Hujan

Tampilkan postingan dengan label The Gift : My Little Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Gift : My Little Stories. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2019

Ramadhan Saat Masa Kecil

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Ramadhan bagi anak-anak adalah salah satu momen yang selalu dinanti dan juga untuk dikenang -unforgotable-. Karena saat Ramadhan adalah saat jam sekolah menjadi lebih pendek, saat kegiatan mengaji libur (haha, duluuuuu.. mengaji rutin di tpq diganti tadarusan di masjid), saat dapat uang saku tapi gak dipakai jajan, saat bisa beli baju baru, saat bisa makan berbagai kue saat bantu Ibu menyiapkan kue lebaran, dan pastinya saat menuju hari lebaran tiba. Hihi.. mana mungkin ada anak-anak yang tidak menyukai saat seperti itu? Berpuasakah mereka? Iya. Ada yang berpuasa setengah hari terus sudah. Ada yang berpuasa setengah hari dan lanjut lagi sampai maghrib. Dan ada yang berpuasa penuh yang memang patut dikasih standing applause karena sy termasuk yang ini, lhoh!! *hehe..maap maruk.

Well, mengingat kembali saat berpuasa di masa anak-anak tetiba membawa sy ke masa sekitaran kelas 2 atau 3 MI, sy cukup baik mengingat saat itu. Ah, sy bahkan sudah mulai berpuasa penuh. Kuat kah? Iyes. Sepertinya sy sudah tersugesti untuk kuat berpuasa saat dulu Ibu bercerita bahwa sy dilahirkan di hari ke dua puluh satu Ramadhan. Saat itu dini hari waktunya orang sahur. Nenek sy bahkan makan sahur di rumah bersalin yang lumayan jauh jaraknya dari rumah kami, beda kecamatan pula. Ya, karena cerita itu sy selalu merasa bersemangat untuk bangun dan makan sahur serta kemudian berpuasa hingga sehari penuh. Dan istimewanya juga, sy bukan tipe pembangkang yang diam-diam hobi mokel (makan secara sembunyi-sembunyi saat berpuasa). *hihi..maapkan maruk lagi, Gaessss!

Setelah bangun sahur sy pergi ke masjid dekat rumah untuk melaksanakan salat Shubuh berjamaah. Akan ada kultum di sana. Yes, sy suka mendengarkan kultum..hihi.. sampai saat ini sy suka mendengar kultum. Bagi sy, ceramah tidak harus panjang dan lama hingga terkantuk-kantuk, tapi sampaikan yang penting secara ringkas dan padat. That's all. Maka setelahnya sy juga akan bertemu dengan teman-teman sebaya untuk janjian jalan-jalan pagi. Dan ternyata tradisi itu masih ada hingga sekarang, Gaes! Kebayang gak sih jalan kaki sekitar 1 km kadang lebih lahh. Ehh.. di sini sekarang sy suka tak habis pikir dengan anak-anak. Saat puasa di pagi hari bukannya menyimpan tenaga untuk sehari nanti eh ini malah di pagi hari sudah dihabiskan untuk jalan kaki dan jauh pula. Di jalan nantinya memang akan banyak bertemu teman-teman lain yang sebaya. Kadang malah bisa mampir ke pasar untuk membeli something untuk dimakan saat berbuka nanti. Duh duh.. perencanaan yang terlalu pagi. Tapi itu kenyataannua, sih, yang dilakukan hampir sebulan penuh. Padahal tuh yaa.. di luar Ramadhan jarang bingit ada yang jalan-jalan pagi kalau tidak saat hari libur sekolah aja, sih!

Saat Ramadhan juga jam sekolah menjadi lebih pendek. Yes, ini peraturan pemerintah karena sekarang saat sy menjadi guru sy baru tahu bahwa sudah ada kalender pendidikan yang ditetapkan di awal tahun ajaran baru, jadi sekolah tidak boleh seenaknya sendiri menentukan kegiatan belajar mengajar, kegiatan lain, dan waktu libur. Selain lebih pendek, kegiatan belajar pun seakan lebih santai di Bulan Ramadhan. Apalagi hanya beberapa hari saja pelajaran berlangsung karena akan ada kegiatan pesantren Ramadhan yang diisi dengan beberapa kajian dan kegiatan zakat fitrah yang kemudian berakhir dengan buka bersama. Setelahnya, libur, dunk! Haha..dari dulu hari favorit sy tuh ya hari libur, Gaes!

Pulang sekolah, salat Dhuhur, tidur siang. Nikmatnya saat itu. Memang masa anak-anak seakan masa tanpa beban kecuali ada tugas sekolah. :) Saat bangun, akan ada film kartun yang biasa sy tonton sambil membantu Ibuk menyiapkan menu berbuka atau sambil momong adek. Eh, Gaes!! Saat itu kayaknya lagi booming kartun sailormoon atau wedding dress yang diputar sore hari. Jadi belum ada acara spesial Ramadhan seperti saat ini yang bisa sehari full. Hihi.. sy besar dengan berbagai fantasi princess dan superhero Jepang. Bahkan kalau saja saat ini sy punya banyak waktu luang, mungkin sy akan tetap menjadi fans-nya K-Pop drama, lho! :D Setelah selesai membantu Ibuk sekadarnya sy akan bersiap mandi, pergi ke masjid (dan tadarus sebentar), dan bermain bersama teman (haha..ini yang lama; gobak sodor, betengan, petak umpet, dan berbagai permainan yang menguras keringat, Gaes! Heran bingit lah sama pikiran anak-anak yang kayak ginih inih!). Pulang menjelang Maghrib biasanya sy ngisis supaya keringat kering sambil mengecek menu di meja makan. Hmmm.. seakan sebentar lagi semua yang tersaji akan ludes lumer ke dalam mulut. Nyatanya...

Ya, nyatanya saat berbuka tiba dan makan ya tetap secukupnya. Perut juga tidak mau dipaksa kali yaa. Hihi. Menunggu salat Isya dan Tarawih seakan tak butuh waktu lama. Ditinggal mengaji sebentar, nyemil, nonton tivi, alhamdulillah azan Isya berkumandang. Bergegas kami sekeluarga akan pergi ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Ah... senang rasanya berjamaah di masjid yang penuh dengan orang dan anak-anak. Ramai tak seramai biasanya. Dan karena menemani Ibuk tadarusan, sy biasanya pulang hampir jam sembilan malam. Eh.. kadang sihh. Karena lebih seringnya lebih tergoda untuk pulang duluan karena tergoda nonton tivi. Hehe.

