Hujan

Tampilkan postingan dengan label #BPNRamadan2022. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #BPNRamadan2022. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2022

Ramadan Day 18: Guru, Bekerja Sekaligus Mengabdikan Diri

 Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 18

CERITAKAN TENTANG PROFESIMU: guru, bekerja sekaligus mengabdikan diri

Menjadi guru adalah salah satu cita-cita sy sejak usia anak-anak. Ya, dalam tiap pengisian biodata, ketika ada pertanyaan cita-cita, maka dengan mantab sy akan menuliskan ‘menjadi guru’ sebagai jawabannya. Itulah mungkin yang menjadi doa sy sejak kecil dan diaminkan oleh malaikat, akhirnya seperti inilah sy sekarang: berprofesi sebagai guru. Alhamdulillah.



Sebenarnya selain menjadi guru sy mempunyai beragam cita-cita yang lain, haha, kemaruk, ya. Ada penulis, pembawa acara di radio, pemandu wisata, dan entrepreneur. Semuanya masih ingin sy lakukan.

Ramadan Day 17: Mencintai Membaca

 Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 17

CERITAKAN TENTANG HOBIMU: mencintai membaca

Sy yakin, beberapa orang dengan rak buku dan jajaran buku di dalamnya sekaligus mempunyai blog pribadi di internet, maka dia sehobi dengan sy. Hehe, simple conclusion ya.



Hobi dasar sy –yang sy sama ratakan dengan beberapa orang tipikal seperti sy, adalah Membaca. J
Ya, kegemaran sy akan membaca sudah terbangun sejak dini, sejak sy usia anak-anak. Memang tidak ada tumpukan majalah anak di rumah sy, Mngkin karena akses majalah anak terbatas masuk ke desa dan keluarga besar sy pun bukan berlatarbelakang berpendidikan formal yang tinggi. Dan akhirnya, majalah-majalah anak bekas lah yang suka sy baca entah dari mana asalnya. Sesobek demi sesobek yang dibawa ibu-ibu mlijo dari pasar.

Ramadan Day 16: Lelahmu, Semoga Lillah

 Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 16

CURHAT HARI INI: lelahmu, semoga lillah

Judul artikel sy kali ini terinspirasi dari sebuah judul buku karya Pak Dwi Suwikyo yang Mengubah Lelah Menjadi Lillah’. Hmm, sy belum membaca bukunya, jadi tidak bisa mengulasya di sini. Namun judul yang menarik tersebut seakan sudah menjelaskan sebuah pengharapan semoga apa yang kita lakukan hari ini, membuat kita lelah, itu semua karena Allah. Allah-lah sang maha. Maha pembalas dan maha segalanya.






Maka curhat hari ini (Senin, 23 Ramadhan 1443 H), meski tema 16 harusnya sy tulis tanggal 16 April lalu, ya.. tapi sy ingin curhat hari ini saja.

Sebagai seorang ibu bekerja sekaligus mempunyai dua orang anak lelaki di bawah usia sepuluh tahun tanpa asisten rumah tangga, maka sy, -tanpa berniat lebay-, beberapa kali mengeluhkan dan mengatakan lelah, heu.. sungguh, tapi well di balik itu semua tentu ada perasaan bahagia besar membuncah mensyukuri hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sy. Mensyukuri rejeki berupa titipan anak, suami, dan tentu saja kekuatan yang diberikan kepada sy untuk menjalani ini semua setiap hari. Alhamdulillah.

Tapi tentu banyak titik jenuh yang sy hadapi berkali-kali. Ketika kehidupan sy sekarang jauh berbeda dengan sebelumnya. Hihi, tentu saja, sih, memang. Sy hampir merasa tidak lagi mempunyai waktu jalan-jalan di took buku atau makan bareng bersama sahabat. Enth sudah berapa tahun sy tidak lagi menonton di bioskop. Kapan kita kemana sungguh hanya wacana.

Sebenarnya sy tipikal ‘anak rumahan’ yang jalan-jalannya ya ke tempat tempat aman dan nyaman. Dan, tentu sy lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Membaca, menulis, menonton film. Hiks.. hal yang semuanya sudah begitu sulit sy lakukan.

