak kan pernah luput dari yang namanya kesalahan.

‘Al-insaanu makhallul khotho’ wa nisyan’ (Al-Hadits)

Atau….

‘Mistakes, obviously show us what needs improving. Without mistakes, how would we know what we had to work on’ (Peter Mc. Williams)

Semua kesalahan akan menunjukkan pada kita tentang apa saja yang perlu kita perbaiki. Dengan begitu, kita akan tau, hal benar apa yang harus kita lakukan.

Semoga tahun baru ini benar² membuat perubahan pada diri kita. Perubahan baik yang akan membuat kemajuan pada diri kita.

Semoga tahun baru ini adalah awal membuat negeri kita tercinta, Indonesia Raya, semakin lebih baik.

Semoga tahun baru ini menambah kadar keimanan kita. Menambah rasa syukur kita. Menambah sabar dan ikhlas kita.

Semoga tahun baru ini menjadikan kita semakin kaffah dan menjadikan kita semakin dekat pada-Nya.

Amin, Amin, ya Rabbal ‘Alamin.

Kini saatnya kita menghadap ke depan. Yakin bahwa semua hal akan menjadi lebih baik, dengan Ridlo-Nya.


Happy New Year 1 Muharram 1431 Hijriyyah.

Kamis, 26 November 2009

Yaumil 'Idil Ad'ha

Alhamdulillah, sebentar lagi, tinggal nunggu hitungan detik, jika Allah mengizinkan, kita akan kembali bertakbir, berhari raya ‘Idul Ad’ha…


Wwww,,

Setiap kali hari Ray tiba (Hari Raya ‘Idain), aku selalu kembali bernostalgia mengingat masa kecil yang indah.

Sepertinya, bagi aku yang masih kecil dulu, hari raya terasa begitu dinanti n indah. Meskipun saat ini aku juga menanti dan merasa indahnya hari raya, sih!!^^

Mengapa begitu di nanti n indah??

Yupz, dulu saat masih berseragam hijau putih, aku selalu merasakan euforia riyoyo...
Apalagi saat ‘Idul Ad’ha.

H-1 menjelang hari raya, pulang sekolah, si aku kecil pasti sudah merengek minta Abah nyari bambu n ngebuatin obor buat takbir keliling. Bagi si aku kecil tentu saja tak ’kan sabar menunggu jika Abah menolak ato menunda buat nyari n ngebuatin obor. So, si Abah (yang pastinya dengan senang hati) menuruti maunya si aku kecil. Dan dengan puasnya, si aku kecil akan membuntuti si Abah menuju pekarangan rumah, mencari bambu, memilih yang terbaik, memotong sesuai ukuran yang nantinya bisa si aku kecil bawa, membersihkan bambu, trus mencari perca kain, menyumpal lubang bambu, memberi sedikit minyak tanah (yang dulu masih berlimpah), dan sambil menerapkan hukum kapilaritas, bul,,, sekali sulutan korek api membuat sebuah kobaran api. Dan, si aku kecil pun akan dengan sangat puas dan bangga memperlihatkan obor kecilnya pada teman² sekolahnya.

Ba’da maghrib, kegelapan malam tak lagi kalah oleh lampu² jalan raya ato rumah penduduk, melainkan kalah oleh kobaran api dari obor² kecil yang aku kecil dan teman²ku bawa. Dengan komando dari bapak ibu guru, kami berbaris dan mulai bertakbir keliling desa. Dan kembang api pun menghiasi langit malam itu.

Allahu Akbar.

Meskipun belum begitu tahu makna sesungguhnya dari hari raya, tapi bagi si aku kecil, hari raya begitu jadi terasa bermakna, meski hanya sekedar takbir keliling.

Besoknya, tentu saja akan menjadi hal yang sudah si aku kecil nanti selama hampir setahun. Menonton penyembelihan hewan Qurban. Meski Ibu’ sudah berkali² melarang, tapi si aku kecil pasti akn tetap berlari melihat penyembelihan hewan Qurban n diam² n malu² nunggu pembagian daging Qurban. Hehehehe.. kalo ingat masa² yang itu jadi malu banget, nih...!!


Tapi itu dulu. Dulu banget.

Sekarang, ato paling tidak 8 tahun terakhir ini. Aku sudah benar² tidak melihat takbir keliling dengan membawa obor. Ya ya ya, mungkin aja, gak bakal lagi ada takbir keliling ngebawa obor coz nyari minyak tanah saat ini udah sulit. Sulit banget malahan.Yang ada takbir keliling naik pick-up, lengkap dengan membawa pengeras suara. Itupun bukan anak² lagi yang bertakbir ria, tapi para remaja n orang dewasa. Anak² kecil lebih sibuk nonton n main petasan. That really makes me disappointed, then.

Tapi bagaimanapun, saat ini, aku juga masih menanti n merasakan indahnya hari raya.

Aku merasa lebih tau apa makna hari raya yang sesungguhnya.

Hari Raya ’Idul ’Ad’ha yang mengingatkan aku akan cerita kesabaran Nabi Ibrahim, keikhlasannya, serta keta’atannya akan perintah Allah SWT. Perintah untuk mengorbankan putranya. Isma’il. Bayangkan bagaimana jika seorang ayah harus mengorbankan sesuatu, yang pastinya, amat dicintainya!

Juga Hari Raya ’Idul Ad’ha yang mengingatkan aku bagaimana keikhlasan Ismail, menerima takdirnya. Menerima perintah Sang Pencipta. It was like no doubt. Sungguh keikhlasan dan ketaatan yang luar biasa.

Dan akhirnya, Allah SWT membalas kesabaran, keikhlasan, keta’atan Nabi Ibrahim n putranya, Ismail, dengan menggantinya dengan seekor hewan untuk dikorbankan.

Semoga, Hari Raya ’Idul Ad’ha ini benar² membuat kita kembali menjadi muslim yang sabar, ikhlas, ta’at, n penuh syukur.

Semoga Hari Raya ’Idul Ad’ha ini juga menjadikan kita lebih dermawan. Berbagi dengan orang lain.

Semoga kita benar² mendapat ridloNya. Untuk puasa Tarwiyah n ’Arofah yang kita tunaikan. Untuk Sholat ’Id yang kita dirikan. Untuk takbir yang kita kumandangkan.

Dan semoga, suatu saat, Allah SWT benar² memanggil kita untuk datang ke rumah-Nya. Berhaji, menyempurnakan Rukun Islam kita.


Amin Amin Amin..ya Rabbal ’Alamin....


Untuk semuanya, Selamat Hari Raya ’Idul Ad’ha 1430 H.

Semoga kita senantisa mendapat ridlo Allah SWT.

Senin, 20 Juli 2009

Lessons in a Vacation

yupz,,it's in a nite,27 Rajab..it's a vacation(or maybe a trip/journey?)..
How wonderfuL Love is ALLAH giving to His prophet,Muhammad SAW..
A soRRow year was changed by A joy vacation...unimagined journey...
so many Lessons' explained,so many events' showed..then,,have we changed to be better?
yupz,we've to changed to be better ummat..Let's take Lessons from Isra Mi'raj..
and,,inna ma'aL 'Usri yusron...