Di hari-hari tertentu (biasanya setelah hari ke duapuluh satu Ramadhan), Ibuk sudah mulai sibuk membuat kue lebaran. Kami anak-anaknya akan dengan asyik dan senang hati menemani. Pun ada saat di mana Abah Ibuk membawa kami ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju baru. Duh, senangnya masyaAllah. Dulu bagi kami membeli baju baru identik dengan lebaran. Jadi jangan bayangkan seperti saat ini yang dikit-dikit ke online shop terus order baju yang lucu yang unik yang promo yang ini itu.. hehe. Zaman dahulu membeli baju itu istimewa, Gaes! Sepulangnya, sy dan adek akan begitu kemaruknya mencoba baju baru tersebut; tak hanya sekali dua kali. Hihi. Apalagi kalau ada kerabat yang baik hati membelikan kami sendal atau sepatu atau bahkan setelan baju baru. Wahhhhhh..senangnya bukan main kalau punya lebih dari sepasang!

Ya, Ramadhan saat masa kecil dulu sungguh indah dikenang. Tak ada gadget ataupun acara tivi sebanyak sekarang. Pun suasana Ramadhan begitu terasa, suara petasan dan juga suara tadarusan hingga larut malam.

Anda, Gaes! Pasti Ramadhan saat masa kecil Anda juga tak kalah mengesankan, kan?

*tulisan ini diikutkan dalam blog challenge oleh #bloggerperempuan dalam #30HariKebaikanBPN

#RamadhanHarike 17

~from Rumah Teduh with Luv

Sabtu, 03 September 2011

[Catatan Film] First Love; a Little Thing Called Love

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
***
 "Siapapun kita... pasti punya seseorang yang kita suka secara diam-diam. Saat kita ingat orang itu, kita merasa seperti sesak di dada. Tapi kita terus menyukainya."

Film ini dibuka dengan gerbang besar Museum Siam (dalam bahasa Thai tulis, mirip bahasa Sansekerta:)) yang kemudian menampilkan pameran lukisan dengan beberapa detik scene di dalamnya dan...taraaaa.... penonton diseret untuk flashback ke beberapa tahun sebelumnya.

Jumat, 19 Agustus 2011

Jum'at Pagi

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
 
***
 
Pagi ini sy sedang bersama Ade, Ani, Virda, Devi, dan Riza.
Sedang bercerita tentang apa ya? Ehm.. banyak deh..
 

Minggu, 17 Juli 2011

[Bicara Buku] Aroma Puccino ala TaRa


 Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
***


Time 2 Bread, itulah motto dari Bread Time; sebuah bakery di salah satu sudut business centre kelas menengah ke bawah, persis menghadap kompleks pasar tradisional, ruko bertingkat tiga dengan dinding warna peach dan tampak mencolok di antara deretan ruko lain yang kebanyakan berwarna dan berbentuk tipikal satu sama lainnya. Ya, Bread Time—dikelola dua orang pengusaha muda yang sudah mulai diperhitungkan di Batam—memang istimewa. Istimewa dengan keunikan, inovasi, serta pelayanan yang disuguhkan. Hmm.. Tara si penikmat black coffee dan Raffy si penyuka ice green tea rupanya benar-benar serius menjalankan usaha yang mereka geluti. Bahkan –lebih dari sekedar usaha komersil—Bread Time menyebarkan aroma Islami di dalamnya. Menarik.

[Bicara Buku] Sebuah Fantasi Rasa Indonesia




Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

***

Kedhalu, era Plugos akhir, tahun 26,954 kalender Raja-Raja. Bertepatan dengan 13.359 Sebelum Masehi.

Kedhalu, sebuah pulau misterius bagi para penghuni Benua-Benua Besar. Namanya masyhur karena para penduduknya memiliki kemampuan khusus yang disebut pugabha. Ada delapan pugabha menakjubkan warisan dari para pendahulu Kedhalu; pugabha nyegay, penguasa satwa; pugabha pesam, penguasa kekebalan; pugabha sutha, penguasa kekuatan raksasa; pugabha nyinaw, penguasa ketakkasatmataan, pugabha wanyis, penguasa tirai gaib; pugabha kyrany, penguasa ruang dan waktu; pugabha bhelsuny, penguasa luka; dan yang paling spektakuler, pugabha nyamal, penguasa unsur alam.

Senin, 21 Maret 2011

Mengawali Dengan Bismillah

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan nama Allah  yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Seorang teman pernah berkata, mulailah sesuatu dengan 'Bismillah', agar lebih berkah.
Hmm..sy rasa memang benar. 
Bukankah dalam kehidupan, keberkahan yang kita inginkan? keberkahan yang akan membuat kita selalu dekat denganNya.

Selasa, 22 Februari 2011

-mungkin-(Karena) Menikah Bukan Hanya Tentang Sepasang Mahluk 'Sempurna'

Nyaris.
Nyaris sempurna.


Itulah kesan yang kutangkap saat pertama kali berkenalan dengannya. Usia dua puluh enam tahun. Mahasisiwa FISIP UI. Skripsi hampir selesai. Sudah bekerja sebagai manajer promosi di sebuah perusahaan EO yang menangani acara-acara seperti; konser nasyid, launching album nasyid terbaru, sampai PH. Seorang aktivis. Dan… cakep pula!! Kurang apa lagi coba? Subhanallah…

Akh Rama. Begitu teman-teman kontrakan ataupun sesama aktivis memanggilnya. Tapi aku lebih suka memanggilnya dengan Rama.. Ramadan..sepertinya ia lahir di bulan yang sama denganku.. :))

Saat ini, Rama sedang kebingungan

Minggu, 28 November 2010

Belajar Dari Bougenville

Si Cantik nan Kokoh :-)
Aku menemukannya (mungkin) tanpa sengaja. Saat itu liburan semester dan aku sedang menikmati liburku di rumah. Kira-kira empat atau lima tahunan yang lalu.

Sebenarnya hal itu bukan hobi yang sering aku lakukan. Mempercantik taman kecil di depan rumah. Ya, aku sangat sangat jarang mempunyai keinginan untuk membantu Ibu merawat kebun kecilnya itu. Tapi sore itu, malas nonton tivi membuatku mengambil peralatan berkebun Ibu dan mulai melirik kanan kiri, mengira-ngira apa yang sebaiknya aku lakukan.