Apalagi jika kemudian sy tiba di masa-masa perdebatan dengan suami, pekerjaan bertumpuk dan belum beres, anak-anak yang entah mengapa agak sulit diatur, heuuuuuu.. sungguh di saat seperti itu sy bisa berfikir mengenaskan dan menyeramkn. Astaghfirullah. Sy harus banyak beristighfar dan mengingat hal-hal luar biasa yang terjadi dalam diri sy.

Seperti hari ini misalnya.

Puasa-puasa tetapi ada saja yang ‘nggarai’ panashati dan fikiran. Ingin ‘ngadem’ kok ya sulit sekali. Maka mantra sy pada diri sy sendiri bahwa: Lelahmu, Lillah.

Semoga.

***
Selamat menunaikankan ibadah di Bulan Ramadhan bagi yang menjalankan.
Semoga artikel ini bermanfaat dan thanks for reading and visiting my blog, ya
J

~from Rumah Teduh with Luv

Selasa, 26 April 2022

Ramadhan Day 15: Berpenghasilan Tambahan dari Blog, Mau! Eh, Tapi, kok, Belum Sanggup

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 15

MONETIZE BLOG VS SANTUY BLOG: berpenghasilan tambahan dari blog, mau! Eh, tapi, kok, belum sanggup


Ramadhan Day 14: Menjadi Bahagia dengan Becerita

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 14

TUJUAN NGEBLOG: menjadi bahagia dengan bercerita


Sabtu, 23 April 2022

Ramadhan Day 13: Blogspot, Laman Aman dan Nyaman

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 13

KENAPA MEMILIH PLATFORM YANG DIGUNAKAN SAAT INI: blogspot, laman aman dan nyaman.

Laman blog sy saat ini adalah laman blog yang sy buat pertama kali pada September 2007. Sy yang hobi menulis diary sejak kecil merasa bahwa ada hal baru menarik yang bisa sy coba saat mengetahui adanya diary digital dan online, yakni blog.


Banyak platform yang menyediakan blog gratis, -memang, dan setelah membaca beberapa refrensi pilihan sy terpaut pada blogspot.

Kenapa blogspot? J

Ramadhan Day 12: Konten Menarrik, Pengunjung Balik

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 12

TIP BLOGGING YANG INGIN DICOBA: konten menarik, pengunjung balik

Blog sy, meski bukan blog bisnis dan belum pula sy ikutkan dalam monetisasi blog, adalah blog pribadi yang awalnya sy buat untuk wadah hobi menulis sy. Saat itu sy masih tinggal di asrama dan mulailh mengenal blog serta ingin bercerita tak hanya lewat diary tetapi juga lewat buku harian digital. Dan semakin ke sini, nyatanya blog sy malah tidak banyak berisi curhatan sehari-hari namun semakin beragam. Haha, sangat tidak konsisiten.


Ramadhan Day 11: Antara Self Healing dan Self Love

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 11

KENAPA IKUTAN BLOG CHALLENGE: antara self healing dan self love.

Sy membaca dalam beberapa artikel,beberapa tahun yang lalu, bahwa membaca buku adalah salah satu self healing yang begitu bermanfaat. Sekaligus bermakna juga. Selain itu, membaca buku (kalau sekarang tidak hanya buku, ya, bisa juga artikel or buku online) juga mempunyai begitu banyak manfaat. Dan setelah kecintaan pada membaca, ternyta seiring berjalannya waktu tumbuh juga kecintaan sy terhadap menulis. ‘Ikatlah ilmu dengan menuliskannya’, begitu kira-kira kalimat menarik inspiratif yang juga melekat di fikiran sy. Maka, membaca dan menulis pun menjadi ketertarikan sy dari masa anak-anak hingga sekarang. Alhamdulillah.


Ramadhan Day 9: Tetap Bergerak, No Mager

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 9

5 KEGIATAN BERMANFAAT SAAT BULAN PUASA: Tetap Bergerak, No Mager

Malas bergerak atau yang lebih keren dengan istilah mager kemarin menjadi trend banget dilakukan banyak oang, apalagi saat awal pandemi dan mulai perberlakuan PPKM di berbagai daerah. Ya, seakan waktu itu menjadi musim rebahan, deh! Hihi.. sudah move on, kan, Ibu-ibu?