Selasa, 11 Mei 2010

-- Pangeran Iklan --

Sobat, pernah denger gak.. tebak²an anak² yang dulu pernah jadi tren, -seenggaknya-, di daerah tempat saya tinggal.

Inget?

Kalo gak, ya udahlah..

Gini nih contoh tebakannya..

Sobat: Eh, Dew.. tebak deh, tiga huruf, paporitnya cewe’, tapi kalo ditambahin dua huruf lagi, jadi paporitnya cowo’



Saya: Ehm..opo, yo? *sambil niru posenya mbah Einstein*


Sobat: Halah, masa’ gak bisa?! Cepet dong.. waktu terus bergulir, nih..


Saya: Bentar.. *kali ini pake pose sendiri, melotot sambil mikir*


Sobat: Aku itung, nih.. sembilan, delapan, …


Saya: Aha!! *nah lho.. pose Upin Ipin pas lagi nemu ide buat nipu Kak Ros*



Sobat: Dapet?



Saya: ea ealah.. R-O-K, tuh paporitnya cewe’. Tapi kalo ditambahin dua huruf, O-K, jadi R-O-K-O-K, paporitnya cowo’, kan? Haha *tersenyum puas sambil manggut² a la Kapten Hook yang berhasil nangkep Tinker Bell*



Nah, tuh tadi sedikit contoh tebak²an yang ngetren di era 90-an. Tapi catatan saya kali ini gak akan ngebahas tentang tebak²an ato games anak² lain yang udah langka banget. Saya hanya nyoba bikin opening buat catatan yang kali ini puya judul Pangeran Iklan. *nyambung gak sih?*



ROKOK.



Ya, dari dulu yang namanya rokok emang identik banget dengan mahluk yang berjakun. Tapi nyatanya, beberapa mahluk manis dalam bis, hehe..gak ding, beberapa mahluk manis yang suka pake rok juga ada yang ngerokok. *tolong jangan bayangin nih mahluk pake rok yang suka nongkrong, ngeliatin ud—nya yang bodong alias bencong* *buat para bencong, piss, ya^^v*



Oke, intinya, ngerokok tuh identik dengan cowo’ tapi para cewe’ juga udah banyak yang ngikut.



Apakah saya ngerokok?



Gak. Catet sekali lagi, E-N-G-G-A-K

Yang ada saya malah orang yang secepetnya mampetin idung kalo ada orang yang udah ngundang saya jadi perokok pasif.



Saya sering berfikir, apa sih okenya ngerokok. Padahal tuh kan udah jelas banget, kalo yang namanya rokok tuh dibuat dari bahan² berbahaya, -yang gak perlu saya sebutin coz udah disebutin dikemasan rokok-. Meski ada juga rokok filter yang kata sebagian perokok, aman. Tapi tetep saja, rokok tuh danger. Buktinya, dikemasan rokok juga udah ada warning, Merokok dapat menyebabkan kanker….. Nah lho, udah tau kayak gitu juga masih ngerokok? Bandel banget, sih..



Yang lebih mengesalkan lagi, pernah seorang teman saya bilang gini..”Biarin deh ngerokok. Kan lebih aman tuh jadi perokok aktif daripada perokok pasif!!” tuh kan tuh kan.. huft, kalo aja gak inget saya masih butuh bantuan ma tuh temen, uda saya umpetin ma beruang kutub yang hibernasi.*maaf kalo terdengar sadis, cuman agak hiperbolis dekit, kok!!*



Berhadapan ama perokok tuh juga gak enak banget. Saya-nya udah berbaik hati dan gak sombong bilang ‘eh, gak usah ngerokok, dong!’ dia-nya malah senyam senyum trus ngembusin asep rokoknya ke muka saya. Bikin keki, kan?



Dan lagi, mereka para perokok tuh jadi pinter ngeles. Pinter debat, -ngebelain rokok tersayangnya itu tuh!. Beribu alasan, -yang dengan terpaksa membuat saya diam-, mereka lontarkan. Kayak gini, nih..



‘Kan pajak Negara terbesar tuh dari rokok!’



‘Kalo rokok diharam-in, malah banyak orang buat dosa, lho. Kan udah banyak yang kecanduan!’



‘Tetanggaku aja kemarin paru²nya bermasalah. Padahal dia gak ngerokok, tuh!’



‘Bayangin, berapa orang yang bakal jadi pengangguran kalo pabrik rokok ditutup!’



‘Rokok tuh alat buat mempermudah bersosialisasi!’



‘Rokok tuh, bla bla bla….’



Kalo udah kayak gitu, mending emang diem, deh. Toh mereka para perokok tuh udah nyandu. Biarin aja, ntar juga tau rasa. Ya, kan?



Dan, -dipungkiri ato gak-, orang² terdekat saya yang kreatiB, ajaiB, dan juga aktiB, adalah para ahli hisap *baca: perokok aktif*. Menyedihkan.



Ironisnya lagi, menurut pengamatan saya, sponsor terbesar tiap pertandingan olah raga justru dari produk rokok. Pemberi beasiswa terbanyak bagi para mahasiswa juga produk rokok. Program TV ajang kreatifitas juga presented by produk rokok. Dan iklan terbaik dan favorit saya juga iklan rokok. Ya, iklan yang, -justru-, gak pernah nayangin orang ngerokok, -seenggaknya sejauh yang pernah saya liat sampe saat ini. Itulah alasan mengapa saya beri judul pangeran iklan pada catatan saya kali ini. Terinspirasi dari putri iklan-nya Charli ST12, kali.. hihi..



Ya, tiap kali iklan rokok tayang di jeda acara tv yang saya tonton, saya jarang melewatkannya begitu saja. Tau kenapa? Hehe.. alasan klasik. Iklan rokok tuh seringkali kreatif, brillian, cerdas, dan penuh makna. Juga kata² positif yang penuh motivasi. Sobat semua gak asing, dong, dengan jargon² berikut..



‘nggak ada loe nggak rame’


Ato.



‘Sukses adalah sebuah pencapaian’



Ato,



‘Selera pemberani!’



Ato,



‘Buktikan merahmu’


Ato,



‘Enjoy aja!’



Dan segudang wise words laennya.



Akhirnya, -apapun alasannya-, merokok emang jadi sebuah pilihan.



Yang mau terus silakan, tapi siapin juga konsekuensi terburuknya.

Yang mau berhenti juga diizinkan. *saya dukung, Bung!!* itu memang pilihan bijak. Yang belum ngerokok, gak usah coba² deh! Inget pepatah sedikit² lama² menjadi bukit, kan?

Yang gak ngerokok, selamat☺. Anda emang orang baik yang peduli sesama. Save the Earth. Go Green!!. We love you.



p.s. Buat para perokok aktif, tolong jangan jadikan kami perokok pasif. Tapi jangan paksa kami jadi perokok aktif juga, dong.. lagian, nambah²in asep aja, tau!!

Minggu, 02 Mei 2010

-- Sebuah Perjalanan --


Sekedar ingin berbagi, kali ini saya sedikit mencoba meresensi film yang baru saja saya tonton. Sebuah film yang, -menurut saya-, layak ditonton untuk kedua kalinya. Sebuah film India besutan sutradara yang, -lagi² menurut saya-, sudah gak asing lagi di telinga orang Indonesia, khususnya yang mengaku Bollymania. Ya, sobat semua pernah dengar nama Karan Johar, kan? Kalo gak pernah, ^_* ya sudahlah.. ☺

Oke, ngrumpiin film India mungkin akan membuat sobat semua berimajinasi tentang lagu² beserta goyangannya yang aduhai dan membuat kita semua harus kedap-kedip lirik kanan-kiri. Tapi film yang baru saja saya tonton sama sekali gak demikian. Entah aseli ato gak, dalam film tadi bener² langka lagu atopun tari. Kalopun ada, tuh musik cuman bentar n jadi backsound.
Jadi ceritanya gini, film yang barusan saya tonton diawali dengan setting bandara San Fransisco, November 2007. Rizvan Khan (Shah Rukh Khan) yang menderita Sindrom Asperger, -semacam autis, takut akan tempat baru dan wajah baru-, terpaksa harus tertahan dan gagal terbang karena ia dicurigai sebagai orang aneh yang, -mungkin-, akan berbahaya bagi penumpang lain. Jadilah, untuk sampai ke Washington D.C. ia harus rela naik bus, karena ternyata pesawat yang sebenarnya akan ia tumpangi tuh merupakan penerbangan terakhir. Sambil menunggu bus yang akan membawanya, Rizvan menulis di buku catatan yang hampir tidak pernah berpisah dengannya. Penderita Sindrom Asperger tidak dapat dengan mudah meluapkan emosi mereka, tetapi tanpa kesulitan, mereka dapat menuliskannya. Dan, catatan yang ia tulislah, -yang ternyata adalah sebuah surat-, itulah yang akan menjadi catatan perjalanannya menuju Washington D.C. dan membuat cerita ini mengalir serta flashback menguak sedikit demi sedikit rasa penasaran yang menggumpal sedari awal.

Dari halte bus di San Fransisco, lewat catatan yang ditulisnya, Rizvan membawa kita ke masa remajanya, di India, pada era Hindu-Muslim Biots 1983. Ia tinggal bersama Ibu dan Adik laki²nya. Meskipun hidup dalam keluarga miskin, namun Rizvan adalah anak autis yang cerdas. Begitu pula dengan adiknya, Zakir (Jimmy Shergill). Pada masa itu, konflik antara Hindu-Muslim seringkali membuat terjadinya kerusuhan. Beruntung, Ibu Rizvan selalu mengajarkan yang terbaik buat anak²nya, terutama Rizvan. Ada kata² menarik yang pernah diucapkan Ibu Rizvan, yang akhirnya menjadi seperti sebuah mantra bagi Rizvan.‘Ingatlah satu hal dalam dunia ini, hanya ada dua jenis manusia. Manusia baik, yang mengerjakan sesuatu yang baik dan manusia jahat, yang mengerjakan sesuatu yang buruk. Hanya itulah perbedaan diantara manusia. Tidak ada yang lain. Orang baik dan orang jahat. Dan disana tidak ada perbedaan lagi’. Begitulah selanjutnya, Rizvan dan adiknya tumbuh dengan hati yang baik. Kemudian, usia 18 tahun, Zakir mendapat beasiswa kuliah di Universitas Michigan, hal yang membuat Rizvan sedikit merasa iri dan sedih. Namun ia membiarkan rasa irinya menguap begitu saja. Beberapa tahun kemudian, Zakir, -yang sudah sukses dan berkeluarga-, berencana membawa Rizvan dan Ibunya ke Amerika. Namun semua sudah terlambat, beberapa hari sebelum berangkat, Ibunya meninggal karena kelainan jantung. Sebelum meninggal, Ibunya pernah berjanji bahwa kelak Rizvan juga akan ke Amerika dan bahagia seperti halnya Zakir. Akhirnya, Rizvan pun pergi ke Amerika, tinggal bersama Zakir dan Istrinya, Hasina (Sonya Jehan), -yang merupakan Muslimah Brooklin dan juga seorang dosen psikologi. Dari Hasina yang baiklah kemudian Rizvan mengetahui bahwa ia menderita Sindrom Asperger dan juga tahu cara mengatasinya.

Kembali ke San Fransisco.
Zakir, yang telah sukses menjadi dealer terbesar kosmetik Menhaz di San Fransisco, menempatkan Rizvan untuk bekerja di perusahaannya, sebagai seorang salesman yang akan menawarkan produk² kosmetik perusaannya. Dengan kejeniusannya, -meski dengan kekurangannya-, Rizvan menjalankan pekerjaannya dengan baik. Pekerjaan dari satu salan ke salon itulah yang akhirnya mempertemukannya dengan Mandira (Kajol), yang kemudian diketahuinya sebagai seorang single parent dengan seorang anak 6 tahunan bernama Sameer. Singkat cerita, Rizvan yang sedari awal telah merasakan degup kencang di jantungnya, berhasil menikah dengan Mandira dan menjadi ayah bagi Sameer. Meski Mandira seorang Hindu, tapi toh ia dan juga Sameer rela mengganti nama belakang Sameer dengan Khan, nama yang di India identik dengan nama Muslim. Sameer Khan, begitulah kemudian nama anak laki² tampan yang dimiliki Rizvan dan Mandira.