Namun kalau menyadari peran sebagai seorang ibu tentu saja kita akan hampir tidak mengenal istilah mager. Apalagi untuk ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga. Mau mainan hape saja bisa bisa nunggu si kecil tertidur pulas. Itu sih sy. Hehe..

Nah, untuk Ibu-ibu dengan balita khususnya yang ingin tetap produktif bergerak no mager, berikut lima kegiatan rekomendasi sy yang bisa kita lakukan

Jumat, 22 April 2022

Ramadhan Day 8: Masak Gesit Irit

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 8

MENU SAHUR PRAKTIS: Masak gesit irit


Ada saatnya ketika badan lelah, tuh, seoang ibu yang biasanya sigap bangun sahur tetiba harus memencet snooze pada alarm yang mengiang. Dan tahu-tahu, terdengar dari toa masjid baha waktu imsak kurang dua puluh lima menit. Nah, yakin pasti langsung melek mata.

Tetapi seorang ibu sudah pasti bisa gesit menyiapkan menu untuk sahur selama waktu masih ada, berapapun yang tersisa. Caranya tentu saja dengan mengolah sayurang paling simple masaknya yang sudah ready di kulkas. Ya, si ibu tuh juga paling gercep sudah menyiapkan bahan masakan dalam kulkas, apalagi selama puasa.

Ramadhan Day 7: Kenapa Makan Kurma?

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 7


MANFAAT KURMA SAAT PUASA: Kenapa makan kurma?

Ramadhan Day 6: Lima Rekomendasi Resto Tumpang Poncokusumo Only

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 6

REKOMENDASI RESTORAN UNTUK PESAN ONLINE: Lima Rekomendasi Resto Poncokusumo-Tumpang Only



Rabu, 20 April 2022

Ramadhan Day 5: Bebersih Happy, Beribadah Happy

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 5

PUASA DI RUMAH AJA: Bebersih Happy, Beribadah Happy


Senin, 18 April 2022

Ramadhan Day 4: Makanan Sehat, Makan Nikmat

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 4

MENU BUKA PUASA PRAKTIS: Makanan Sehat, Makan Nikmat



Memasak adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan, bisa menjadi hobi bahkan pekerjaan seseorang. Bagi sebagian orang. Nah, bagi sebagian orang yang lainnya, memasak bisa jadi hal yang sulit bin ribet dan membosankan. Haha, dan sy pernah berfikir demikian. Betapa memasak adalah opsi terakhir jika lapar. Itu dulu, lhoh, ya. Nyatanya sekarang tak bisa dipungkiri lagi kalau aktivitas memasak adalah rutinitas sy. Seakan tiada hari tanpa memasak. Alhamdulillah.

Sebelum menikah, kegiatan sy di dapur hanya membantu ibu memasak. Itupun mungkin hanya mengupas sayuran dan bumbu juga mencuci piring. Maklum, tinggal di asrama membuat sy terbiasa makanan kost ataupun membeli di warung makan. Dan pula, sy tidak punya hobi dan ketertarikan serta minat memasak. Hihi, bagi sy makanan itu kalau gak ‘enak’ ya ‘enak banget’, pokok selera makan sy itu di level biasa aja.

Setelah menikah dan tinggal di rumah sendiri, barulah kesadaran untuk memasak tumbuh. Well, kebayang tidak bagaimana sulitnya beradaptasi dengan dapur dan segala macam isinya. Wah, sulit banget awalnya. Sy hampir setiap hari jelajah google tentang menu masakan dna perdapuran lainnya, bahkan untuk yang easy sekalipun; menggoreng tempe yang enak misalnya. Hehe. Dan itu naluriah saja, entah kenapa menjadi istri membuat sy ingin menyajikan masakan sy sendiri untuk suami, apalagi kemudian setelah diberikan rejeki titipan dua anak shalih. Beruntung suami sy bukan tipikal cerewet masalah masakan. Eh, ya.. malah beliau lebih pintar memasak daripada sy.

Wah, kok panjang! Hihi, maaf jadi curhat. Jadi kali ini tentang Menu Buka Puasa Praktis, ya.. karena ternyata memasak tidak seribet seperti yang sy fikirkan sebelumnya.

Okay, menu praktis yang sehat andalan sy tentu saja menu sejuta umat yang gampang banget.

  1. Sayur Bening

Siapa, sih, yang bilang memasak sayur bening itu susah? Hihi, sy awalnya iya. Ternyata tidak sama sekali, lhoh. Kita bisa membuat sayur bening dengan berbagai varian isi. Bayam, daun kelor, kacang panjang, kacang buncis, rambusah, dan lainnya. Bisa hanya satu macam atau dua dari sekian itu. Isinya tinggal kita potong dan masukan rajangan bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun bawang, dan garam setelah air mendidih. Opsional bisa kita masukan sedikit saja gula pasir. Sy tidak terbiasa memakai penyedap rasa.

  1. Ikan, tempe, tahu, atau telur goreng

Dishes gorengan ini selain murah meriah juga berprotein tinggi, lhoh. Gapapa lah sedikit pakai minyak yang penting ditiriskan dulu sebelum disajikan. Bumbu menggorengnya juga praktis: bawang putih, kunyit, ketumbar, dan garam diuleg dan disiramkan ke atas ikan, tempe, atau tahu. Kalau telur sih tinggal diceplok saja, ya.

  1. Sambal

Bagi kebanyakan orang Jawa katanya belum makan kalau tanpa sambal. Nah, sambal pun bermacam pula, ya. Paling praktis tentu sambal tomat.

  1. Buah segar
  2. Air putih
  3. Nasi
  4. Kolak *karena musim kolak ya pas puasa.

Hehe, maaf poin 4, 5, 6, 7 tidak usah dijelaskan lagi karena simple banget ya. Menu di atas contoh makanan sehat dan tentu saja makan nikmat saat berbuka puasa bersama keluarga tercinta. Menu yang praktis disiapkannya dan tentu tidak membutuhkan waktu lama apalagi membayar mahal. Tetapi beneran bisa dicoba, deh, dan recommended, ya.

Kalau ibu-ibu menu praktisnya apa, nih?
***
Selamat menunaikankan ibadah di Bulan Ramadhan bagi yang menjalankan.
Semoga artikel ini bermanfaat dan thanks for reading and visiting my blog, ya
J

~from Rumah Teduh with Luv

Ramadhan Day 3: Ramah Anak, Ramah Kantong

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 3

TEMPAT NGABUBURIT ASIK: Ramah Anak, Ramah Kantong


Ngabuburit tuh sudah kayak jadi hal yang hampir wajib dilakukan saat sedang berpuasa. Hihi, meski jujurly, sy itu orang yang jarang ngabuburit karena agenda sore jelang buka puasa lebih banyak sy lakukan di dapur.


Ibu-ibu suka ngabuburit? Wahhhh, tentu kebanyakan jawabannya adalah Big Yes. Ngabuburit itu seperti menjadi healing ringan bagi ibu-ibu yang merasa lelah beraktifitas, apalagi saat berpuasa. Tetapi seperti yang sy sampaikan di awal, sepertinya tidak semua ibu bisa mendapatkan kesempatan ngabuburit setiap hari, kan, ya.

Nah, karena itu, berikut sy bagikan tips bagaimana ibu-ibu  tipikal yang seperti sy (haha, yang gak sempat setiap hari ngabuburit) bisa memilih tempat ngabuburit asik yang ramah anak dan ramah kantong.

1. Halaman depan atau belakang rumah

Untuk ibu yang halaman rumahnya cukup luas dan bertaman, tentu menghabiskan waktu sambil duduk-duduk ataupun menyiram tanaman di sore hari adalah hal yang menyenangkan. Selain menyejukan fikiran dan hati, melihat warna-warni bunga dan hijaunya dedaunan pasti bisa menjadi obat mata yang menyegarkan. Kita juga bisa sambil ‘momong’ si kecil juga. Bisa diselingi membaca buku ataupun yang lainnya.