Beberapa tahun berlalu dengan membahagiakan sampai akhirnya terjadi peledakan WTC yang menelan banyak korban jiwa dan membuat para Muslim di Amerika resah karena mereka dianggap teroris, namun tidak bagi Rizvan. Baginya semua biasa² saja. Ia tetap menjalankan semua ibadahnya sebagai seorang Muslim. Namun tidak demikian dengan orang² di sekitarnya. Terutama bagi Sameer Khan. Hanya karena namanya berbau Khan-lah, banyak teman yang memusuhinya. Sameer yang pemberani pun tak pernah tinggal diam. Mereka berkelahi dan kejadian yang tidak diinginkan itupun terjadi. Sameer tewas di lapangan bola dengan tanpa ada saksi mata yang bersedia menceritakan kejadian sebenarnya, bahkan sahabatnya, Reese.
Apa yang terjadi kemudian?
Mandira yang sangat menyayangi Sameer pun tak bisa membendung emosinya. Ia marah dan juga kecewa pada Rizvan. ia merasa bahwa kematian Sameer dikarenakan namanya yang berbau Khan. Apalagi pelaku penyebab tewasnya Sameer belum berhasil diselidiki. Dalam kemarahannyalah terucap kata² bahwa ia baru akan memaafkan Rizvan jika Rizvan berhasil bertemu presiden Amerika, -yang saat itu masih George W. Bush-, dan berhasil mengatakan pada presiden dan juga seluruh orang Amerika bahwa ia bernama Khan dan bukan seorang teroris. Tak terelakkan lagi, Rizvan yang polos, jenius, baik, dan autis, meninggalkan Mandira. Perjalanan inilah yang kemudian menjadi perjalanannya menemui Bush untuk memenuhi keinginan Mandira yang amat dicintainya.

Ledakan di Amerika terus terjadi dan berbagai hal juga terjadi. Namun Rizvan tetap berusaha menemui presiden. Dengan bermodal kemampuannya, ia menyusuri berbagai kota di Amerika. Brooklin, Kentucky, Wilhemina, dan beberapa kota lain. Banyak kejadian mengharukan dan mengesankan selama perjalanan itu. Akhirnya Rizvan sampai di Los Angeles, tempat di mana presiden mengadakan kunjungan. Karena tak mendapatkan kesempatan berbicara langsung dengan presiden, Rizvan pun berteriak. My name is Khan. And I am not a terrorist. Teriakan yang terus dilakukannya berulang-ulang di tengah desakan orang² dan juga wartawan yang ingin melihat orang no. 1 di Amerika itu. tentu saja, teriakan yang terdengar ganjil itupun membuat orang² panik dan justru menyimpulkan bahwa Rizvan adalah teroris. Pengamanan pun dilakukan. Rizvan ditangkap dan dijebloskan ke tahanan. Dianiaya dan dipaksa untuk mengakui bahwa ia seorang teroris. Tapi apa daya, Rizvan merasa takut dan tak bisa melawan.

Apa yang telah dilakukan Rizvan saat melihat sang presiden ternyata tak sia². Teriakannya terliput oleh kamera wartawan kampus yang kemudian tertarik untuk mempublikasikannya dan mencari tahu alasan sebenarnya dari tindakan aneh yang dilakukan Rizvan. Sang wartawan terus berusaha. Setelah melalui beberapa kesulitan, iapun berhasil mendapatkan informasi tentang Rizvan sampai akhirnya berhasil membuat Rizvan bebas.

Kebebasan ternyata belum mengakhiri perjalanan Rizvan. dengan tetap semangat ia tetap melakukan perjalanan untuk menemui presiden dan mengatakan secara langsung bahwa ia bernama Khan dan bukan seorang teroris. Ia juga ingin menceritakan tentang Sameer, anak dan sahabat baiknya.

Rizvan terus berjalan dan melakukan banyak hal yang tak terduga. Dalam perjalanannya, ia mengetahui bahwa di Wilhemina, Georgia, -tempat ia pernah singgah dan bertemu dengan begitu banyak orang baik-, sedang terjadi badai topan. Akhirnya naluri kepolosan dan kebaikannya pun tergerak untuk kembali ke Wilhemina. Dengan kejeniusan dan kebaikannya ia berhasil menolong korban badai topan. Sementara itu sang wartawan kampus, -yang ternyata tak juga berhenti memecahkan pertanyaan mengapa Rizvan ingin bertemu presiden-, tetap mencarinya dan kemudian berhasil menemukan Rizvan di Wilhemina. Akhirnya berita tentang Rizvan yang datang bagai malaikat bagi warga Wilhemina pun tersohor ke penjuru Amerika. Berita yang juga menggelitik para warga lain untuk datang mengulurkan bantuan.

Waktu terus berlalu, Rizvan pun berhasil menemui Presiden. Namun bukan Bush-lah yang telah ia temui. Waktu ternyata juga telah menggulirkan Bush dan menggantinya dengan Mr. Obama. Masih dengan polos, Rizvan berhadapan secara langsung dengan Mr. Obama yang mengundangnya, dan mengatakan, ‘My name is Khan. And I am not a terorist’.

Dan akhirnya, Rizvan memenuhi janjinya. Ia bertemu dengan presiden. Ia membuktikan bahwa Islam adalah agama yang baik. Ia mengajarkan pada bahwa perbedaan seharusnya tidak menjadikan perpecahan.

Sobat, itulah film yang barusan saya tonton. Film yang cukup panjang, dua jam dua puluh tujuh menit delapan detik

Tapi sungguh, film yang amat mengharukan, syarat pesan, mampu menggelitik mata saya untuk berair, dan juga menarik bibir saya untuk tersenyum simpul. Dan lagi, abis nonton nih film, saya jadi ngerasa telah keliling berbagai kota di Amerika.

Saya rasa, film ini juga bagus buat supplement semangat hati dan pikiran kita. Lumayan buat referensi para sobat yang pengen ngadain riset. O_0

Oh ya, Sobat semua pasti juga bertanya² siapa pemeran Bush atopun Mr. Obama. Hehe…. Tonton ndiri aja, deh..!! judulnya.. My Name Is Khan



p.s.
Sayangnya, film yang saya tonton tuh hasil copy-an tanpa subtitle yang lengkap. *jadi ngerasa salah sama Indonesia tercinta cos nonton film bajakan.. T,T*

Minggu, 28 Maret 2010

-- Kalian Tau nomor ini? --

Kisahku kali ini terjadi tahun lalu. Tepatnya hari Ahad, 08 November 2009. Sesuatu yang membuat aku penasaran akut, stadium 2, hingga kini.