Untuk rumah dengan halaman terbatas sebenarnya juga tak masalah. Kita bisa ‘hanya’ sambil duduk cantik dan membaca buku bersama keluarga. Iya, kan?

2. Neighborhood yang jualan aneka lauk pauk dan takjil

Sudah seperti tradisi jika saat ramadhan adalah saat juga bagi beberapa orang bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjajakan beraneka lauk, kudapan, dan minuman segar untuk takjil. Hal tersebut tidak hanya bisa ditemui di area perkotaan atau jalan besar. Saat ini, di mana ada ruang yang memungkinkan banyak orang lewat, maka di sana bisa dijajarkan stand untuk aneka produk musiman tersebut. Wah, sambil ngabuburit sambil mencari tambahan menu berbuka puasa dengan harga yang terjangkau pasti bisa didapatkan di sini, ya. Hehe, cari yang dekat saja biar bisa sambil jalan-jalan yang tapa harus mengeluarkan dana akomodasi dan transportasi. J

3. Area persawahan (untuk yang rumahnya dekat persawahan)

Ini nih yang agak spesial. Bagi masyarakat pinggiran atau pedesaan, akan mudah menemukan area terbuka dan persawahan yang bisa dikunjungi untuk sekadar melihat festival layang-layang atau balap burung di sore hari. Ini di daerah sy, sih. Hampir tiap sore di area persawahan tersebut ramai dengan para pemain laying-layang berbagai bentuk dan ukuran menunggu angin atau kadang sudah menerbangkan layang-layangnya. Penontonnya? Hihi.. banyaaakkkk, yak karena gratis dan menambah pengalaman baru bagi anak-anak yang melihatnya.

4. Rumah nenek atau kakek

Ibu rumahnya apa dekat dengan orangtua? Kalau dekat, Alhamdulillah. Artinya kita dapat berkunjung di banyak waktu luang. Juga memungkinkan juga saat ngabuburit mengajak anak mengunjungi kakek-neneknya. Hal tersebut tentu akan membuat orangtua kita senang bukan main. Atau sesekali kita bisa juga membawa makanan yang sudah matang untuk melaksanakan buka bersama orangtua kita.

Kalaupun jauh, menelepon orangtua kita dan mengajarkan anak-anak mengenal kakek nenek mereka dengan cara sering membiasakan menyapa dan berkomunikasi. Kita bahkan bisa melakukan panggilan video saat jelang berbuka puasa, kan?

 

Yes, itu tadi beberapa opsi tambahan yang mungkin bisa dilakukan saat ngabuburit. Biar ngabuburitnya asik, ramah anak dan ramah kantong, tentunya.

***
Selamat menunaikankan ibadah di Bulan Ramadhan bagi yang menjalankan.
Semoga artikel ini bermanfaat dan thanks for reading and visiting my blog, ya
J

~from Rumah Teduh with Luv

Ramadhan Day 2: Asik di Rumah, di Rumah Aja

 Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

***

Hari ke 2

PUASA SAAT PANDEMI: Asik di Rumah, di Rumah Aja.


Bu, bagaimanapun kita masih berada di masa pandemic (yang sepertinya akan segera menjadi endemic). Alhamdulillah, masa sekarang sudah lebih bak dari setahun atau dua tahun yang lalu. Namun tetap, kesigapan dan kewaspadaan kita harus selalu dalam Mode On, kan, ya!

Seperti yang sudah digaungkan kementerian kesehatan, 5M jangan sampai kendor saat puasa, ya. Yuk kita coba bahas satu persatu.

1.      Memakai Masker

Well, sebenarnya jujurly kalau kita mau merasakan dengan seksama, memakai masker itu memang besar manfaatnya terlepas dari saat ini sedang pandemic or not. Saat di luar rumah, memakai masker menghindarkan kita dari terkena polusi udara sekitar. Dan ini terasa banget manfaatnya kalu kita tipikal orang yang suka keluar rumah, karena berkepentingan tentunya. Nah, saat puasa seperti ini pun, memakai masker tenu membuat kita lebih nyaman secara udara yang masuk ke dalam tubuh kita akan tersaring dengan baik. Selain itu, ketika berbicara dengan orang lain tentu masker juga akan mengurangi resiko adanya bau mulut yang MUNGKIN terjadi saat kita berpuasa.