Seperti biasanya, siangku seringkali kurang lengkap dan afdhol tanpa tidur siang. Jadilah, hampir dua jam minggu siangku habis untuk terbang ke alam lain setelah sedari pagi aku kerja rodi membereskan kamar kesayanganku.

Ya, mungkin memang sudah jadi kebiasaan ato entah apa namanya, setiap kali terjaga, jari² tanganku akan dengan spontan dan sigap meraih ponsel satu²nya yang setia bekerjasama denganku yang tergeletak begitu saja di sampingku. Ada mms masuk. Sebuah mms dari nomor baru. Langsung saja, tanpa beranjak ataupun mencuci muka, kudownload mms tersebut.

downloading

download complete



Perkiraanku meleset. Alih² melihat sebuah gambar di layar ponselku, seperti mms biasanya yang sering aku terima, aku malah mendengarkan sebuah record. dan yang mengejutkan, ternyata irama yang kudengar adalah sebuah irama sholawat badar yang, meskipun hanya beberapa syair, sangat indah dan nadanya, kalau aku tidak salah ingat, baru pertama kali itu aku dengar.

Asyroqol badru ‘alainaa
Fakhtafat min-hul buduuru
Mitsla husnik ma ro-ainaa
Qoth-thu yaa wajhas suruuri

Anta syamsun anta badrun
Anta nuurun fauqo nuurin
Anta iksiirun waghoolii
Anta mihbaahush shuduuri

Anta syamsun anta badrun
Anta nuurun fauqo nuurin
Anta iksiirun waghoolii
Anta mihbaahush shuduuri


Dilihat dari detail yang ada, file type 3001427.amr, dan juga sizenya yang hanya 62 kb, sepertinya suara itu hasil rekaman. Hanya empat puluh detik. Tapi indah, sungguh.

Lalu aku mencoba melihat kembali nomor pengirimnya, +628121472743 . nomor yang benar² belum aku kenal. Karena ingin mengucap terima kasih dan juga curious yang, seperti biasanya, besar, akupun mereplynya dengan sms.

maaf, nih siapa, ya?

Message sent
+628121472743

dua detik

empat detik

delapan detik

Aku belum juga mendapatkan laporan yang biasanya akan langsung muncul jika smsku benar² disampaikan.

Huft, bangun tidur dengan kejutan yang membuat penasaran, hal yang menyebalkan, bukan?

Tak mengindahkan rasa penasaranku, akupun beranjak untuk menunaikan kebutuhanku….

Setelah merasa lebih bersih, akupun mengirim sms yang sama lagi. dan tetap saja seperti semula, smsku belum juga tersampaikan. Kalo saja ada pulsa yang cukup untuk meneleponnya, mungkin aku akan melakukannya. That’s better than I might be so curious, then.

Yah, akhirnya aku menyerah untuk hari itu.

Besoknya, aku mencoba meneleponnya.

Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif. Cobalah beberapa saat lagi

Suara operator, yang aku perkirakan, wanita 27 tahunan.

Akupun kecewa.

Besoknya lagi aku mengirim sms yang sama, lagi.

Dan kali ini dengan laporan tersampaikan.

Tapi lagi² mengecewakan karena tak ada balasan.

Aku mencoba meneleponnya lagi.

tuut, tuut,,

Kudengar nada tunggunya.

Tapi lagi² dan lagi, menjengkelkan karena tidak dijawab.

Setelah itu, sudah. Akupun tak pernah mencoba mengsmsnya atopun meneleponnya. Meski sebenarnya rasa penasaranku masih meletup² hebat.

Namun sesekali aku masih sering mendengar record sholawat badar yang kini telah aku simpan rapi di salah satu folder K508i-ku itu. Irama yang cukup menenangkan saat hati gerah.

Dan kemarin, aku mecoba menghubungi nomor itu lagi.

Kalian tau, sobat, apa yang dikabarkan operator wanita cantik 27 tahunan itu?

The number you are calling is not define. Please check again the number that you are calling

Apakah ini artinya nomor itu sudah tidak aktif?

Ow..ow..

Padahal rasa penasaranku belum terjawab.

Dan bahkan aku belum sempat say thanks to her/him, the sender..

Ayolah, sobat. Kalian pasti akan merasakan hal yang -setidaknya hampir- sama, kan, jika itu terjadi pada kalian?

Jadi, jika di antara kalian, para pembaca budiman, ada yang mengenal nomor tersebut di atas (+628121472743), tolong kabari aku, ya!!

Thanks before.

Selasa, 16 Februari 2010

Obsessive (but not) Compulsive

Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang sesuatu yang ada pada diri saya. Sesuatu yang berawal hanya dari sebuah hobi tetapi lambat laun semakin parah dan parah karena ternyata hobi saya yang satu itu jadi sebuah obsesi *semoga tidak kompulsif*

Menulis.

Itulah awalnya.


Saya suka menuliskan segala hal yang saya rasakan. Dengan menuliskannya, saya hanya merasa telah menceritakannya. Karena nyatanya, saya bukan orang yang terbuka untuk bercerita tentang kehidupan pribadi saya (bercerita dalam artian cerita orally).
Setiap keheningan dan kesendirian selalu membuat liar imajinasi saya, merancang sebuah skenario, dan akhirnya saya akan menuliskannya, bisa menjadi sebuah cerpen (yang seringkali tanpa ending), rangkaian kalimat (yang dengan pede sering saya klaim sebagai sebuah puisi), ataupun hanya kata² yang bisa membuat rongga dada saya lebih leluasa untuk bernafas.

Masa abu² putih pun membuat hobi itu semakin parah. Saat itu, tinggal jauh dari orang tua dan keluarga membuat saya mencari tempat lain yang bisa membuat saya bebas bercerita. Jadilah, sebuah diary yang akhirnya berhasil menjadi teman dekat saya.


‘Anak muda… menulislah. Jangan pernah takut tidak dibaca atau dibuang orang. Yang penting tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti akan ada yang membaca dan (bahkan) menerbitkannya…’

(Pramoedya Ananta Toer)


Itu salah satu kata² favorit saya yang rasanya berhasil menjadi sebuah suplemen setiap kali saya akan bercerita pada Qolby, diary pertama saya.

Pun lingkungan saya seakan mendukung hobi saya, lingkungan orang² yang suka menulis dan membaca.

Hampir tiap hari ada komik, novel, majalah, surat kabar, atau buku² lain yang ngantri untuk dibaca. Dan saya menjadi benar² mengagumi mereka semua, orang² yang membuat bahan bacaan itu bisa saya nikmati. Mereka semua, para penulis, editor, komikus, cover designer, jurnalis, dan siapapun orang yang berhasil membuat kata² itu saya baca. Sekaligus orang² yang mendidihkan darah saya dan membuat saya jealous terhadap kelebihan mereka.

Cita² saya menjadi seorang guru pun goyah. Saya menjadi sangat ingin menjadi seorang penulis. Karena bagi saya, pasti bahagia rasanya bisa membuat orang lain mengetahui apa yang belum mereka ketahui setelah mereka membaca tulisan kita. Seperti perasaan yang saya rasakan setiap kali saya selesai membaca. Sayapun menjadi semakin mengagumi Asma Nadia, Pipiet Senja, Gola Gong, Hilman, Rowling, Mira W, dan para penulis lain yang bahkan masih belia. Yang karena tulisannya, saya bisa tersenyum simpul, mengerutkan kening, melipat muka, ataupun bahkan menangis sesenggukan.

Tapi seringkali apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Pun saya merasa demikian. Saya merasa benar² belum mampu menjadi seorang penulis. Saya menulis cerpen, tanpa pernah bisa menghadirkan ending. Saya menulis puisi, dan berhenti. Saya mencoba membuat esei dan gagal. Menyerah, itulah yang dulu saya lakukan (Hal yang sempat saya sesali). Bahkan saat saya sudah menyadari bahwa semua itu adalah sebuah proses.

Saat itu , saya seringkali merasa tidak mungkin untuk menjadi seorang penulis. Jadilah, saya berusaha menjadi seorang pembaca yang baik. Berbagai macam buku saya baca. Tetapi tetap saja, dunia kepenulisan sepertinya sudah menjadi sebuah obsesi. Saya-pun sering berangan² dan berharap, kalaupun bukan saya yang seorang penulis, semoga kelak orang yang akhirnya menjadi qowam dalam keluarga saya adalah seorang penulis. Ya, tragis, bukan?

Saya sempat berhenti menulis. Dan hanya membiarkan kata² yang ingin saya tulis menari lincah di pikiran saya. Sampai akhirnya, saya menyadari satu hal. Kembali mantra Pak Pram yang lain menyadarkan saya.

Menulislah, jika tak menulis, maka kamu akan ditinggalkan sejarah

 
Kemudian, saya pun melanjutkan hidup saya, dengan impian yang terbengkelai. Tetapi saya masih juga bercerita, pada diary² saya. Saya masih juga menuliskan wishes list saya. Saya masih juga menghabiskan senggang saya dengan berimajinasi dan menuliskannya menjadi sebuah cerpen (yang lagi² tanpa ending). Saya masih juga suka mencoret kertas² kosong dengan rangkaian kalimat (yang lagi² juga dengan penuh percaya diri saya klaim sebagai sebuah puisi). Hingga kini.

Kali ini saya meyakini, saya bukannya menyerah. Tapi saya menulis untuk lebih bahagia. Egois, itu mungkin yang saya lakukan. Saya menulis untuk diri saya sendiri. Tapi memang itulah yang mampu saya lakukan saat ini. Menulis semampu saya. Bukannya tanpa berusaha. Tapi, saya benar² ingin memulai dari diri saya sendiri. Biar saja, menulis ini menjadi sebuah obsesi, sekali lagi, *semoga tidak kompulsif*
Karena saya butuh menulis.

Karena kelak mungkin, who knows, tulisan saya akan bermanfaat.

Selasa, 19 Januari 2010

-- Pyaarr.. --


-- Jika semua sudah terasa panas, pasti akan pecah --

itulah yang bisa aku simpulkan, meski untuk sementara, saat aku lihat hari itu, secara tiba-tiba, gelas yang berisi air panas itu pecah.

Tak ada lagi pertanyaan mengapa, toh aku sudah tau jawabannya. Gelas itu sudah terlalu lama bertahan dan tetap saja dipaksa untuk diisi air, panas lagi!!

Ya, seperti itu mungkin diri kita. Jika kita dipaksa untuk berbuat sesuatu, padahal pada kenyataannya kita sudah sangat lelah, maka kemungkinan besar, pyaarr.. kita akan runtuh. Seperti gelas-gelas tersebut.

Lalui, apakah kemudian kita harus berhenti dan menyerah? Tentu saja tidak.

Kita harus tetap bertahan dan melakukan apa yang memang seharusnya kita lakukan. Hanya saja, kita tak perlu memaksakan diri, mengharuskan diri kita sendiri.

Hidup kita terlalu berharga untuk menerima sebuah paksaan.
Namun, Hidup kita juga terlalu singkat untuk berhenti dan menyerah kalah.

Teman, life is never flat.

 

Kamis, 07 Januari 2010

Vic



Iseng, daripada gak ada yang ditulis.. hehe, mau cerita dikit, nih!!

Vic….

Tau dong, Vic Zhou yang artis Taiwan, yang meranin Hua Zhe Lei di MG versi Taiwan, yang juga main di Silence, trus The Prince Poor, Love Storm, Mars, n beberapa drama Asia yang aku gk tau judulnya n kebetulan juga gk sempat nonton.^^

Nah, Vic Zhou yang biasa dipanggil Zai Zai inilah yang tiba² saat ini ingin aku ceritakan.

Yang perlu dicatat, ceritakan tidak sama dengan kenal. Jadi, jangan pernah ada yang beranggapan kalo aku kenal ma si Zai Zai yang mau aku ceritakan ini, okay?!!

Ya, ya,
Bolehlah kalo dibilang aku ngefans ma sosok oriental bermata sipit ini. That’s why, I join his fb fans club. But of course, I’m not the really freakin’ fans of him, indeed!!!.

Trus kalo ditanya napa bisa ngefans sama mahluk cakep anggota F4 ini, tentu saja I have so many reasons to answer.