 

Kalau pun sedang tidak keluar rumah, bebersih jelang lebaran dalam rumah juga dianjurkan banget memakai masker karena mau gak mau udara kotor bisa saja membuat kita batuk atau sesak. Jadi, lebih aman memakai masker, kan?

2.      Menjaga Jarak Aman

Jaak aman yang dianjurkan adalah sekitar satu meter antara satu orang dengan orang lain. Hehe, agak sulit juga memang diterapkan ketika kita di luar rumah dan di tempat yang memang full orang, tetapi kebanyakan tempat umum saat ini sudah memberikan tanda silang sebagai tempat yang menjadi jarak ketikan kita harus antre di suatu tempat. Dan menjaga jarak aman yang paling mudah ya tentu saja di rumah. Hehe, secara memang kalau di rumah sudah hamper bisa dipastikan kita telah menjaga jarak aman dengan orang lain. Jadi pastikan kita punya pilihan aktivitas di rumah daripada keluar rumah ya.

3.      Mencuci Tangan Pakai Sabun

Ini sebenarnya bukan dikit-dikit cuci tangan, lhoh! Tetapi mencuci tangan yang dianjurkan dan baik untuk kesehatan tentu saja mencuci tangan memakai sabun dengan cara mengusap tangan, telapak, di antara sela jari, dan membasuhnya dengan air mengalir.

Kegiatan mencuci tangan pakai sabun bisa kita ajarkan kepada anak kita di rumah saat sedang berpuasa ini misalnya ketika kita dan anak-anak telah selesai beraktifitas. Nah, jadi momen di rumah aja bisa jadi asik karena kita bisa bermain sambil belajar bersama anak-anak kesayangan.

4.      Menjauhi Kerumunan

Seperti yang sudah kita bahas di poin ke dua, ya. Menjauhi kerumunan sama artinya dengan kita tidak harus melulu keluar rumah kalau memang tidak ada hal urgent yang harus kita lakukan. Jadi, lebih asik di rumah aja. Banyak aktifitas yang bisa kita lakukan di rumah saat berpuasa. Membersihkan rumah dan memasak misalnya. Membuat kue lebaran juga bisa. Ehm, dan pasti banyak lagi, kan?

5.      Mengurangi Mobilitas

Ya, di poin ini juga hampir sama dengan poin dua dan empat. Saat anak-anak masih dalam masa sekolah, mungkin mobilitas kita adalah antar-jemput anak. Well, gapapa lah kalu seperti itu. Atau kalu ibu-ibu adalah ibu bekerja, mak memang mobilitas tak bisa dihindarkan. Well, selagi hal itu memang harus dilakukan, maka tak perlu merasa bersalah juga, sih, saat kita harus keluar rumah. Nah, tetapi yang penting adalah kita berusaha mengurangi mobilitas untuk hal-hal yang tidak diperlukan. Begitulah, it’s better to stay at home, pokoknya. J Selain kerasan di rumah membuat kita bisa banyak melakukan aktifitas ibu rumah tangga, tentu juga penghematan juga. How about mudik? Nah, pastikan Ibu-ibu sudah vaksinasi juga yaa. Jadi kalau memang sekarang mudik sudah diizinkan ketika sudah vaksin, maka why not? Jadi ibu-ibu yang belum vaksin dan punya niatan mudik, cus ikutan vaksin yaaa

 

Ya, puasa di rumah aja pasti bisa asik dan lebih bermanfaat, lhoh! Jadi puasa saat pandemic dan ketika harus di rumah aja, asik-asik aja, kok.

***
Selamat menunaikankan ibadah di Bulan Ramadhan bagi yang menjalankan.
Semoga artikel ini bermanfaat dan thanks for reading and visiting my blog, ya
J

~from Rumah Teduh with Luv