Diantaranya:

1. He’s such a kiyut man. Hehe,, I’m not the only one that saying this, rite?!
2. Gk tau napa, setiap karakter yang Zai Zai peranin tuh mengharukan banget. Melankolis, romantis, sampe cuek abis. Tapi dasar mahluk cakep, meranin apapun juga tetep cakep. ^^ suka, suka, suka,…..
3. Baik hati. *hehe, kalo yang ini boleh dong aku secara sepihak memutuskan kalo si Zai Zai tuh baik hati. Kan bagaimanapun juga, si aku yang ngefans!!*
4. Jago akting. Nah, kaya’nya yang ini banyak yang setuju deh! *tapi gk tau juga ya, kalo pas syuting tuh takenya berkali², hihi…*. Lanjut. Napa jago akting, coba? Soalnya berbagai macam karakter tuh udah diperanin. Dari si cuek di Mars, si melankolis n pendiem di MG, si kaya raya penyakitan di Silence, sampe si raja tega di Love Storm, berhasil diperanin dengan baik. Hore, hore, ….
5. Multi talented. Selain akting, survey membuktikan bahwa si Zai Zai juga anggota F4 yang notabene sebuah boysband terkenal. Dia juga model. Trus bintang iklan *nah, yang ini aku cuman nebak² aja, lho…*. Apa lagi, ya?*?au ah, …
6. Humph, de el el dulu kali, ya….?!^^

Nah, itu tuh, sebagian alasan kenapa akhirnya si Zai Zai jadi salah satu artis Asia yang aku sukai. Tapi tetep, aku bukan fans berat yang akan mengorbankan apapun demi si Zai Zai. Aku gk akan susah payah browsing ato beli majalah demi ngedapetin info tentang Zai Zai. Aku gk biasa nempelin posternya di dinding kamarku. Aku gk ngeharusin pasang fotonya buat wallpaper kompieku. Aku gk bela²in beli something yang kebetulan ada foto si Zai Zai *kalo gk butuh² banget, tentunya!!*. n aku juga gk ngrelain waktu tidur malamku kalo kebetulan drama Asia yang ia bintangi tayang pas jadwal tidur malamku. So, I’m sorry Vic….

Tapi, aku suka banget nglipping gambar² ato artikel² Zai Zai yang kebetulan aku temukan di majalah ato Koran. Aku juga suka, sesekali, ngliatin gambar² free download-an yang aku copy secara paksa dari kompie CS²-ku.^^’
Trus, aku juga suka, foto² narsis sambil pose ngikutin Zai Zai (catat!! Ngikutin gaya tidak sama dengan ngejiplak. Anggap saja terinspirasi dari posenya Zai Zai), meski akhirnya setelah bunyi jepret, aku harus terpaksa mendeletenya lagi, karna ternyata hasil jepretannya gk mirip² banget ma aselinya. Ya, ….4-12 gitu, lah!! Kalo sudah begitu, tak jarang pula aku bertanya², ‘tuh yang kurang sip, jepretan kamera resolusi rendahanku ato yang dijepret, ya??’…. tapi dasar aku-nya pantang menyerah dan tak mudah putus asa, tetap aja, besok²nya lagi kuulangi hal yang sama, phuih!!!!*plok³*

Jadi intinya, …..gitu deh! Aku cuman ingin nulis tentang Vic Zhou aja. Kalo ada yang salah, tinggal kasih kritikan. Kalo ada yang bagus, gk usah lah dipuji² segala. Kalo ada yang bikin sedih, silahkan nangis. Kalo ada yang nyenengin, alhamdulillah^^.

Sebelum udahan ceritanya, ada satu hal yang pingin banget aku lihat pada sesosok Vic. Kalo Vic pake kacamata, gimana, ya?? Beneran, aku belum pernah tau *ato mungkin lupa?!* karakter Vic yang pake kacamata!!

Akhirnya, itu tadi sedikit cerita tentang Vic Zhou. Kalo ada yang lebih banyak tau info terbaru tentang Vic Zhou, aku gk keberatan kok, kalo ada yang berbagi cerita.


PS : Rasanya, tulisan kali ini kebanyakan ‘kalo-nya’, ya??(^*^)

Biarlah!!!

Jumat, 24 Juli 2009

reaLLy?

I found him...again,,without any prediction or plan,..!
it's reaLLy make me in a wonderful second...but,,oh God,,I saw it..in his right ring finger...has he....?I do wanna ask it to him directly...if it's a reaLìty..I'LL be ready to face it...I trust my seLf,I'm sure,I'm a fighter..and I'LL accept everything I shouLd accept..
so,,not Longet to receive his answer..!
semangat..!

Rabu, 08 Juli 2009

And....

And... everything's happened for a reason.
I aLWays try to ensure my seLf about that,and it works much..I think.
Sometimes, I just make everything's easy for me,though it's so difficuLt,actuaLLy.
Then, I say to my seLf, everything's happened for a reason. It's not important when we'LL know the reason, but, it's enough to beLieve in our Life that there's a reason.
FinaLLy, we'LL get the best for our Life,, just try to be more patient :-]

And....

And... everything's happened for a reason.
I aLWays try to ensure my seLf about that,and it works much..I think.
Sometimes, I just make everything's easy for me,though it's so difficuLt,actuaLLy.
Then, I say to my seLf, everything's happened for a reason. It's not important when we'LL know the reason, but, it's enough to beLieve in our Life that there's a reason.
FinaLLy, we'LL get the best for our Life,, just try to be more patient :-]

And....

And... everything's happened for a reason.
I aLWays try to ensure my seLf about that,and it works much..I think.
Sometimes, I just make everything's easy for me,though it's so difficuLt,actuaLLy.
Then, I say to my seLf, everything's happened for a reason. It's not important when we'LL know the reason, but, it's enough to beLieve in our Life that there's a reason.
FinaLLy, we'LL get the best for our Life,, just try to be more patient :-]

Sabtu, 06 Juni 2009

apA,ya??

phuih,,,!
rasanya cape pi seneng,bgt!!
u know why?
ehm,,it's just bout my dreams.
Alhamdulillah,finally,I got the books that I wanna collect.
always,the BOOK FAIR always be my favorite festival in Malang,though it means that I must spend my saving to get those books...
yupz,that chance won't come (or difficult?)if I have my own family...maybe,if I am a wife/a mother,,right??that's why I must use this chance wisely...
so,,hope it's a wise done;-)

Senin, 09 Februari 2009

Today!!

so, today just like....wanna say but can do it!!
so confusing,,not my life....
he,,,mbulet,yow?